Channelinfo.id – Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Berkah Wali di Desa Walikukun, Kecamatan Carenang, Kabupaten Serang, Banten menanam jagung hibrida yang diharapkan dapat mendongkrak ketahanan pangan.
Direktur BUMDes Berkah Wali, Khairul Hadi mengatakan, pihaknya mengelola lahan yang ditanami jagung hibrida seluas 1,2 hektare. Hadi berharap, hasil panen bisa maksimal untuk meningkatkan taraf ekonomi di desanya. Saat ini, disebutkan Hadi, usia tanaman jagung terhitung 75 hari setelah tanam.
“Kita berencana dipanen setelah Hari Raya Idul Fitri,” ujarnya awak media channelinfo.id di kebunnya, Senin, (9/2/2026).
Hadi juga berharap, setelah panen jagung nanti bisa menjadi motivasi untuk kalangan BUMDes lain yang ada di wilayah Kecamatan Carenang.
“Ini kan tujuannya untuk mendongkrak ketahanan pangan di Indonesia, khususnya di Banten, terkhusus di Kabupaten Serang,” jelasnya.
Hadi tidak menampik, cuaca hujan yang terus menerus bisa menjadi kendala yang mengakibatkan panen jagung terhambat. Dengan kondisi iklim hujan terus menerus, menurut Hadi, bisa mengakibatkan jadwal panen jagung mundur yang seharusnya bisa dipanen pada 23 – 24 Februari. Soalnya, kondisi hujan menyebabkan jagung tidak kering di pohon karena tidak terkena sinar matahari.
“Makanya pertumbuhannya ada yang tidak rata,” terangnya..
Meski demikian, pihaknya sudah mengantisipasi itu dengan mengontrol kondisi tanaman jagung melalui pembersihan gulma, pupuk, serta vitamin untuk perbaikan tanaman jagung. (Ms/Nc)


