channelinfo.id/ – Aksi unjuk rasa atau demo puluhan mahasiswa gabungan organisasi saat berlangsungnya Sidang Paripurna Istimewa Peringatan Hari Jadi ke-499 Kabupaten Serang, Rabu (8/10/2025) berlangsung ricuh.
Massa berhasil mendobrak pagar dan melewati hadangan ratusan personel kepolisian, termasuk melewati penjagaan personel Brimob Polda Banten yang dilengkapi peralatan anti huru hara dibantu petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) yang berjaga di depan pintu gerbang halaman Pemkab Serang hingga terjadi pengrusakan pagar serta pembakaran fasilitas lainnya, seperti pagar hingga karang bunga yang terpampang di depan gerbang dan dibakar di halaman menuju Pendopo.
Mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Banten dari beberapa kampus di Serang itu, menggelar aksinya sejak Sidang Paripurna dimulai sekira pukul 09.00 WIB dan mulai ricuh sekira pukul 11.00 WIB. Awalnya, demo berlangsung tertib hingga akhirnya massa mulai nekat mendorong gerbang dan merangsek masuk ke dalam halaman Pemkab mengarah Pendopo Bupati. Di Pendopo kembali terjadi kericuhan, beberapa massa aksi yang melakukan pengrusakan tampak diamankan pihak kepolisian.
Kondisi itu, membuat peserta undangan di ruangan sidang panik, dimana paripurna juga dihadiri Wakil Gubernur Banten Ahmad Dimyati Natakusumah beserta istri yang juga mantan Bupati Serang dua periode serta Ketua DPD PAN Banten Irna Narulita, para mantan Sekda, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan tokoh pemuda.

Sampai akhirnya, Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah didampingi suami yang juga selaku Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto, serta Ketua DPRD Kabupaten Serang Bahrul Ulum dan unsur pimpinan DPRD lain, juga sejumlah pejabat Pemkab Serang menemui massa aksi untuk berdialog.
Suasana interaksi antara jajaran Pemkab Serang dan mahasiswa awalnya sempat bersitegang, hingga akhirnya suasana cair ketika Zakiyah memberikan jawaban atas semua tuntutan massa yang membawa aspirasi masyarakat Kabupaten Serang dan berjanji segara menindaklanjutinya. Mulai dari aspirasi tuntutan kepada Pemkab Serang agar segera menuntaskan angka pengangguran dan memberantas praktik pungli di perusahaan hingga masalah sampah yang sampai saat ini dinilai belum ada solusi.
Massa juga menuntut Pemkab Serang melakukan pembenahan di berbagai sektor, terutama terkait kesejahteraan masyarakat dan transparansi anggaran.

Usai berdialog, situasi kembali kondusif dan massa aksi meninggalkan Kantor Pemkab Seranh dengan tertib. Tak berapa lama, aksi unjuk rasa kembali terjadi di dalam halaman Pemkab Serang. Kali ini belasan mahasiswa yang tergabung organisasi Mahasiswa Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) yang menyuarakan aspirasinya dengan tertib dengan membentangkan spanduk kritikan terhadap pemerintah. Aksi massa berlangsung tertib dan diemui langsung Ketua DPRD Kabupaten Serang Bahrul Ulum beserta jajaran dengan mendapatkan pengawalan dari aparat kepolisian. (Ms/Nc)


