channelinfo.id/– Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang mengaku kerap kesulitan dan terkendala saat menangani bencana di lapangan. Pasalnya, banyak sarana prasarana yang sudah usang dan rusak berat.
Adapun sarana prasaran yang rusak mulai dari Mobil Pemadam Kebakaran (Damkar) sebanyak 5 unit dari 8 unit kendaraan yang dimiliki BPBD. Kemudian, tenda darurat dan perahu karet bocor, Alat Pelindung Diri (APD) tidak memadai. Bahkan, ada salah satu gedung kesiapsiagaan bencana nyaris ambruk, dimana dindingnya sudah dipenuhi akar pohon serta atapnya bocor.
Kondisi itu dibenarkan Sekretaris BPBD Kabupaten Serang Ade Ivan Munasyah saat ditemui awak media di kantornya, Jalan Kitapa, Taman Sari, Kota Serang, Kamis (18/9/2025).
Diakui Ivan, banyak sarana prasarana untuk menunjang penanganan bencana di lapangan sudah tidak layak digunakan, mulai dari perahu karet, tenda darurat, mobil Damkar, hingga peralatan lainnya kondisinya sudah usang dan rusak berat, sehingga membuat jajarannya kesulitan dan menghambat proses penanganan bencana di lapangan. Dijelaskan Ivan, kerusakan sarana prasarana itu akibat tidak adanya anggaran untuk pemeliharaan. Apalagi, kata Ivan, saat ini di di Kabupaten Serang sedang memasuki kondisi cuaca ekstrem dan terjadi bencana di beberapa wilayah, seperti bencana angin puting beliung.
“Kita seringkali ngandalin pinjam pakai peralatan dari beberapa instansi lain melalui koordinasi yang diperkuat untuk menangani bencana,” keluhnya.
Bahkan, kata Ivan, bukan hanya peralatan yang rusak dan kurang, melainkan juga ada beberapa bangunan di BPBD yang kondisinya memprihatinkan, mulai dari atap bocor, hingga dinding bangunan keropos dan ditumbuhi akar pohon.
“Tidak ada anggaran khusus untuk pemeliharaan selama ini jadi kendala paling utama, sehingga kita tidak bisa melakukan pemeliharaan sarpras yang sudah ada,” tukasnya.
Ivan mencontohkan saat kejadian bencana kebakaran di wilayah Anyer, dimana petugas Damkar kebingungan karena mobil Damkar di Pos Damkar Anyer sudah banyak yang keropos efek air laut.
“Akhirnya, mereka pakai blarak pohon kelapa untuk pemadaman api,” bebernya.
Oleh karena itu, menurut Ivan, pihaknya perlu pengadaan sarana prasarana baru. Soalnya, kalau hanya untuk pemeliharaan saat ini anggaran yang dibutuhkan terlalu besar.
“Untuk merawat peralatan yang sudah usang biayanya lebih mahal dan bisa rusak lagi nantinya,” terangnya.
Saat ini, disebutkan Ivan, Mobil Damkar yang dimiliki BPBD ada delapan unit, tetapi hanya tiga unit saja yang bisa beroperasi, dimana dua di antaranya ada di Pos Damkar.
“Sisanya (Mobil Damkar-red) rusak dan keropos, karena usianya sudah 10 tahunan lebih,” ungkapnya.
Agar sarana prasarana awet, kata Ivan, harus ada pemeliharaan rutin tiap tahun. Semisal satu mobil untuk pemeliharaannya dianggarkan Rp60 juta. Untuk perahu, kata Ivan, bahkan saat ini sudah tidak ada di BPBD.
“Sebelumnya sempat ada (perahu-red) namun rusak mesinnya,” ujarnya.
Untuk mengantisipasi persoalan itu, kata Ivan, biasanya petugas mengupayakan pinjam pakai dari beberapa pihak yang dilibatkan, seperti Polairud, BPBD Provinsi, Basarnas hingga Dinas PUPR.
“Jadi, kita lebih ke personelnya saja yang dilibatkan, karena sarana prasarana kitanya seperti ini,” keluhnya.
“Perahu kita ada kemarin cuma bocor terus diperbaiki, bocor lagi. Dulu diperbaiki sama CSR perusahaan, tapi enggak sampai seminggu bocor lagi. Jadi, bahaya kalau dipakai ke tengah laut,” imbuhnya.
Atas kondisi itu, diakui Ivan, menghambat kinerja jajarannya dalam penanganan bencana di lapangan.
“Enggak jarang, walau sudah berupaya melakukan penanganan tapi hasilnya tidak memuaskan dan banyak diprotes masyarakat,” ujarnya.

Ivan berharap, ada peluang bagi BPBD bisa melakukan pengadaan sarana prasarana, seperti sinsaw, golok, dan gergaji manual tahun depan.
Kendati kerja sendiri atau gotong royong, menurut Ivan, tetap membutuhkan support anggaran. Paling tidak untuk anggaran operasional dan anggaran pemeliharaan sarana prasarana.
“Jadi, kalaupun ada sumber daya manusianya, personelnya tanpa didukung sarana prasarana ya sulit,” tandasnya. (Nc)


