Channelinfo.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon menyiapkan strategi responsif menghadapi potensi bencana, khususnya banjir, yakni ke depan di Kecamatan akan diperkuat buffer stock logistik, dapur umum hingga anggaran siaga bencana agar mampu merespons cepat saat bencana terjadi.
Plt Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bappedalitbang) Kota Cilegon Ahmad Jubaedi mengatakan, pihaknya segera mengambil langkah responsif dalam penanganan bencana sebagai bagian dari arah kebijakan pembangunan daerah yang akan dituangkan pada Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2027. Di antaranya Pemkot Cilegon akan memprioritaskan penanganan banjir mulai dari tahap pencegahan, mitigasi, risiko, hingga penanganan pascabencana. Selain itu, program pemulihan rumah warga terdampak akan diintegrasikan dengan program rumah layak huni, serta penguatan sektor sumber daya air dan pengelolaan sungai.
Disebutkan Ahmad, Wali Kota Cilegon Robinsar menjadi penggerak utama kebijakan tersebut dan memberikan perhatian serius terhadap persoalan banjir di Kota Cilegon.
“Pak Wali sangat memperhatikan penanganan banjir, baik dari sisi pencegahan, mitigasi, hingga penanganan pascabencana,” ungkap Jubaedi, saat ditemui awal media di ruang kerjanya, Senin (12/1/2026).
Persoalan banjir, kata Ahmad, selalu muncul setiap tahun. Oleh karena itu, pihaknya menilai perlu adanya langkah strategis yang lebih terencana dan responsif. Salah satunya, mendorong inovasi penanganan bencana hingga tingkat kewilayahan.
“Kecamatan akan kami perkuat dengan program bufer stock logistik, dapur umum, serta anggaran siaga bencana agar mampu merespons cepat saat bencana terjadi,” ungkapnya.
Pihaknya juga mendorong pendelegasian kewenangan kepada Kecamatan, tidak hanya di Dinas Sosial (Dinsos) yang memiliki kesiapan anggaran dan logistik sesuai peta rawan bencana. Kebijakan tersebut akan mulai diformalkan pada dokumen RKPD 2027 dan menjadi pedoman program pembangunan Kota Cilegon ke depan. Fokus penguatan berada pada wilayah-wilayah yang masuk dalam peta rawan banjir di Kota Cilegon, dengan pendekatan kolaboratif antara pemerintah kota, kecamatan, dan masyarakat.
“Melalui strategi ini, Pemkot Cilegon bisa menangani bencana dengan lebih cepat, terukur, dan tepat sasaran. Ini demi wujudkan kota yang lebih aman dan nyaman bagi seluruh warga,” harapnya. (Ms/Nc)


