Channelinfo.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon berencana segera membongkar pagar beton di wilayah Cikandan, Kota Cilegon yang terdampak banjir diduga akibat curah hujan tinggi selain air laut pasang.
Itu terungkap pada Rapat Penanganan Banjir dan Kesiapsiagaan Menghadapi Banjir di Aula Setda Kota Cilegon, Sabtu (3/1/2026). Rapat dipimpin langsung Wali Kota Cilegon Robinsar. Turut hadir Ketua DPRD Kota Cilegon Rizki Khairul Ichwan, Dandim 0623/Cilegon Letkol Inf Imam Buchori, Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkot Cilegon Ahmad Aziz Setia Ade Putra, serta Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait di lingkungan Pemkot Cilegon secara langsung maupun melalui zoom meeting.
Rapat digelar sebagai respons cepat atas bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kota Cilegon.
Plt Sekda Pemkot Cilegon Ahmad Aziz Setia Ade Putra menyampaikan bahwa penanganan banjir membutuhkan kolaborasi lintas pihak, termasuk keterlibatan dunia industri. Berdasarkan informasi yang diterima Aziz, banjir meluas di wilayahnya disebabkan curah hujan sangat tinggi, disertai pasangnya air laut.
“Jadi, diperlukan langkah cepat bersama para stakeholder, termasuk industri, seperti pembongkaran sebagian pagar beton di wilayah Ciwandan untuk mempercepat aliran air ke laut,” ujar Aziz.
Ditegaskan Aziz, pihaknya tidak hanya fokus pada penanganan warga terdampak, melainkan juga menyiapkan langkah antisipasi agar kejadian serupa tidak terulang. Selain memenuhi kebutuhan dasar masyarakat pascabencana, pihaknya juga sudah menyiapkan langkah pencegahan ke depan. Aziz juga mengapresiasi dukungan Palang Merah Indonesia (PMI), Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan perusahaan yang membantu logistik serta dapur umum bagi warga terdampak.
Sementara itu, Wali Kota Cilegon Robinsar dalam arahannya pada rapat menegaskan bahwa fokus pemerintahannya saat ini adalah penanganan dampak banjir serta langkah antisipasi ke depan. Banjir yang terjadi, kata Robinsar, sudah diprediksi berdasarkan informasi Badan Meteorologi Klimatologo dan Geofisika (BMKG) bahwa puncak musim hujan berada pada Januari. Namun, intensitas hujan yang tinggi sejak awal bulan membuat pihaknya harus bergerak cepat dalam mitigasi, evakuasi, serta evaluasi agar dampaknya tidak semakin meluas.
Robinsar juga menekankan pentingnya pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak banjir agar tidak terabaikan selama masa penanganan. Untuk itu, Robinsar mengimbau seluruh OPD, khususnya Dinas Sosial (Dinsos) dibantu PMI dan Baznas untuk memastikan masyarakat terdampak terpenuhi kebutuhan pangannya, sandangnya, serta pengobatannya, termasuk kehadiran layanan kesehatan di setiap titik evakuasi dan dapur umum.
Terkait kesiapan logistik, Robinsar meminta agar ketersediaan makanan dan layanan kesehatan dijamin untuk beberapa hari ke depan sesuai prediksi cuaca. Kata Robinsar, kebutuhan pangan harus dihitung secara matang dan dipastikan aman minimal untuk tiga hari ke depan, mengingat curah hujan sedang hingga tinggi masih berpotensi berlangsung, sehingga dapur umum dan layanan kesehatan harus benar-benar siap melayani masyarakat.
Selain penanganan darurat, Robinsar juga menginstruksikan agar melakukan evaluasi menyeluruh terhadap penyebab banjir, serta penguatan koordinasi lintas sektor, termasuk kawasan industri. Menurut Politisi Partai Golkar ini, mitigasi harus dilakukan secara terukur dan ilmiah.
“Saluran air dan jalur pembuangan ke laut perlu dievaluasi dan ditata secara sistematis, serta seluruh jajaran pemerintah harus terus hadir memberikan rasa aman, semangat, dan penguatan moral kepada masyarakat agar tetap optimistis menghadapi kondisi ini,” ujarnya. (Ms/Nc)



