channelinfo.id/– Tunjangan Kinerja (Tukin) Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Serang diwacanakan akan dipangkas 50 persen. Wacana itu diusulkan DPRD Kabupaten Serang yang juga sudah menggelar Rapat Pimpinan Fraksi DPRD membahas rencana tersebut.
Informasi itu disampaikan Juru Bicara (Jubir) DPRD Kabupaten Serang Azwar Anas yang mengungkapkan adanya wacana pemotongan Tukin ASN di Kabupaten Serang atas usulan DPRD Kabupaten Serang. Itu dilakukan, kata Anas, karena belanja modal di Kabupaten Serang dianggap terlalu rendah dan belum ideal, sehingga mengancam roda ekonomi masyarakat. Disebutkan Anas, belanja modal untuk masyarakat di Kabupaten Serang saat ini hanya berkisar Rp71 miliar. Nilai itu dianggap terlalu kecil atau kurang.
Padahal, mandatori belanja modal seharusnya 30-40 persen dari APBD.
“Sementara saat ini baru 2,7 persen (belanja modal-red). Jadi, belanja fisik cuma Rp22 miliar, dulu Rp300 miliar,” jelas politisi Partai Demokrat ini.
Menurut Anas, jika kondisi itu biarkan, maka ekonomi masyarakat di Kabupaten Serang bisa turun. Apalagi, roda ekonomi salah satunya digerakkan melalui kegiatan pemerintah. Oleh karena itu, pihaknya menggelar rapat pimpinan Fraksi terkait wacana pemangkasan Tukin ASN tersebut.
“Rencananya kita mau potong tukin ASN 50 persen, karena kan sudah ada acuannya,” ungkapnya.
Menanggapi itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Serang Rachmat Maulana mengaku akan menyampaikan wacana itu kepada Sekda sebagai Ketua Tim Pengguna Anggaran Pemda. Disinggung terkait anggaran belanja modal yang saat ini dianggap masih rendah, kata Rachmat, semua masih pembahasan atau menunggu kepastian dari keputusan Menteri Keuanganbagat alokasi dana transfer yang diterima pemakai menjadi pasti. (Nc)


