Channelinfo.id– Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus meningkatkan literasi dan inklusi keuangan, termasuk kepada personel Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang merupakan garda terdepan pertahanan nasional melalui kegiatan Edukasi Keuangan bagi jajaran Prajurit TNI Komando Daerah Militer XII (Kodam XII)/Tanjungpura beserta Pengurus Persit Kartika Chandra Kirana di Aula Sudirman, Makodam XII/Tanjungpura, Kalimantan Barat, Senin (17/11/2025).
Kegiatan yang digelar secara hybrid itu dihadiri Panglima Daerah Militer XII/Tanjungpura Mayor Jenderal (Mayjend) TNI Jamallulael dengan peserta offline sebanyak 600 prajurit TNI dan Anggota Persit Kartika Chandra Kirana serta 3.150 prajurit TNI dan Anggota Persit Kartika Chandra Kirana yang hadir secara virtual. Selain itu, hadir Deputi Komisioner Perencanaan Strategis, Keuangan, Sekretariat Dewan Komisioner dan Logistik Darmansyah, Kepala Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Kalimantan Barat Rochma Hidayati dan Direktur Direktorat Hubungan Kelembagaan Hendra Jaya Sukmana.
Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK Friderica Widyasari Dewi dalam sambutannya menyampaikan bahwa edukasi keuangan penting sebagai modal dasar untuk menyiapkan masa depan yang sejahtera bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk prajurit TNI.
“Peningkatan literasi keuangan ini disertai kewaspadaan terhadap risiko di jasa keuangan seperti penipuan digital, penyalahgunaan data pribadi dan investasi ilegal,” ujar Friderica.
Menurut Friderica, sinergi dan kolaborasi menjadi kunci sukses dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan yang berkualitas, massif dan merata di era digital.

Sementara itu, Panglima Daerah Militer XII/Tanjungpura Mayjend TNI Jamallulael juga mengapresiasi OJK yang memberikan edukasi soal literasi keuangan kepada personel TNI yang diharapkan memahami dasar-dasar pengelolaan keuangan agar terhindar dari berbagai permasalahan yang sebelumnya marak dihadapi.
“Pemahaman dan kemampuan peserta dalam mengelola keuangan pribadi menjadi tameng diri agar terhindar dari modus kejahatan di sekor jasa keuangan,” terang Jamallulael. (Nc)


