channelinfo.id/– Sebanyak 25.388 warga Kabupaten Serang diduga terkena penyakit Tuberkulosis (TBC) yang saat ini dinilai masih menjadi persoalan besar pada bidang kesehatan.
Itu terungkap pada Pertemuan Penguatan Forum Kemitraan untuk Pencegahan dan Pengendalian AIDS, TBC, Malaria (PP ATM) di Kabupaten Serang di Aula Tb Suwandi Pemkab Serang, Senin (15/9/2025). Forum dibuka Wakil Bupati Serang Muhammad Najib Hamas. Forum dihadiri Asisten Daerah (Asda) III Pemkab Serang Bidang Administrasi Umum Ida Nuraida, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Inovasi dan Riset Daerah (Bapperida) Kabupaten Serang Rachmat Maulana, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Serang dr Rahmat Fitriadi, serta 31 Kepala Puskesmas se-Kabupaten Serang.
Seperti disampaikan Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit pada Dinkes Kabupaten Serang dr Istianah Hariyanti yang mengungkapkan, Kabupaten Serang memiliki Peraturan Bupati (Perbup) terkait penanggulangan TBC dan HIV/Aids, selain sudah membentuk Tim Percepatan Penanggulangan TBC dan HIV/Aids.
“Dua penyakit ini masih menjadi masalah kesehatan yang cukup besar di Kabupaten Serang,” ungkap pejabat perempuan yang akrab disapa dr Isti tersebur.
Oleh karena itu, kata dr Isti, pihaknya menggelar Penguatan Forum Kemitraan PP ATM untuk memperkuat tim dalam sisi koordinasi maupun implementasi tugas masing-masing tim.
“Kondisi di Kabupaten Serang saat ini, sejak Januari sampai 10 September 2025, kami dari Dinas Kesehatan sudah melakukan pemeriksaan terhadap 25.388 orang terduga TBC. Ini masuk SPM (Standar Pelayanan Minimal) kita,” ungkapnya.
Sementara itu, Wakil Bupati (Wabup) Serang Muhamad Najib Hamas mengajak lintas sektor untuk bersama-sama menanggulangi penyakit menular AIDS, Tuberkulosis (TBC), dan Malaria.
Menurut Najib, penanggulangan penyakit AIDS, TBC, dan Malaria tidak bisa hanya dilakukan Dinkes Kabupaten Serang. Ia pun mengajak Forum Lintas Kemitraan untuk sama sama menanggulangi penyakit tersebut.
“Jadi, ini (PP ATM-red) penguatan lembaran baru untuk menyelesaikan penyebaran penyakit menular ini,,” terang politisi PKS ini.
Adapun lintas sektor itu, disebutkan Najib, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) sebagai jaringan desa, Dinas Sosial (Dinsos), Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), serta peran beberapa perusahaan untuk berkolaborasi bahwa ke depan sumber daya manusia (SDM) unggul salah satunya harus dibentuk melalui penguatan kualitas kesehatan di tingkat desa. Menurut Najib, faktor yang membuat kasus penyakit menular masih tinggi adalah suasana kualitas kesehatan di masing masing desa. Oleh karena itu, DPMD dilibatkan agar pencegahan harus menjadi kebiasaan dan bagian dari kegiatan masyarakat desa.
“Supaya penularan TBC ini bisa kita kurangi,” jelas mantan Anggota DPRD Banten ini.
Terkait anggaran khusus penanganan penyakit menular, kata Najib, saat ini sudah disesuaikan di OPD masing-masing.
”Jadi nanti ada di Dinas kesehatan, terus pendampingan di DPMD melalui dana desa ada alokasi anggarannya sesuai upaya pencegahan. Kemudian di Dinsos dan Baznas ada (anggaran-red). Khusus untuk keluarga yang terpapar akan mendapatkan bantuan sesuai kondisi masing-masing,” tandasnya. (Nc)


