Channelinfo.id – Curah hujan yang saat ini sedang tinggi di Banten, khususnya Kabupaten Serang menjadi perhatian serius Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Serang yang semakin memperkuat kesiapsiagaan kemanusiaan.
Demikian diungkapkan Ketua PMI Kabupaten Serang Fahmi Hakim usai acara Pelantikan Dewan Kehormatan dan Pengurus PMI Kabupaten Serang masa bakti 2025–2030 yang dipimpin langsung Ketua PMI Banten Ratu Tatu Chasanah di Gedung PMI Provinsi Banten, Kamis (22/1/2026).
Fahmi mengapresiasi seluruh pihak, khususnya Pemkab Serang atas sinergi dan dukungan berkelanjutan dalam kegiatan kemanusiaan. PMI Kabupaten Serang berkomitmen penuh mendukung visi dan misi Pemkab Serang sebagaimana tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), khususnya pada penguatan sektor kemanusiaan dan kesehatan masyarakat.
“Dengan jumlah penduduk Kabupaten Serang yang mencapai 1,2 juta jiwa tersebar di 29 kecamatan dan 326 desa, kehadiran PMI harus semakin dekat dan responsif terhadap masyarakat, baik dalam kondisi bencana maupun pelayanan sosial kemanusiaan,” terang Fahmi yang juga menjabat Ketua DPRD Banten ini.
Terkait potensi bencana, Fahmi menegaskan, curah hujan tinggi pada akhir dan awal tahun ini menjadi perhatian serius. Fahmi pun mengapresiasi revitalisasi infrastruktur pengendalian banjir yang berdampak pada berkurangnya genangan di wilayah Serang Timur dan Serang Utara.
Namun demikian, kata Fahmi, kewaspadaan harus tetap difokuskan di wilayah Serang Barat, khususnya kawasan Sindangheula yang daya tampung airnya sudah mendekati ambang batas.
“Kami terus berkoordinasi dengan Pemprov Banten dan BBWSC3 (Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau, Ciujung, Cidurian) untuk mengantisipasi potensi bencana agar risiko dapat diminimalkan,” ungkap politisi Partai Golkar ini.
Dalam periode kepengurusan PMI Kabupaten Serang saat ini, kata Fahmi, pihaknya mendorong transformasi digital pelayanan kemanusiaan, termasuk rencana penyediaan layanan darurat 24 jam berbasis sistem informasi.
“Jadi, kami sudah menargetkan konsolidasi relawan hingga tingkat RT dengan skema 10 relawan per RT guna memperkuat kesiapsiagaan masyarakat,” tandas mantan Ketua DPRD Kabupaten Serang ini.

Sementara itu, Ketua PMI Provinsi Banten Ratu Tatu Chasanah mengapresiasi suksesnya pelantikan pengurus PMI Kabupaten Serang periode 2025–2030. Kata Tatu, PMI memiliki mandat Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2018 untuk membantu pemerintah, terutama dalam penanganan bencana, penyediaan darah, dan pembinaan generasi muda. Menurut mantan Bupati Serang dua periode ini, PMI merupakan organisasi kemanusiaan yang kekuatannya terletak pada relawan.
“Oleh karena itu, dukungan sarana prasarana dan pelatihan relawan menjadi sangat penting agar respons kebencanaan dapat dilakukan secara cepat dan tepat,” terang Tatu.
Politisi Partai Golkar ini juga menekankan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat melalui pelatihan kebencanaan hingga tingkat RT, sehingga masyarakat tidak panik saat bencana terjadi. Tatu pun mengapresiasi kontribusi Unit Donor Darah (UDD) PMI Kabupaten Serang yang selama ini memasok kebutuhan darah bagi rumah sakit di Kabupaten Serang dan Provinsi Banten.
“Setetes darah adalah ikhtiar kemanusiaan untuk menyelamatkan nyawa. Karena itu, dukungan seluruh elemen, termasuk TNI, Polri, instansi pemerintah, dan dunia usaha sangat kami harapkan,” pungkas pejabat murah senyum ini. (Ms/Nc)



