Channelinfo.id – Platform teknologi perumahan ‘Miliki Rumah Indonesia’ menawarkan solusi bagi konsumen yang sebelumnya ditolak pihak perbankan untuk mengakses Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Melalui program pendampingan dan bantuan pembayaran oleh Platform Miliki Rumah, konsumen berkesempatan memperbaiki kelayakan finansial hingga akhirnya dapat diterima sebagai nasabah KPR.
Demikian ditegaskan President Director Miliki Rumah Indonesia Marine Novita saat ditemui awak media usai acara ‘Ngopi Bareng Ngobrol Santai’ yang digelar DPD REI Banten di Ballroom Swiss-Belhotel, Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang, Provinsi Banten, Rabu (28/1/2026).
Marine mengatakan, banyak calon konsumen perumahan yang memiliki minat kuat membeli rumah, namun terkendala karena pengajuan KPR mereka ditolak oleh pihak bank. Melalui platform Miliki Rumah, konsumen yang sebelumnya reject, dipastikan dapat mengikuti program bantuan selama enam bulan hingga satu tahun untuk memiliki rumah. Selama periode tersebut, konsumen dibantu dan dipantau untuk membuktikan bahwa mereka mampu membayar dengan lancar.
“Jika rekam jejaknya baik, bank bisa menerima kembali mereka sebagai nasabah KPR. Jadi, yang tadinya ditolak bisa menjadi diterima,” jelas Marine.
Menurut Marine, programnya itu menjadi jembatan antara konsumen, developer, dan perbankan, sekaligus solusi bagi ekosistem perumahan agar tetap berjalan sehat dan berkelanjutan. Tak hanya itu, Miliki Rumah Indonesia juga menghadirkan inovasi berbasis teknologi melalui sistem software-as-a-service (SaaS) yang mampu mempercepat proses pengecekan kelayakan konsumen. Dengan teknologi itu, developer bisa mengetahui kesiapan konsumen hanya dalam hitungan detik.
“Cukup sekitar lima detik sudah bisa terlihat apakah konsumen tersebut layak atau belum,” terangnya.
Sistem itu, lanjut Marine, kini telah digunakan secara luas oleh developer di berbagai daerah di Indonesia. Kehadiran teknologi itu juga dinilai mampu mempercepat penjualan, karena konsumen yang datang ke lokasi proyek dan tertarik pada hunian dapat langsung diketahui kelayakannya untuk melakukan pemesanan. Katanya, seringkali terjadi konsumen sudah suka dengan proyeknya, tapi karena prosesnya lama akhirnya batal dan pindah ke pilihan lain.
“Dengan sistem kami, ketika konsumen datang dan dinilai layak, mereka bisa langsung booking. Ini sangat membantu developer mencapai target penjualan lebih cepat,” jelasnya.
Marine juga mengklaim, Miliki Rumah Indonesia menerima banyak testimoni positif dari developer maupun konsumen yang merasakan langsung manfaat platform tersebut.
“Sudah banyak yang menggunakan dan merasakan dampaknya. Ini bukti bahwa teknologi bisa menjadi solusi nyata dalam mempercepat akses masyarakat memiliki rumah,” pungkasnya. (Ms/Nc)



