Channelinfo.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon menyediakan kuota penerima Beasiswa Cilegon Juare Tahun Anggaran (TA) 2026, yakni sebanyak 763 orang pada perencanaan awal anggaran dengan anggaran mencapai Rp4.326.000.000. Bahkan, jumlah itu berpotensi masih berubah sesuai kondisi riil saat pendaftaran penerima beasiswa dibuka.
Fungsional Analis Kebijakan pada Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Pemkot Cilegon M Ali Irfan mengatakan, pihaknya sudah menyusun kuota awal penerima beasiswa berdasarkan kemampuan anggaran pemerintah daerah.
“Total kuota pendaftaran penerima beasiswa untuk TA 2026 sebanyak 763 orang. Ini berdasarkan rencana anggaran, sementara realisasinya nanti disesuaikan kondisi saat pendaftaran,” terang Ali, Selasa (6/1/2026).
Menurut Ali, kuota penerima beasiswa bersifat dinamis dan dapat mengalami perubahan bergantung pada jumlah, serta kondisi pendaftar yang lolos dalam proses seleksi.
“Kuota 763 ini baru kuota awal, bisa berubah sesuai kondisi riil pendaftar. Jika digabungkan dengan penerima beasiswa tahun sebelumnya, jumlah penerima beasiswa Cilegon Juare secara kumulatif mencapai lebih dari seribu orang,” ungkapnya.
Penerima beasiswa sebelumnya, disebutkan Ali, berjumlah 511 orang, sehingga total penerima beasiswa Cilegon Juare mencapai 1.274 orang. Untuk mendukung proses seleksi pendaftar penerima beasiswa TA 2026, pihaknya telah menyiapkan anggaran sebesar Rp4.326.000.000. Selain penambahan kuota, pihaknya juga mengubah pola sosialisasi program Beasiswa Cilegon Juare.
“Jika sebelumnya sosialisasi dilakukan di tingkat kecamatan, di 2026 sosialisasi akan difokuskan langsung ke sekolah-sekolah,” ujarnya.
Menurut Ali, sosialisasi ke sekolah lebih efektif. Sebelumnya, kata Ali, saat sosialisasi terkait program beasiswa di kecamatan, yang hadir banyak orangtua, sehingga penyampaian teknisnya dinilai kurang maksimal.
Sementara itu, Kepala Bagian (Kabag) Kesra Setda Pemkot Cilegon Rahmatullah menambahkan, melalui sosialisasi langsung ke sekolah, pihak sekolah diharapkan dapat ikut mengawal proses seleksi, baik bagi siswa berprestasi maupun siswa dari keluarga kurang mampu.
“Sekolah bisa mengawal mana anak yang punya potensi prestasi dan mana anak yang membutuhkan,” jelasnya.
Kata Rahmatullah, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten terkait rencana sosialisasi tersebut. Namun, untuk pelaksanaannya masih akan disesuaikan dengan kondisi anggaran. Ia berharap, beasiswa bisa diberikan untuk ke sekolah negeri maupun swasta, tergantung kondisi anggaran.
“Ke depan, kita juga berencana menggandeng Disnakertrans (Dinas Tenaga Kerja) untuk menjajaki kerja sama dengan sejumlah industri potensial mendukung keberlanjutan program Beasiswa Cilegon Juare,” pungkasnya. (Ms/Nc)



