Channelinfo.id – Dalam rangka membangun keluarga berkualitas, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Banten yang kini bertransformasi menjadi Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (KKPK) tengah gencar meningkatkan Kapasitas Layanan Taman Asuh Sayang Anak (TAMASYA) yang ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) di Aston Cilegon Boutique Hotel, Kota Cilegon, Selasa (28/10/2025).
Dalam sambutannya, Kepala Perwakilan KKPK Banten Rusman Effendi menyampaikan, pihaknya resmi bertransformasi menjadi KKPK pada masa kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Dengan meningkatnya status kelembagaan tersebut, kata Rusman, tanggung jawab dan perannya dalam membangun keluarga Indonesia yang berkualitas semakin besar.
“Saya berharap, melalui penandatanganan MoU dan Peningkatan Kompetensi Kader Pendamping, kualitas layanan Tamasya semakin baik dan memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat,” harapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Cilegon Lia Nurlia Mahatma menjelaskan, program Tamasya untuk mendukung orangtua, terutama perempuan yang bekerja agar tetap dapat menjalankan peran pengasuhan anak dengan baik. Program Tamasya, kata Lia, bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup keluarga, mendukung partisipasi perempuan dalam dunia kerja, serta menciptakan generasi penerus bangsa yang sehat, cerdas, dan berkarakter. Menurut Lia, program sejalan dengan upaya pemerintah dalam meningkatkan partisipasi angkatan kerja perempuan sekaligus menurunkan angka stunting.
“Di Kota Cilegon sendiri, angka stunting berhasil turun dari 22 persen pada 2023 menjadi 19 persen pada 2024, berkat pendampingan dan edukasi kepada masyarakat,” ungkapnya.
Terkait itu, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) pada KKPK Afiatus Salamah Budi Setiyono mengapresiasi seluruh pihak yang berperan dalam penyelenggaraan program Tamasya. Kegiatan peningkatan Kompetensi Kader Pendamping, kata Afiatus, merupakan langkah strategis untuk membangun pengasuhan anak yang berkualitas dan berkelanjutan.
“Melalui Taman Asuh Sayang Anak, kita berkomitmen mendukung tumbuh kembang anak yang sehat, cerdas, dan berkarakter,” tegasnya.
Afiatus juga mengajak seluruh pihak untuk terus berkolaborasi dan bersinergi lintas sektor dalam mendukung keberlanjutan program tersebut.
“Mari jadikan Taman Asuh Sayang Anak bukan sekadar program, tetapi gerakan bersama untuk membangun generasi yang sehat dan berdaya saing sejak dini,” ajaknya.(Ms/Nc)


