Channelinfo.id — Direktur Bank Pembangunan Daerah Banten (Perseroda) Tbk atau Bank Banten Muhammad Bushtami menegaskan bahwa Bank Jatim sebagai pemegang saham atau pengendali penuh kedua bukan untuk mengambil alih Bank Banten, melainkan untuk memperkuat fondasi Bank milik Pemprov Banten tersebut.
Ketegasan itu disampaikan Bushtami kepada awak media usai Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) di Aula Pendopo Gubernur Banten, Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Kota Serang, Jumat (28/11/2025).
Bushtami memastikan bahwa kehadiran Bank Jatim sebagai pemegang saham baru tidak menghilangkan posisi Pemprov Banten sebagai pemegang saham pengendali. Kata Bushtami, penguatan permodalan melalui skema Kelompok Usaha Bersama (KUB) dari Bank Jatim merupakan strategi yang sejalan dengan Peraturan OJK Nomor 12 Tahun 2020 mengenai konsolidasi bank umum.
“Bank Jatim sebagai pemegang saham tidak menyebabkan hilangnya posisi atau kewenangan Pemprov Banten sebagai pemegang saham pengendali Bank Banten,” tegas Bushtami.
Dijelaskan Bushtami, Bank Jatim berperan sebagai bank induk dalam konteks KUB, khususnya dalam aspek permodalan, likuiditas, dan peningkatan operasional. Kolaborasi itu tidak hanya menyangkut penguatan struktur keuangan, melainkan juga pengembangan sinergi bisnis dan layanan. Sebagai contoh sinergi yang sudah berjalan, disebutkan Bushtami, implementasi sistem Smart Hospital di RSUD Balaraja yang memanfaatkan dukungan digitalisasi dari Bank Jatim. Kerja sama tidak hanya berhenti pada permodalan, tetapi pihaknya sudah mulai menerapkan integrasi operasional melalui implementasi Smart Hospital di RSUD Balaraja.
“Ini akan terus kami manfaatkan untuk peningkatan layanan,” jelas Bushtami.
Terkait arah pengembangan Bank Banten, ditegaskan Bushtami, tetap berada dalam kesepakatan bersama para pemegang saham yang dituangkan secara detail dalam perjanjian kerja sama, tanpa mengurangi posisi Pemprov Banten sebagai pengendali utama. Bushtami berharap, kehadiran Bank Jatim mempercepat pemulihan kinerja bank, memperluas jejaring bisnis, serta meningkatkan kepercayaan pemerintah kabupaten/kota di Banten terhadap pengelolaan dana daerah.
“Bank Banten lahir di tanah Banten dan keberadaannya ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kolaborasi dengan Bank Jatim ini upaya memperkuat fondasi, bukan mengambil alihnya,” tegas Bushtami lagi. (Ms/Nc)


