Channelinfo.id – Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Banten terus memperkuat literasi keuangan digital di masyarakat sebagai upaya mitigasi risiko di tengah pesatnya perkembangan ekonomi dan maraknya produk keuangan digital saat ini.
Hal itu diungkapkan Deputi Direktur OJK Banten Prita Widhianti saat menjadi narasumber Forum Economic Outlook 2026 yang digelar Kelompok Kerja (Pokja) Wartawan Ekonomi Bisnis dan Pariwisata (Ekbispar) Banten di Hotel Horison Ultima Ratu Serang, Kamis (18/12/2025).
Dalam pemaparannya, Prita menyampaikan terkait kinerja sektor jasa keuangan, khususnya pasar modal, dimana saat ini kemajuan teknologi memberikan kemudahan akses terhadap layanan keuangan digital hingga menghadirkan peluang sekaligus tantangan bagi masyarakat. Menurut Prita, kemudahan tersebut harus diimbangi pemahaman yang memadai agar masyarakat tidak terjebak dengan produk keuangan yang berisiko.
“OJK Banten saat ini memfokuskan strategi penguatan literasi keuangan sebagai upaya mitigasi risiko di tengah maraknya produk keuangan digital,” ungkap Prita.
Edukasi keuangan, kata Prita, tidak lagi hanya ditujukan kepada pelaku Lembaga Jasa Keuangan (LJK), melainkan juga harus menjangkau masyarakat luas. Menurut Prita, literasi keuangan menjadi kebutuhan krusial agar masyarakat mampu membedakan instrumen investasi yang legal dan aman, dengan produk yang berisiko tinggi atau ilegal. Langkah proaktif itu dilakukan seiring tingginya minat masyarakat terhadap investasi pasar modal, terutama di kalangan generasi muda yang semakin akrab dengan teknologi digital.
Prita berharap, melalui edukasi keuangan digital berkelanjutan berdampak pada stabilitas sektor jasa keuangan di wilayah Banten terus terjaga dan memberikan kontribusi positif bagi pertumbuhan ekonomi daerah. (Ms/Nc)


