channelinfo.id
  • Bisnis
  • Nasional
  • Internasional
  • Hukrim
  • Inspirasi
  • Pemerintah
  • Wanita
  • Cilegon
  • Kabupaten Serang
  • Banten
  • Pemkot Cilegon
  • Banjir
  • Robinsar
  • Bupati Serang
  • Wali Kota
  • Pemkab Serang
channelinfo.idchannelinfo.id
Font ResizerAa
  • Bisnis
  • Nasional
  • Internasional
  • Hukrim
  • Inspirasi
  • Pemerintah
  • Wanita
Search
  • Rubrik
    • Bisnis
    • Nasional
    • Internasional
    • Hukrim
    • Inspirasi
    • Pemerintah
    • Wanita
  • Redaksi
    • Tentang Kami
    • Disclaimer
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Iklan & Partnership
    • Syarat dan Ketentuan
Punya akun? Sign In
Follow US
© 2026 ChannelInfo.ID | Designed with ❤️ by Setiawan Chogah
Pemerintah

Inflasi di Banten Lebih Tinggi dari Nasional, BI Tekankan Antisipasi 3 Tantangan Utama

Oleh: Redaksi
Terbit: 30 Oktober 2025 - 09.58 WIB
Share
4 Min Read
Sejumlah pejabat BI, Pemprov Banten, dan Pemkab Tangerang uji coba alat mesin pertanian di lahan sawah pada acara Peresmian GNPIP 2025 Banten di Desa Marga Mulya, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Banten, Rabu (29/10/2025).
Channelinfo.id – Inflasi di Provinsi Banten hingga pertengahan Oktober tahun ini di angka 2,31 persen atau masih berada dalam target nasional, dengan pertumbuhan ekonomi mencapai 5,3 persen atau lebih tinggi dari rata-rata nasional yang berada di 5,1 persen.
Demikian diungkapkan Kepala Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Provinsi Banten Ameriza M Moesa pada acara Peresmian Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) 2025 Banten di Desa Marga Mulya, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, Rabu (29/10/2025).
Acara bertemakan ‘Peningkatan Produktivitas Pertanian Melalui Penguatan Prasarana dan Pemanfaatan Teknologi untuk Menjaga Stabilitas Harga dan Ketahanan Pangan Nasional’ itu dihadiri pejabat dari sejumlah OPD terkait di Pemprov Banten.
Kepala KPw BI Banten Ameriza M Moesa mengatakan, pihaknya ingin mendorong peningkatan produktivitas pertanian melalui penguatan sarana dan prasarana serta pemanfaatan teknologi. Gerakan tersebut tidak hanya bertujuan menjaga stabilitas harga, melainkan juga meningkatkan kesejahteraan petani.
“Alhamdulillah, Inflasi di Banten saat ini masih terkendali di angka 2,31 persen atau masih berada dalam target nasional dan pertumbuhan ekonominya mencapai 5,3 persen atau lebih tinggi dari rata-rata nasional yang berada di 5,1 persen,” ungkapnya.
Atas kondisi itu, Ameriza menekankan untuk mengantisipasi tiga tantangan utama, yakni keterbatasan lahan pertanian akibat alih fungsi lahan, biaya distribusi yang tinggi, serta perubahan iklim yang berdampak pada pola produksi. Oleh karena itu, menurut Ameriza, peningkatan produktivitas dan kelancaran distribusi menjadi kunci menjaga ketahanan pangan daerah. Ameriza juga memperkenalkan konsep ‘4K’, yakni Keterjangkauan harga, Ketersediaan pasokan, Kelancaran distribusi, dan Komunikasi efektif.
“Bank Indonesia bersama Dinas Pertanian dan pemerintah daerah terus menjalankan program konkret, di antaranya melaksanakan 462 kali Gerakan Pangan Murah di seluruh wilayah Banten,” ujarnya.
Ameriza juga mendorong kerja sama antar daerah untuk pasokan komoditas strategis seperti beras, ayam, telur, dan ikan, dan juga mengsubsidi angkutan guna memperlancar distribusi, serta mengadakan pelatihan dan capacity building bagi petani agar mampu beradaptasi dengan praktik pertanian modern berbasis teknologi.
“Kami ingin mendorong lahirnya petani milenial yang bisa mengelola pertanian dengan teknologi digital. Dengan cara kerja baru yang lebih efisien, hasil pertanian akan meningkat dan sektor ini kembali diminati generasi muda,” tandasnya.
Sementara itu, Asisten Daerah (Asda) Pemkab Tangerang Bidang Administrasi Umum Firzada Mahalli menyambut antusias kolaborasi BI Banten ldalam menjaga kestabilan harga pangan serta meningkatkan kesejahteraan petani. Menurut Firzada, GNPIP merupakan bagian penting dari upaya nasional menjaga ketersediaan, keterjangkauan, dan kestabilan harga pangan. Gerakan ini sejalan dengan arah pembangunan nasional yang menempatkan sektor pertanian sebagai fokus utama. Menurut Firzada, peningkatan produktivitas pertanian akan berdampak positif terhadap kestabilan harga dan kesejahteraan petani.
“Hasil panen yang meningkat membuat harga pangan lebih stabil dan terjangkau bagi masyarakat, sekaligus mendorong daya beli petani serta ekonomi lokal,” ujarnya.
Firzada berharap, sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, lembaga keuangan, dan masyarakat dapat terus diperkuat untuk mewujudkan kemandirian pangan dan ketahanan ekonomi daerah sebagai bagian dari langkah menuju Indonesia Maju 2045.(Ms/Nc)
TAGGED:Bank IndonesiaBantenBIGNPIPinflasiKabupaten TangerangMaukPanganPertanian
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Copy Link
Previous Article ORI Sasar 27.140 Anak Usia 1-9 Tahun di Wilayah Terdampak Campak dan Rubela di Cilegon
Next Article PMI Banten Targetkan Donor Darah Jadi Lifestyle Generasi Muda
- Advertisement -
Ad imageAd image
FacebookLike
XFollow
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
WhatsAppFollow
Terkini

Reuni Alumni Angkatan 2000 SMA Mekar Arum, Ajang Silaturahmi dan Mengenang Masa Indah

POPDA XII Banten 2026 di Cilegon Siap Memberikan Kesan Bagi Atlet, Venuenya Unik!

Sumbangan Bantu Korban Banjir, Anggota DPRD Fraksi NasDem Ingatkan BBWSCCC

Tak Hanya Logistik, Pemkab Serang Bantu Pemulihan Trauma Warga Terdampak Bencana

Perkuat Ketahanan Pangan, Desa Talagawarna Pabuaran Kembangkan Ayam Petelur

Kantor Pertanahan Kabupaten Serang Targetkan PTSL 9.031 Bidang Tanah di 2026

Antisipasi Kenaikan Harga Bahan Pokok Jelang Ramadan, TPID Cilegon Gelar HLM

Pengangguran di Cilegon Didominasi Lulusan SMK, Ini Reaksi Wakil Wali Kota!

DKBP3A, Klinik Ambon Era Medika, Muslimat NU, dan LPNU Bantu Korban Banjir di Cikande

Antisipasi Banjir Susulan, Pemkab Serang Bangun Kolam Retensi di Bumi Ketos Kibin

- Advertisement -
Ad imageAd image
Related News
Pemerintah

Hadiri Rakornis TMMD ke-127/2026, Najib: Ini Momentum Kuatkan Kewaspadaan Ketahanan

Olahraga Pemerintah

Sambut Atlet Paralympic Cilegon Peraih Emas ASEAN Paragames 2026 Thailand, Ini Pesan Robinsar!

Pemerintah

Longsor Akibat Hujan Deras, TPT di Kantor Kecamatan Ciomas Diperbaiki

Pemerintah

Banjir Carenang Hingga 2,5 Meter, Zakiyah Tinjau Pengungsi dan Beri Bantuan

Bisnis Pemerintah

2026 Pemerintah Alokasikan Kuota 350.000 Rusun Bagi MBR Program KPR FLPP

  • Quick Links:
  • Pemerintah
  • Cilegon
  • Kabupaten Serang
  • Bisnis
  • Banten
  • Pemkot Cilegon
  • Banjir
  • Robinsar
  • Bupati Serang
  • Wali Kota
  • Pemkab Serang
  • Ratu Rachmatuzakiyah
  • Bantuan
  • program
  • Pendidikan
channelinfo.id
Faktual, Terkini: Tetap terhubung dengan kabar terkini dan pembaruan langsung. Dari politik, teknologi, hiburan, hingga topik lainnya—kami hadir dengan liputan real-time yang bisa Anda andalkan, 24/7.
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Iklan & Partnership
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

2025 © ChannelInfo.ID | Designed with ❤️ by Setiawan Chogah