Channelinfo.id – Dewan Kehormatan dan Pengurus Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Serang masa bakti 2025–2030 dilantik di Gedung Palang Merah Indonesia Provinsi Banten, Jalan Raya Serang – Jakarta KM 5, Kalodran, Kecamatan Walantaka, Kota Serang, Kamis (22/1/2026). Mereka akan menghadapi tiga tantangan besar ke depan berkaitan dengan pelayanan kemanusiaan.
Pelantikan dihadiri Ketua PMI Provinsi Banten Ratu Tatu Chasanah, Wakil Bupati Serang Muhammad Najib Hamas, Ketua PMI Kabupaten Serang Fahmi Hakim, serta perwakilan sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait di Kabupaten Serang.

“PMI ke depan menghadapi tiga tantangan besar yang harus dijawab secara bersama-sama,” ungkap Najib.
Tantangan pertama, disebutkan Najib, yakni penguatan kelembagaan PMI sebagai organisasi kemanusiaan yang benar-benar dipahami masyarakat sebagai rumah para relawan yang ikhlas dan siap siaga 24 jam membantu masyarakat, khususnya saat terjadi bencana. Tantangan kedua, sambung Najib, yakni penguatan kapasitas, dimana komposisi penduduk saat ini didominasi generasi milenial dan generasi Alfa yang pastinya mulai dari cara berpikir, berkomunikasi, dan memperoleh informasi juga sangat berbeda. Oleh karena itu, PMI harus mampu meningkatkan kapasitas dan keterampilan relawan, khususnya generasi muda agar menjadi kekuatan besar dalam pelayanan kemanusiaan.
Tantangan ketiga, lanjut Najib, yakni penguatan sinergi dan kolaborasi lintas sektor. Kata Najib, wilayah Kabupaten Serang yang luas tidak mungkin ditangani pemerintah daerah saja, melainkan harus berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov), TNI-Polri, tokoh masyarakat, dunia usaha, hingga partai politik.
“PMI harus hadir sebagai garda terdepan dalam membangun kesadaran kolektif bahwa potensi bencana bisa terjadi kapan saja dan di mana saja,” terang politisi PKS ini.
Najib pun mencontohkan bencana longsor di Kampung Cibodas, Kecamatan Padarincang yang diakibatkan cuaca ekstrem hingga menyebabkan ratusan warga harus mengungsi dan hingga kini masih menunggu hasil kajian teknis terkait keamanan wilayah. Menurut Najib, kekuatan PMI bukan hanya pada struktur kepengurusan, melainkan juga pada kapasitas relawan yang tersebar hingga ke tingkat desa.
“Dengan lebih dari 320 desa di Kabupaten Serang, PMI diharapkan menjadi bagian tak terpisahkan dari proses pelayanan Pemerintah Daerah,” harap mantan Anggota DPRD Banten ini.

Sementara itu, Ketua PMI Kabupaten Serang Fahmi Hakim menyambut antusias dukungan kegiatan kemanusiaan dari Pemkab Serang selama ini. Fahmi pun menegaskan, pihaknya siap mendukung visi dan misi Pemkab Serang sebagaimana tertuang pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), khususnya dalam penguatan sektor kemanusiaan dan kesehatan. Menurut Fahmi, PMI harus hadir kapanpun dan di manapun masyarakat membutuhkan, baik dalam kondisi bencana maupun persoalan sosial kemasyarakatan.
“Dengan jumlah penduduk lebih dari 1,2 juta jiwa di 29 kecamatan dan 326 desa, kehadiran PMI di tengah masyarakat menjadi sebuah keharusan,” ujar politisi Partai Golkar ini.
Fahmi juga menekankan pentingnya transformasi digital dalam pelayanan PMI, seiring meningkatnya peran generasi muda dan perkembangan teknologi. Fahmi berharap, ke depan PMI Kabupaten Serang memiliki sistem layanan darurat berbasis digital yang dapat diakses masyarakat selama 24 jam. Selain itu, PMI Kabupaten Serang juga berencana melakukan konsolidasi relawan hingga tingkat RT, dengan target 10 relawan di setiap RT guna memperkuat kesiapsiagaan menghadapi bencana dan pelayanan kemanusiaan.
Fahmi juga mengungkapkan bahwa pembangunan Gedung PMI Kabupaten Serang direncanakan mulai tahun ini, dengan dukungan dana hibah dari Pemkab Serang serta bantuan dari PMI Provinsi Banten senilai Rp2 miliar. Pihaknya juga terus memperkuat kemitraan dengan TNI, Polri, dunia usaha, dan seluruh komponen masyarakat.
“Alhamdulillah, PMI Kabupaten Serang mampu memberikan kontribusi besar dalam pelayanan UDD (Unit Donor Darah), bahkan sekitar 50 persen kebutuhan darah rumah sakit di Provinsi Banten dipasok dari UDD PMI Kabupaten Serang,” ungkap Fahmi yang juga menjabat Ketua DPRD Banten ini.
Fahmi menambahkan bahwa setetes darah merupakan ikhtiar kemanusiaan untuk menyelamatkan nyawa sesama, sejalan dengan tujuh prinsip dasar PMI yang menjadi landasan pengabdian organisasi. (Ms/Nc)



