channelinfo.id
  • Bisnis
  • Nasional
  • Internasional
  • Hukrim
  • Inspirasi
  • Pemerintah
  • Wanita
  • Kabupaten Serang
  • Cilegon
  • Banten
  • Pemkot Cilegon
  • Robinsar
  • Bupati Serang
  • Banjir
  • Ratu Rachmatuzakiyah
  • Wali Kota
channelinfo.idchannelinfo.id
Font ResizerAa
  • Bisnis
  • Nasional
  • Internasional
  • Hukrim
  • Inspirasi
  • Pemerintah
  • Wanita
Search
  • Rubrik
    • Bisnis
    • Nasional
    • Internasional
    • Hukrim
    • Inspirasi
    • Pemerintah
    • Wanita
  • Redaksi
    • Tentang Kami
    • Disclaimer
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Iklan & Partnership
    • Syarat dan Ketentuan
Punya akun? Sign In
Follow US
© 2026 ChannelInfo.ID | Designed with ❤️ by Setiawan Chogah
Kesehatan

Kebiasaan Minum Air Teh Setelah Makan? Ini Dampaknya Bagi Kesehatan!

Oleh: Redaksi
Terbit: 6 Maret 2026 - 07.03 WIB
Share
5 Min Read

Channelinfo.id– Minum teh setelah makan terasa seperti kebiasaan yang tidak perlu dipikir panjang. Rasanya segar, apalagi setelah menyantap makanan berat. Namun, justru kebiasaan kecil seperti inilah yang sering luput dari perhatian. Padahal,  dampaknya cukup besar bagi kesehatan, terutama dalam penyerapan zat besi.

Teh mengandung senyawa alami seperti tanin dan polifenol. Senyawa ini berkaitan dengan zat besi, khususnya zat besi non-heme yang berasal dari sumber nabati seperti bayam, kangkung, kacang-kacangan, tahu, dan tempe. Ketika teh diminum bersamaan atau terlalu dekat dengan waktu makan, maka zat besi menjadi lebih sulit diserap di usus. Artinya, walaupun seseorang sudah makan sayur atau sumber zat besi lain, tubuh belum tentu mendapatkan manfaat optimal jika langsung disertai teh.

Zat besi berperan penting dalam pembentukan hemoglobin (Hb) atau bagian dari sel darah merah yang membawa oksigen ke seluruh tubuh. Jika kadar Hb rendah akibat kekurangan zat besi, terjadilah anemia defisiensi besi. Gejalanya sering dianggap sepele, yakni mudah lelah, pusing, pucat, sulit fokus dan bahkan mengantuk. Itulah yang membuat anemia berbahaya karena sering tidak disadari sejak awal.

Remaja putri merupakan kelompok yang paling rentan. Selain sedang dalam masa pertumbuhan, mereka juga mengalami menstruasi setiap bulan yang meningkatkan kebutuhan zat besi. Jika pola makan kurang beragam dan kebiasaan minum teh setelah makan terus dilakukan, maka risiko gangguan penyerapan zat besi menjadi lebih besar.

Yang sering dilupakan, interaksi itu tidak hanya terjadi pada makanan sehari-hari, tetapi juga ketika mengonsumsi Suplemen Tablet Tambah Darah (TTD).

Baca Juga

Lindungi Kesehatan Warga, Pemkot Cilegon Kover 100.220 PBI BPJS dan Siapkan Klinik
Dikeluhkan Pasien PBI BPJS Soal Layanan, Begini Penjelasan dari RSDP Serang!
Jaga Kesehatan Pegawai, BPRSCM Gandeng Puskesmas Jombang Gelar MCU
Konseling Gizi pada Pasien Diabetes Melitus

Teh dan kopi sama-sama dapat menurunkan penyerapan zat besi non-heme. Sebaliknya, vitamin Cjustru membantu meningkatkan penyerapannya. Maka dari itu, pendekatan terbaik bukan melarang teh, melainkan mengatur waktu konsumsinya. Memberi jeda sekitar 1 sampai 2 jam setelah makansebelum minum teh merupakan langkah sederhana, namun berdampak besar.

Mengonsumsi buah seperti jeruk, jambu biji, atau tomat bersama makanan juga membantu tubuh menyerap zat besi lebih optimal. Upaya pencegahan anemia tentu tidak bisa hanya bergantung pada perubahan perilaku individu, tetapi dibutuhkan dukungan sistem dan kebijakan yang konsisten. Dalam hal ini, langkah yang dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang sebagai bentuk komitmen yang patut diapresiasi.

Melalui Program Aksi Bergizi, dimana berbagai kegiatan dilakukan di sekolah, seperti edukasi gizi seimbang, aktivitas fisik bersama, pemeriksaan kesehatan, serta pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) secara rutin kepada remaja putri. Program itu dinilai sangat strategis, karena menyasar remaja pada fase penting pertumbuhan. Namun, efektivitasnya tentu bergantung pada pemahaman yang benar tentang cara konsumsi zat besi. Jika remaja sudah minum TTD tetapi tetap langsung minum teh setelahnya, maka manfaatnya bisa berkurang.

Baca Juga

Bupati Serang Zakiyah Dorong PKK Bantu Turunkan Angka Stunting Kejar Target Nasional
Dukung Pencegahan Stunting dan BABS di Cilegon, PT ASC Bangun Belasan Jamban
PMI se-Cilegon Segera Gelar Muscam, Jadi Momen Evaluasi dan Refleksi Kinerja Pengurus
PMI Banten Targetkan Donor Darah Jadi Lifestyle Generasi Muda

Untuk memperkuat pesan kesehatan, dibentuk pula kader sebaya Yuk Jaim (Yuk Jadi Remaja Anti Anemia) di setiap SMP dan SMA. Kader ini berperan sebagai pengingat, penyampai informasi, sekaligus teladan dalam praktik gizi sehat. Pendekatan sebaya itu lebih efektif, karena remaja cenderung lebih terbuka terhadap informasi yang disampaikan oleh teman seusianya.

- Advertisement -
Ad imageAd image

Pada akhirnya, anemia bukan hanya soal nilai Hb, tetapi soal kualitas generasi muda. Perubahan besar sering kali dimulai dari kebiasaan kecil,  termasuk keputusan sederhana seperti tidak langsung minum teh setelah makan. Jika kesadaran individu berjalan seiring dengan dukungan program pemerintah, maka upaya pencegahan anemia akan menjadi gerakan bersama berkelanjutan. (***)

Penulis: Muhammad Dary Amjad
Dietsien Universitas Esa Unggul
Editor: Nizar

Daftar Pustaka
Ahmad Fuzi, S. F., Koller, D., Bruggraber, S., Pereira, D. I., Dainty, J. R., & Mushtaq, S. (2017). A 1-h time interval between a meal containing iron and consumption of tea attenuates the inhibitory effects on iron absorption: a controlled trial in a cohort of healthy UK women using a stable iron isotope. The American journal of clinical nutrition, 106(6), 1413-1421.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia. (2018). Pedoman pencegahan dan penanggulangan anemia pada remaja putri dan wanita usia subur.

Piskin, E., Cianciosi, D., Gulec, S., Tomas, M., & Capanoglu, E. (2022). Iron absorption: factors, limitations, and improvement methods. ACS omega, 7(24), 20441-20456.

Baca Juga

FASLAB, Optimalisasi Pemeriksaan Darah Rutin dan Kimia Klinik di RSDP
25.388 Warga Kabupaten Serang Diduga Terkena Penyakit TBC

Sanjiwani, P. A., Pratiwi, D., & Sitorus, N. L. (2025). IRON ABSORPTION; NATURE, AND NURTURE INTERACTIONS. Journal of Indonesian Specialized Nutrition, 3(1), 46-61.

World Health Organization (WHO) (2020). WHO guideline on use of ferritin concentrations to assess iron status in individuals and populations. WHO 2023. Anaemia in women and children: Global health estimates.

TAGGED:ArtikelkesehatantehUniversitas Esa UnggulZat besi
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Copy Link
Previous Article Ramadan, Kantah Kab Serang Percepat Realisasi Program Sertipikat PTSL 2026
Next Article Disperindag Cilegon Sidak 14 SPBU, Periksa Keakuratan Takaran BBM Jelang Mudik Lebaran
- Advertisement -
Ad imageAd image
FacebookLike
XFollow
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
WhatsAppFollow
Terkini

Pasca Lebaran, Disdukcapil Kabupaten Serang Waspadai Lonjakan Urbanisasi

Dukung Gerakan Indonesia ASRI, IKPP Serang Gelar Aksi Bersih-bersih Lingkungan di Kragilan

Trafik Data Meroket, Jaringan #LebihBaikIndosat Tangguh Layani Pemudik

BPTD Pakupatan Bakal Gelar Ramp Check Pastikan Angkutan Lebaran Laik Jalan

Kantah Kabupaten Serang Serahkan Sertipikat Program PTSL 2026 Pertama di Mancak

Reses Ketua Fraksi PAN DPRD Desi Ferawati, Aspirasi Didominasi Persoalan Infrastruktur

Libur Idul Fitri, Kunjungan ke Wisata Anyer-Cinangka Diprediksi Meningkat

Rumah Roboh Telan Korban Jiwa di Ciruas, Ratu Zakiyah Intruksikan Data Ulang Rutilahu

Investasi Melonjak, Ratu Zakiyah Raih Penghargaan Ekbispar Award 2026

Pemkot Cilegon Salurkan Dana Bergulir ke 48 Wirausaha Baru Mitra Binaan

- Advertisement -
Ad imageAd image
channelinfo.id
Faktual, Terkini: Tetap terhubung dengan kabar terkini dan pembaruan langsung. Dari politik, teknologi, hiburan, hingga topik lainnya—kami hadir dengan liputan real-time yang bisa Anda andalkan, 24/7.
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Iklan & Partnership
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

2025 © ChannelInfo.ID | Designed with ❤️ by Setiawan Chogah