channelinfo.id
  • Bisnis
  • Nasional
  • Internasional
  • Hukrim
  • Inspirasi
  • Pemerintah
  • Wanita
  • Cilegon
  • Kabupaten Serang
  • Banten
  • Pemkot Cilegon
  • Banjir
  • Robinsar
  • Bupati Serang
  • Wali Kota
  • Pemkab Serang
channelinfo.idchannelinfo.id
Font ResizerAa
  • Bisnis
  • Nasional
  • Internasional
  • Hukrim
  • Inspirasi
  • Pemerintah
  • Wanita
Search
  • Rubrik
    • Bisnis
    • Nasional
    • Internasional
    • Hukrim
    • Inspirasi
    • Pemerintah
    • Wanita
  • Redaksi
    • Tentang Kami
    • Disclaimer
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Iklan & Partnership
    • Syarat dan Ketentuan
Punya akun? Sign In
Follow US
© 2026 ChannelInfo.ID | Designed with ❤️ by Setiawan Chogah
Pemerintah

BPBD Kabupaten Serang Ngaku Kesulitan Tangani Bencana, Banyak Sarana Prasarana Rusak

Oleh: Redaksi
Terbit: 19 September 2025 - 12.18 WIB
Share
4 Min Read
Seorang petugas Damkar BPBD Kabupaten Serang berada di depan Mobil Damkar yang kondisinya rusak dan sudah usang di halaman Kantor BPBD Kabupaten Serang, Banten, Jalan Kitapa, Tamansari, Kota Serang, Kamis (18/9/2025).
channelinfo.id/– Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang mengaku kerap kesulitan dan terkendala saat menangani bencana di lapangan. Pasalnya, banyak sarana prasarana yang sudah usang dan rusak berat.
Adapun sarana prasaran yang rusak mulai dari Mobil Pemadam Kebakaran (Damkar) sebanyak 5 unit dari 8 unit kendaraan yang dimiliki BPBD. Kemudian, tenda darurat dan perahu karet bocor, Alat Pelindung Diri (APD) tidak memadai. Bahkan, ada salah satu gedung kesiapsiagaan bencana nyaris ambruk, dimana dindingnya sudah dipenuhi akar pohon serta atapnya bocor.
Kondisi itu dibenarkan Sekretaris BPBD Kabupaten Serang Ade Ivan Munasyah saat ditemui awak media di kantornya, Jalan Kitapa, Taman Sari, Kota Serang, Kamis (18/9/2025).
Diakui Ivan, banyak sarana prasarana untuk menunjang penanganan bencana di lapangan sudah tidak layak digunakan, mulai dari perahu karet, tenda darurat, mobil Damkar, hingga peralatan lainnya kondisinya sudah usang dan rusak berat, sehingga membuat jajarannya kesulitan dan menghambat proses penanganan bencana di lapangan. Dijelaskan Ivan, kerusakan sarana prasarana itu akibat tidak adanya anggaran untuk pemeliharaan. Apalagi, kata Ivan, saat ini di di Kabupaten Serang sedang memasuki kondisi cuaca ekstrem dan terjadi bencana di beberapa wilayah, seperti bencana angin puting beliung.
“Kita seringkali ngandalin pinjam pakai peralatan dari beberapa instansi lain melalui koordinasi yang diperkuat untuk menangani bencana,” keluhnya.
Bahkan, kata Ivan, bukan hanya peralatan yang rusak dan kurang, melainkan juga ada beberapa bangunan di BPBD yang kondisinya memprihatinkan, mulai dari atap bocor, hingga dinding bangunan keropos dan ditumbuhi akar pohon.
“Tidak ada anggaran khusus untuk pemeliharaan selama ini jadi kendala paling utama, sehingga kita tidak bisa melakukan pemeliharaan sarpras yang sudah ada,” tukasnya.
Ivan mencontohkan saat kejadian bencana kebakaran di wilayah Anyer, dimana petugas Damkar kebingungan karena mobil Damkar di Pos Damkar Anyer sudah banyak yang keropos efek air laut.
“Akhirnya, mereka pakai blarak pohon kelapa untuk pemadaman api,” bebernya.
Oleh karena itu, menurut Ivan, pihaknya perlu pengadaan sarana prasarana baru. Soalnya, kalau hanya untuk pemeliharaan saat ini anggaran yang dibutuhkan terlalu besar.
“Untuk merawat peralatan yang sudah usang biayanya lebih mahal dan bisa rusak lagi nantinya,” terangnya.
Saat ini, disebutkan Ivan, Mobil Damkar yang dimiliki BPBD ada delapan unit, tetapi hanya tiga unit saja yang bisa beroperasi, dimana dua di antaranya ada di Pos Damkar.
“Sisanya (Mobil Damkar-red) rusak dan keropos, karena usianya sudah 10 tahunan lebih,” ungkapnya.
Agar sarana prasarana awet, kata Ivan, harus ada pemeliharaan rutin tiap tahun. Semisal satu mobil untuk pemeliharaannya dianggarkan Rp60 juta. Untuk perahu, kata Ivan, bahkan saat ini sudah tidak ada di BPBD.
“Sebelumnya sempat ada (perahu-red) namun rusak mesinnya,” ujarnya.
Untuk mengantisipasi persoalan itu, kata Ivan, biasanya petugas mengupayakan pinjam pakai dari beberapa pihak yang dilibatkan, seperti Polairud, BPBD Provinsi, Basarnas hingga Dinas PUPR.
“Jadi, kita lebih ke personelnya saja yang dilibatkan, karena sarana prasarana kitanya seperti ini,” keluhnya.
“Perahu kita ada kemarin cuma bocor terus diperbaiki, bocor lagi. Dulu diperbaiki sama CSR perusahaan, tapi enggak sampai seminggu bocor lagi. Jadi, bahaya kalau dipakai ke tengah laut,” imbuhnya.
Atas kondisi itu, diakui Ivan, menghambat kinerja jajarannya dalam penanganan bencana di lapangan.
“Enggak jarang, walau sudah berupaya melakukan penanganan tapi hasilnya tidak memuaskan dan banyak diprotes masyarakat,” ujarnya.
Gedung Kesiapsiagaan Bencana di Kantor BPBD Kabupaten Serang yang nyaris ambruk

 

Ivan berharap, ada peluang bagi BPBD bisa melakukan pengadaan sarana prasarana, seperti sinsaw, golok, dan gergaji manual tahun depan.
Kendati kerja sendiri atau gotong royong, menurut Ivan, tetap membutuhkan support anggaran. Paling tidak untuk anggaran operasional dan anggaran pemeliharaan sarana prasarana.
“Jadi, kalaupun ada sumber daya manusianya, personelnya tanpa didukung sarana prasarana ya sulit,” tandasnya. (Nc)
TAGGED:bencanaBPBDDamkarKabupaten Serangmemprihatinkanrusaksarana prasaranatidak layak
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Copy Link
Previous Article Wakil Walikota Cilegon Ingatkan ASN Perhatikan Keluarga Agar Pelayanan ke Publik Sempurna
Next Article Ironis, Ibu Kota Belum Punya Kolam Renang Berstandar Nasional
- Advertisement -
Ad imageAd image
FacebookLike
XFollow
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
WhatsAppFollow
Terkini

Reuni Alumni Angkatan 2000 SMA Mekar Arum, Ajang Silaturahmi dan Mengenang Masa Indah

POPDA XII Banten 2026 di Cilegon Siap Memberikan Kesan Bagi Atlet, Venuenya Unik!

Sumbangan Bantu Korban Banjir, Anggota DPRD Fraksi NasDem Ingatkan BBWSCCC

Tak Hanya Logistik, Pemkab Serang Bantu Pemulihan Trauma Warga Terdampak Bencana

Perkuat Ketahanan Pangan, Desa Talagawarna Pabuaran Kembangkan Ayam Petelur

Kantor Pertanahan Kabupaten Serang Targetkan PTSL 9.031 Bidang Tanah di 2026

Antisipasi Kenaikan Harga Bahan Pokok Jelang Ramadan, TPID Cilegon Gelar HLM

Pengangguran di Cilegon Didominasi Lulusan SMK, Ini Reaksi Wakil Wali Kota!

DKBP3A, Klinik Ambon Era Medika, Muslimat NU, dan LPNU Bantu Korban Banjir di Cikande

Antisipasi Banjir Susulan, Pemkab Serang Bangun Kolam Retensi di Bumi Ketos Kibin

- Advertisement -
Ad imageAd image
Related News
Pemerintah

Hadiri Rakornis TMMD ke-127/2026, Najib: Ini Momentum Kuatkan Kewaspadaan Ketahanan

Olahraga Pemerintah

Sambut Atlet Paralympic Cilegon Peraih Emas ASEAN Paragames 2026 Thailand, Ini Pesan Robinsar!

Pemerintah

Longsor Akibat Hujan Deras, TPT di Kantor Kecamatan Ciomas Diperbaiki

Pemerintah

Banjir Carenang Hingga 2,5 Meter, Zakiyah Tinjau Pengungsi dan Beri Bantuan

Bisnis Pemerintah

2026 Pemerintah Alokasikan Kuota 350.000 Rusun Bagi MBR Program KPR FLPP

  • Quick Links:
  • Pemerintah
  • Cilegon
  • Kabupaten Serang
  • Bisnis
  • Banten
  • Pemkot Cilegon
  • Banjir
  • Robinsar
  • Bupati Serang
  • Wali Kota
  • Pemkab Serang
  • Ratu Rachmatuzakiyah
  • Bantuan
  • program
  • Pendidikan
channelinfo.id
Faktual, Terkini: Tetap terhubung dengan kabar terkini dan pembaruan langsung. Dari politik, teknologi, hiburan, hingga topik lainnya—kami hadir dengan liputan real-time yang bisa Anda andalkan, 24/7.
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Iklan & Partnership
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

2025 © ChannelInfo.ID | Designed with ❤️ by Setiawan Chogah