channelinfo.id
  • Bisnis
  • Nasional
  • Internasional
  • Hukrim
  • Inspirasi
  • Pemerintah
  • Wanita
  • Kabupaten Serang
  • Cilegon
  • Banten
  • Pemkot Cilegon
  • Robinsar
  • Bupati Serang
  • Banjir
  • Ratu Rachmatuzakiyah
  • Wali Kota
channelinfo.idchannelinfo.id
Font ResizerAa
  • Bisnis
  • Nasional
  • Internasional
  • Hukrim
  • Inspirasi
  • Pemerintah
  • Wanita
Search
  • Rubrik
    • Bisnis
    • Nasional
    • Internasional
    • Hukrim
    • Inspirasi
    • Pemerintah
    • Wanita
  • Redaksi
    • Tentang Kami
    • Disclaimer
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Iklan & Partnership
    • Syarat dan Ketentuan
Punya akun? Sign In
Follow US
© 2026 ChannelInfo.ID | Designed with ❤️ by Setiawan Chogah
Bisnis

Dorong Perekonomian Nasional, OJK Perkuat Pengembangan Industri Keuangan Syariah

Oleh: Redaksi
Terbit: 5 November 2025 - 15.44 WIB
Share
8 Min Read

Channelinfo.id– Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus berupaya memperkuat pengembangan industri keuangan syariah nasional melalui berbagai inisiatif strategis di semua industri seperti perbankan, pasar modal, asuransi dan pindar yang diharapkan semakin mendorong perekonomian nasional dan kesejahteraan masyarakat.

Selasa (4/11/2025) OJK menggelar Indonesia Islamic Finance Summit (IIFS) 2025 yang mencakup Pertemuan Tahunan Perbankan Syariah, Sarasehan Sektoral Keuangan Syariah, dan beberapa side event tematik.

Di industri perbankan syariah, OJK berkomitmen mewujudkan industri perbankan syariah yang resilient dan berdaya saing, sekaligus berkontribusi secara signifikan bagi perekonomian nasional dan kemaslahatan masyarakat. Hal itu sejalan dengan visi yang tertuang pada Roadmap Pengembangan dan Penguatan Perbankan Syariah Indonesia (RP3SI) 2023-2027.

“Peningkatan skala usaha dan economic of scale perbankan syariah ini prasyarat untuk menguatkan peran perbankan syariah dalam keuangan nasional,” ujar Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae dalam sambutannya pada acara bertemakan ‘Aktualisasi Penguatan Perbankan Syariah dalam Mendukung Ekosistem Halal Nasional’ itu.

Kata Dian, beberapa tahun terakhir OJK mengeluarkan sejumlah kebijakan untuk mengembangkan perbankan syariah secara lebih mendasar. Antara lain melalui peningkatan peran perbankan syariah dalam pengembangan UMKM, serta peningkatan literasi dan inklusi keuangan syariah.

Baca Juga

Dukung Gerakan Indonesia ASRI, IKPP Serang Gelar Aksi Bersih-bersih Lingkungan di Kragilan
Trafik Data Meroket, Jaringan #LebihBaikIndosat Tangguh Layani Pemudik
Libur Idul Fitri, Kunjungan ke Wisata Anyer-Cinangka Diprediksi Meningkat
Sambut Ramadan, Indah Kiat Buka Bazar Minyak Goreng Subsidi di 2 Desa Kragilan

“Kita juga sudah menyusun roadmap, kita sudah mengeluarkan POJK spin-off, kita akan jadikam bank syariah lebih inklusif, menjadi milik bangsa dan rakyat Indonesia secara keseluruhan,” jelasnya.

OJK juga, lanjut Dian, sudah membentuk Komite Pengembangan Keuangan Syariah (KPKS) sebagai upaya penguatan koordinasi dan kolaborasi lintas pemangku kepentingan, agar pelaksanaan prinsip-prinsip syariah dalam sektor jasa keuangan dapat dijalankan secara konsisten dan terukur. Di saat yang bersamaan, kehadiran KPKS diharapkan dapat mengakselerasi pengembangan keuangan syariah nasional.

Baca Juga

Sedimentasi Sungai Ciujung Akibat Banjir, SCTK Pastikan Pasokan Air Bersih Normal
Tumbuhkan Minat Investasi dan Optimalkan Aset Pelabuhan, PCM Gandeng Krakatau Group
Status LBS Jadi LP2B Hambat Developer di Banten Kembangkan Bisnis Properti
BUMDes Walikukun Carenang Tanam Jagung Hibrida Dongkrak Ketahanan Pangan

Pada acara tersebut, dilakukan pula penyerahan hasil Kode Etik Bankir Syariah yang dibuat Ikatan Bankir Indonesia (IBI) kepada Asosiasi Bank Syariah Indonesia (ASBISINDO) dan Himpunan Bank Perekonomian Rakyat Syariah Seluruh Indonesia (HIMBARSI).

- Advertisement -
Ad imageAd image

Kode etik itu menjadi pedoman moral dan tata kelola bagi pelaku industri untuk memastikan praktik usaha yang berintegritas dan sesuai prinsip syariah. OJK juga meluncurkan tiga pedoman produk syariah baru, yaitu Salam, Istishna’ dan Multijasa yang memperkuat karakteristik dan keunikan produk syariah sekaligus memperluas pembiayaan sektor riil. Pedoman itu melengkapi enam pedoman produk yang telah diterbitkan sebelumnya, termasuk Cash Waqf Linked Deposit (CWLD) dan Sharia Restricted Investment Account (SRIA), hasil sinergi OJK dengan DSN-MUI, IAI, asosiasi, dan pelaku industri.

PVML Syariah
Pada Bidang Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML) Syariah, OJK berkomitmen mendorong pengembangan PVML Syariah agar semakin menjangkau seluruh lapisan masyarakat, termasuk UMKM dan masyarakat yang belum terlayani lembaga keuangan formal.

Kepala Eksekutif PVML OJK Agusman dalam sambutannya mengatakan, kegiatan Sarasehan Bidang PVML Syariah merupakan upaya penguatan aspek tata kelola dan manajemen risiko di industri PVML yang dinilai penting untuk memastikan keberlangsungan bisnis dan aspek pelindungan konsumen.

“PVML syariah ini diharapkan dapat bertumbuh menjadi industri yang amanah dan memberikan kebermanfaatan bagi masyarakat,” harap Agusman.

Baca Juga

Perkuat Ketahanan Pangan, Desa Talagawarna Pabuaran Kembangkan Ayam Petelur
Akses KPR Ditolak Bank, Platform Miliki Rumah Indonesia Jadi Solusi Bagi Konsumen
Temu Pengurus dan Anggota, DPD REI Banten Kejar Target Bangun 12 Ribu Rumah di 2026
2026 Pemerintah Alokasikan Kuota 350.000 Rusun Bagi MBR Program KPR FLPP

Acara sarasehan juga mendiskusikan isu-isu yang dihadapi industri PVML Syariah dan upaya yang perlu dilakukan untuk memperkuat dan mengembangkan industri ini.

Dari diskusi tersebut, ada beberapa hal yang perlu untuk ditindaklanjuti, antara lain:

1. Diperlukan komitmen bersama dari seluruh stakeholders (asosiasi, industri, pemegang saham, pengurus, dan DPS) dalam pengembangan PVML Syariah.

2. LJK PVML syariah harus amanah dalam penerapan manajemen risiko dan tata kelola yang baik.

3.PerlunyapenyusunanroadmapdalamrangkapengembangandanpenguatanPVML Syariah dengan dukungan dan masukan dari asosiasi dan industri PVML Syariah

Bidang IAKD Syariah
Pada Bidang Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital dan Aset Kripto (IAKD) syariah, OJK mendorong pengembangan keuangan syariah dengan memanfaatkan inovasi teknologi di sektor keuangan.

“Dengan pendekatan inovatif berbasis digital yang sesuai prinsip syariah, maka dapat membuka peluang baru bagi inklusi keuangan dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” tutur Kepala Eksekutif Bidang IAKD OJK Hasan Fawzi dalam sambutannya pada Sarasehan Bidang IAKD dengan topik ‘Shaping the Future of Islamic Finance with Digital Innovation Real World Asset Tokenization and Crypto Asset’ ini.

OJK secara aktif membuka ruang bagi hadirnya model bisnis sharia-compliant, memperkuat prinsip-prinsip syariah, serta mendorong kolaborasi antara pelaku industri dan otoritas syariah seperti DSN-MUI. Dukungan itu difasilitasi dengan adanya mekanisme sandbox yang diatur melalui POJK Nomor 3 Tahun 2024 tentang Penyelenggaraan Inovasi Teknologi Sektor Keuangan.

Sebagai negara dengan populasi muslim terbesar di dunia, lanjut Hasan, Indonesia menghadapi urgensi untuk memastikan kepastian hukum dan pedoman syariah terkait aset kripto. Saat ini, ketentuan syariah terkait aset kripto masih merujuk pada Ijtima Ulama Komisi Fatwa MUI Tahun 2021 yang menetapkan bahwa penggunaan kripto sebagai mata uang tidak diperbolehkan, namun aset kripto yang memiliki underlying dan manfaat jelas dapat diperdagangkan.

Selain itu, teknologi blockchain dan smart contract dalam pengembangan keuangan syariah juga mendukung keuangan syariah, baik dalam bentuk tokenisasi aset wakaf, zakat, maupun instrumen pembiayaan mikro syariah. Teknologi blockchain dan smart contract berpotensi memperkuat transparansi, efisiensi, dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana sosial umat Islam.

Teknologi blockchain, khususnya penerapan tokenisasi aset riil atau Real World Asset Tokenization (RWA) memungkinkan aset seperti emas, properti, atau sukuk diubah menjadi token digital yang dapat dimiliki secara fraksional oleh masyarakat luas, dengan tingkat transparansi dan keamanan yang tinggi.

Bidang PPDP Syariah
Pada Bidang Perasuransian, Penjaminan dan Dana Pensiun (PPDP) Syariah, Kepala Departemen Pengaturan dan Pengembangan Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK Retno Wulandari menyampaikan bahwa pihaknya terus mendorong penguatan ekosistem bidang PPDP syariah melalui peningkatan literasi, inklusi, dan kolaborasi lintas lembaga. Dengan literasi yang lebih baik, masyarakat dapat lebih percaya diri memanfaatkan produk asuransi, penjaminan, dan dana pensiun syariah yang memberikan perlindungan dan kebermanfaatan jangka panjang.

“PPDP Syariah perlu fokus pada pengembangan produk khas syariah yang berbasis nilai ibadah seperti zakat, wakaf, dan sedekah, serta membangun diferensiasi yang kuat terhadap produk konvensional,” ujar Retno.

Bidang PMDK Syariah

Pada Bidang Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon (PMDK) Syariah OJK menggelar dua kegiatan, yakni Workshop Sukuk Daerah Untuk Pembangunan Jawa Timur yang Berkelanjutan untuk memperkuat pemahaman pemerintah daerah mengenai potensi dan mekanisme penerbitan Sukuk Daerah sebagai salah satu alternatif sumber pendanaan pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan.

Berikutnya, Workshop Series serta Kegiatan Business Matching ‘Pengembangan Aset Wakaf Melalui Pasar Modal Syariah’ untuk meningkatkan kesadaran (awareness) dan pemahaman para nazhir (pengelola wakaf), pengurus Badan Wakaf Indonesia (BWI), serta perwakilan Kementerian Agama terhadap berbagai instrumen pasar modal syariah. (Nc)

TAGGED:Industri Keuangan Syariahinklusi keuanganOJKPerekonomian
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Copy Link
Previous Article Polemik Jubir DPRD Kabupaten Serang, Ketua BK: Tidak Etis Menyalahkan Pendapat
Next Article OJK Sasar Generasi Muda Perkuat Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah
- Advertisement -
Ad imageAd image
FacebookLike
XFollow
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
WhatsAppFollow
Terkini

Pasca Lebaran, Disdukcapil Kabupaten Serang Waspadai Lonjakan Urbanisasi

BPTD Pakupatan Bakal Gelar Ramp Check Pastikan Angkutan Lebaran Laik Jalan

Kantah Kabupaten Serang Serahkan Sertipikat Program PTSL 2026 Pertama di Mancak

Reses Ketua Fraksi PAN DPRD Desi Ferawati, Aspirasi Didominasi Persoalan Infrastruktur

Rumah Roboh Telan Korban Jiwa di Ciruas, Ratu Zakiyah Intruksikan Data Ulang Rutilahu

Investasi Melonjak, Ratu Zakiyah Raih Penghargaan Ekbispar Award 2026

Pemkot Cilegon Salurkan Dana Bergulir ke 48 Wirausaha Baru Mitra Binaan

Gagas Puskesmas Terapung, Kang Ibbin Raih Penghargaan Ekbispar Award 2026

Disperindag Cilegon Sidak 14 SPBU, Periksa Keakuratan Takaran BBM Jelang Mudik Lebaran

Kebiasaan Minum Air Teh Setelah Makan? Ini Dampaknya Bagi Kesehatan!

- Advertisement -
Ad imageAd image
Related News
Bisnis Pemerintah

Jaga Kesehatan Pegawai, BPRSCM Gandeng Puskesmas Jombang Gelar MCU

Bisnis

Toserba ke-4 Riana Collection Launching di Pabuaran, Penuhi Kebutuhan Fashion Keluarga

Bisnis Hukrim

OJK Serahkan 2 Tersangka Tindak Pidana Jasa Keuangan ke Kejaksaan, Sempat Kabur ke Qatar

Bisnis Pemerintah

Iuran Rp16.800 Per Bulan, UMKM di Cilegon Dapat Jaminan Kecelakaan Kerja dan Kematian

Bisnis

Perkuat Aspek Penerapan Tata Kelola dan Pengawasan SRO, OJK Terbitkan POJK 31/2025

  • Quick Links:
  • Pemerintah
  • Kabupaten Serang
  • Cilegon
  • Bisnis
  • Banten
  • Pemkot Cilegon
  • Robinsar
  • Bupati Serang
  • Banjir
  • Ratu Rachmatuzakiyah
  • Wali Kota
  • Pemkab Serang
  • Bantuan
  • program
  • Pendidikan
channelinfo.id
Faktual, Terkini: Tetap terhubung dengan kabar terkini dan pembaruan langsung. Dari politik, teknologi, hiburan, hingga topik lainnya—kami hadir dengan liputan real-time yang bisa Anda andalkan, 24/7.
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Iklan & Partnership
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

2025 © ChannelInfo.ID | Designed with ❤️ by Setiawan Chogah