Channelinfo.id – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Serang mencatat, lahan sawah di Kabupaten Serang yang terendam banjir mencapai 2.105 hektare, dimana 519 hektare di antaranya puso atau gagal panen.
Demikian diungkapkan Kepala DKPP Kabupaten Serang Suhardjo saat menghadiri Gedung Unit Pelaksana Teknis (UPT) Puskesmas Kibin di Kampung Ciwajik, Desa/Kecamatan Kibin, Selasa (3/2/2026).
Suhardjo mengungkapkan, pihaknya akan memberikan bantuan berupa benih padi kepada para petani yang sawahnya terendam banjir dan mengalami gagal panen. Pihaknya telah mengidentifikasi lahan sawah yang terdampak banjir di wilayah Kabupaten Serang.
“Lahan sawah yang terdampak banjir luasnya sekitar 2.105 hektare. Seluruh lahan akan diusulkan untuk mendapatkan bantuan benih padi sebanyak 25 kilogram per hektare,” ungkap Suhardjo.
Menurut Suhardjo, banjir yang melanda area persawahan diduga disebabkan oleh beberapa faktor, seperti curah hujan yang tinggi, saluran drainase yang rusak, serta saluran irigasi yang belum optimal atau tersumbat. Untuk itu, pihaknya akan melakukan evaluasi dan berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) serta Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau Ciujung Cidurian (BBWSC3) untuk penanganan lebih lanjut berupa perbaikan saluran drainase dan irigasi. Saat ini, lanjut Suhardjo, pihaknya masih melengkapi data dan melakukan pendataan lanjutan terhadap lahan sawah yang terdampak banjir.
“Untuk luas lahan yang diajukan berstatus Puso (gagal panen) mencapai sekitar 519 hektare,” ungkapnya.
Namun demikian, ditegaskan Suhardjo, bantuan benih padi tidak hanya diberikan kepada lahan puso, tapi seluruh lahan terdampak banjir tetap akan diajukan untuk mendapatkan bantuan benih padi
“Saya harap bantuan benih pdi nanti dapat membantu para petani untuk kembali mengolah dan menanam sawah mereka pascabanjir,” harapnya. (Ms/Nc)


