Channelinfo.id– Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Banten menggelar pameran bertajuk FINancial Expo Banten 2025 sebagai puncak peringatan Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2025 di Cilegon Centre Mall (CCM) Kota Cilegon yang berlangsung Jumat-Sabtu (30-31/11/2025). Kegiatan dijadikan momentum untuk memperluas akses keuangan masyarakat, sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, industri jasa keuangan, dan masyarakat dalam membangun ekosistem keuangan yang inklusif dan berkelanjutan.
Pembukaan pameran dihadiri Anggota Komisi XI DPR RI Anisa Mahesa, Asisten Daerah (Asda) II Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten Babar, Asda II Pemkot Cilegon Ahmad Aziz Setia Ade Putra mewakili Wali Kota Cilegon, serta Asda II Pemkab Serang Febryanto mewakili Bupati Serang, perwakilan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Banten, Bursa Efek Indonesia (BEI), pimpinan lembaga jasa keuangan, pelaku UMKM, dan masyarakat umum.
Kepala OJK Banten Adi Dharma menyampaikan bahwa FINancial Expo Banten 2025 merupakan wujud nyata kolaborasi seluruh pemangku kepentingan untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di daerah. Menurut Adi, Bulan Inklusi Keuangan merupakan momentum penting untuk memperluas akses masyarakat terhadap layanan dan produk keuangan yang aman, mudah, serta sesuai kebutuhan.
“Melalui FINancial Expo Banten 2025, kami memperkuat kolaborasi seluruh pemangku kepentingan untuk menghadirkan berbagai inovasi dan layanan keuangan yang inklusif,” ujar Adi.
Diungkapkan Adi, indeks inklusi keuangan di Banten terus meningkat, seiring adanya perluasan layanan digital, fintech, dan keuangan mikro. Kendati demikian, diperlukan upaya berkelanjutan untuk menjangkau masyarakat pedesaan, perempuan, pelajar, dan pelaku UMKM yang belum sepenuhnya terlayani lembaga keuangan formal.
“Kami akan terus memperkuat edukasi, pendampingan, dan inovasi keuangan berkelanjutan yang menjawab kebutuhan masyarakat, serta mendukung pertumbuhan ekonomi daerah,” tegas Adi.
Melalui Fin Expo 2025, Adi berharap, masyarakat semakin mengenal produk dan layanan keuangan formal, serta mampu mengelola keuangan secara bijak dan berkelanjutan.
“Kegiatan ini (pameran-red) bukan sekadar seremoni, melainkan wujud komitmen bersama untuk membangun masyarakat Banten yang lebih melek keuangan, mandiri, dan berdaya saing,” tutup Adi.

Diketahui, penyelenggaraan FINancial Expo 2025 Banten didukung seluruh TPAKD Kabupaten/Kota se-Banten, BI, BEI, serta 24 Lembaga Jasa Keuangan (LJK) dari sektor perbankan, pasar modal, dan industri keuangan nonbank. Sebagai bagian dari kegiatan, dilakukan pula penandatanganan
SP-17/KO.11/2025 komitmen bersama seluruh LJK dalam mendukung Program Simpanan Pelajar (SimPel) dan penguatan Ekosistem Keuangan Inklusif (EKI) Desa Tirtayasa, serta penyerahan akad Kredit/Pembiayaan Melawan Rentenir dari PT BPRS Cilegon Mandiri (Perseroda) sebagai program unggulan inklusi keuangan di Kabupaten Serang dan Kota Cilegon.
Bulan Inklusi Keuangan (BIK) merupakan agenda tahunan nasional OJK untuk memperluas akses keuangan formal bagi masyarakat. Melalui kegiatan edukasi dan literasi, BIK mendorong terbentuknya ekosistem keuangan yang inklusif, mendukung pertumbuhan ekonomi, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (Nc)



