Channelinfo.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon membongkar 80 bangunan liar (bangli) di sepanjang bantaran sungai kawasan Jalan Lingkar Selatan (JLS), Kecamatan Ciwandan, Kota Cilegon yang diduga menjadi penyebab utama banjir di wilayah tersebut.
Itu diungkapkan Wali Kota Cilegon Robinsar saat ditemui awak media di Kecamatan Ciwandan, Kota Cilegon, Rabu (14/1/2026).
Robinsar mengatakan, pihaknya mulai membangun kembali sarana dan infrastruktur yang rusak akibat banjir yang terjadi beberapa waktu lalu di beberapa wilayah terdampak banjir, seperti Tembok Penahan Tanah (TPT) di bantaran sungai yang jebol akibat banjir, sehingga airnya meluap ke permukiman.
“Sekarang lagi kita kebut (pembangunan TPT-red), cuma kita mau mengerjakan harus nunggu airnya surut juga, tapi yang bisa kita optimalkan hari ini kita kerjakan,” tegas Robinsar. Selain melakukan pendataan dan membangun TPT, pihaknya juga melakukan normalisasi sungai yang berpotensi menjadi penyebab banjir. Di beberapa lokasi sudah dilakukan perbaikan, pendataan dan pekerjaan.
“Jadi, yang punya potensi membuat efek yang lebih besar itu segera kita optimalkan,” tegasnya.
Seperti di wilayah Cibeber, disebutkan Robinsar, berdasarkan hasil pendataan ada tujuh lokasi TPT yang jebol dan sebagian besar sudah dilakukan perbaikan dan juga mulai menormalisasi sungai. Selain itu, Robinsar juga mengatakan, pihaknya sudah membongkar bangli yang berdiri di saluran air dan sungai yang diduga menjadi penyebab utama banjir.
“Saat ini kita sudah bongkar kurang lebih 80 bangli di bantaran sungai sekitar kawasan JLS Kecamatan Ciwandan,” ungkap politisi Partai Golkar ini.
Penyuka makanan Rabeg ini menambahkan, pihaknya saat ini masih terus fokus dan berupaya mengantisipasi dan melakukan mitigasi untuk pencegahan banjir ke depan.
“Kalau pembangunan TPT? intinya target secepatnya, karena secara material semua sudah siap, tinggal tunggu airnya turun dikit langsung kita tutup,” pungkasnya. (Ms/Nc)



