channelinfo.id/– Pemerintah Kota (Pemkot) Serang fokus melakukan penjajakan peluang kerja sama dengan beberapa perusahaan dari Tiongkok. Wali Kota Serang Budi Rustandi pun menjamin akan memberikan kemudahan dan membuka pintu bagi investasi asing, hingga menjamin tidak ada praktik pungutan liar (Pungli) untuk menciptakan iklim investasi yang baik di wilayahnya.
Belum lama ini, Budi mendapat undangan resmi dari Wali Kota Hangzhou, China untuk penandatanganan kerja sama antar negara, khususnya bidang budaya, pariwisata, keagamaan, UMKM, perdagangan hingga industri. Sambil menunggu investasi masuk, Budi juga saat ini sedang melakukan pembenahan perizinan secara menyeluruh, khususnya terhadap muatan lokal lebih spesifik ketika ada investor asing yang berinvestasi melalui Penanaman Modal Asing (PMA).
Informasi yang dihimpun, Pemkot Serang juga menghentikan PT Jaya Dinasty Indonesia (JDI) milik investor Tiongkok yang aktivitas proyek pembangunan kawasan industrinya dihentikan sementara, karena beberapa syarat perizinan di daerah belum terpenuhi.
“Untuk mengurangi angka pengangguran di Kota Serang, kami akan memberikan kemudahan dan membuka pintu investasi asing, hingga jaminan tidak ada praktik Pungli untuk menciptakan iklim investasi yang baik,” tegasnya.
Salah satunya, disebutkan Budi, pihaknya sedang menjajaki kerja sama dan menarik investor dari Tiongkok agar ke depan bisa menyerap tenaga kerja lokal dan mendongkrak perekonomian daerah. Budi menegaskan, pihaknya terbuka dan siap menyambut investor serta memberikan dukungan penuh untuk menjadikan investasi berkelanjutan. Budi juga mengaku masih melakukan komunikasi dengan investor Tiongkok, sambil membenahi kepengurusan perizinan agar sesuai aturan.
“Nanti sambil berjalan, karena prosesnya tidak mudah. Saya yakin investasi ini mampu membawa dampak besar bagi masyarakat Kota Serang,” ujar mantan Ketua DPRD Kota Serang ini.
Rencana investasi dari Tiongkok, kata Budi, merupakan bagian dari kerja sama tingkat tinggi antara Presiden RI Prabowo Subianto dengan Presiden China Xi Jinping.
“Makanya, kita perlu juga mendukung dan sekali lagi ini untuk masyarakat,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kota Serang Moch Poppy Nopriadi menambahkan, banyak investasi besar yang masuk ke Kota Serang dan berpotensi membuka banyak lapangan kerja baru. Kendati demikian, Poppy belum bisa dipastikan jumlah tenaga kerja yang akan terserap lantaran masih menunggu kepastian jenis investasi yang masuk.
“Kalau disebut bisa, tentu bisa. Cuma saya tidak tahu angka signifikannya seperti apa. Karena saya tidak tahu perusahaannya apa, bergeraknya di bidang apa, dan tenaga kerja seperti apa yang dibutuhkan,” terangnya.
Untuk itu, Poppy mengimbau agar masyarakat Kota Serang mempersiapkan kompetensi diri untuk bersaing di dunia industri. Soalnya, lanjut Poppy, keterampilan dan latar belakang pendidikan akan menjadi faktor penting dalam penyerapan tenaga kerja.
“Apalagi kalau industrinya bergerak di bidang berat seperti kimia, tentu tidak bisa sembarang merekrut orang,” pungkasnya. (Nc)


