Channelinfo.id– Inklusi keuangan di Banten mencapai 80,51 persen atau sudah mendekati yang ditargetkan 90 persen. Demikian diungkapkan Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Banten Adi Dharma usai pembukaan Fin Expo 2025 sebagai puncak peringatan Bulan Inklusi Keuangan di Cilegon Center Mall (CCM), Kota Cilegon, Banten, Jumat (31/10/2025).
Pameran bertema ‘Inklusi Keuangan untuk Semua, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju’ itu dibuka Pelaksana Tugas (Plt) Asisten Daerah (Asda) 2 Pemkot Cilegon Ahmad Aziz Setia Ade Putra yang mewakili Wali Kota Cilegon Robinsar dan Anggota Komisi XI DPR RI Annisa Mahesa, Kepala OJK Provinsi Banten Adi Dharma, Kepala OJK Jabodebek Edwin Nurhadi, Asda 2 Pemkab Serang Febrianto, dan sejumlah pejabat dari Pemkab Serang, serta jajaran direksi dari sejumlah lembaga jasa keuangan di Banten.
Berbagai kegiatan menarik ditampilkan pada acara Pameran, mulai dari Expo Lembaga Jasa Keuangan, Layanan Permintaan SLIK, Talkshow Seputar Keuangan, Konsultasi Produk Finansial, Lomba Ranking 1, Stand Up Comedy, Senam Body Combat, hingga Lomba Reels/Feed Instagram. Pengunjung juga mendapatkan door prize dan hadiah menarik bagi yang membuka atau membeli produk lembaga jasa keuangan di lokasi acara. Fin Expo 2025 juga turut dimeriahkan penampilan artis penyanyi ternama juara Indonesian Idol Ghea Indrawari yang menambah semarak suasana penutupan kegiatan hari pertama.

Kepala OJK Banten Adi Dharma mengatakan, pihaknya mengundang semua lembaga jasa keuangan pada Fin Expo 2025, seperti Perbankan, Asuransi, Sekuritas, Bursa Efek, hingga Bank Indonesia. Ditegaskan Adi, pameran akan digelar rutin setiap tahun dan akan berlangsung tematik. Dijelaskan Adi, Fin Expo digelar bertujuan untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan agar masyarakat di Banten melek dan paham keuangan. Pameran Financial itu digelar untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat agar dapat menggunakan keuangan dengan bijak sehingga tidak terjerat Pinjaman Online (Pinjol) ilegal.
“Pameran ini juga diharapkan mampu menekan masyarakat mengakses Pinjol ilegal agar ke depan bisa lebih baik lagi menggunakan keuangannya,” harapnya.
Berdasarkan survei yang dilakukan OJK tahun ini, diungkapkan Adi, terjadi peningkatan inklusi keuangan di Banten.
“Jika sebelumnya pada 2024 survei inklusi keuangan hanya 65 persen, saat ini sudah mencapai 80,51 persen. Demikian juga literasinya yang awalnya 55 persen saat ini sudah mencapai 65 persen atau terjadi peningkatan,” ungkapnya.
Oleh karena itu, Adi berharap, digelarnya Financial Expo berdampak terhadap literasi dan inklusi keuangan bisa mencapai 90 persen, bahkan mendekati 100 persen.
“Kami dari OJK Provinsi Banten juga rutin melakukan sosialisasi kepada masyarakat di Banten untuk menggunakan keuangan dengan bijak,” ujarnya.
Selain itu, lanjut Adi, pihaknya juga melakukan sosialisasi bersama lembaga jasa keuangan, seperti dengan Bank Mandiri, Bank bjb, hingga Bank Banten mengedukasi masyarakat agar bijak menggunakan keuangannya. Terkait gelaran pameran di Mal, dijelaskan Adi, alasannya karena banyak lapisan masyarakat datang ke Mal dan mudah diakses, apalagi saat weekend yang ramai pengunjung, selain didukung infrastruktur yang memadai.
“Kita akan kunjungi semua daerah di Banten untuk gelaran pameran ini tidak hanya Cilegon,” tandasnya.

Terkait itu, Anggota Komisi XI DPR RI Annisa M A Mahesa mengapresiasi Gin Expo 2025 yang digelar OJK Banten yang dinilainya sejalan dengan amanat Presiden RI Prabowo Subianto yang mendorong agar UMKM yang ada di Indonesia bisa naik kelas. Selain itu, pemerintah mempunyai target inklusi keuangan bisa mencapai 90 persen dan saat ini sudah tercapai 80,51 persen atau selangkah lebih dekat menuju target inklusi keuangan Indonesia.
Menurut Annisa, inklusi keuangan bukan sekadar mempunyai rekening secara online, melainkan masyarakat bisa menggunakan digitalisasi keuangan dengan bijak, termasuk yang digunakan UMKM, salah satunya ada Kick-Off Hackathon OJK-Ekraf 2025 yang komitmen bahwa digitalisasi akan dibawa sampai ke desa dan masyarakat akan merasakan dampaknya.
“Jadi, menurut saya ini luar biasa, booth pamerannya juga banyak, ada sekuritas, ada BPJS Ketenagakerjaan. Jadi, saya sangat apreciate langkah dari OJK, sesuailah dengan road map yang dijanjikan agar inklusi keuangan di Banten merata,” ujar politisi Partai Gerindra ini.
Anggota DPR termuda Putri almarhum mantan Ketua DPD Partai Gerindra Banten Desmond J Mahesa ini memastikan, Fin Expo akan menjadi pembahasan pada Rapat Komisi XI DPR RI di Senayan Jakarta yang saat ini concern terkait Pinjol, dimana ada program Kredit/Pembiayaan Melawan Rentenir (K/PMR) dari OJK yang fungsinya untuk mencegah penggunaan Pinjol ilegal.
“Ini juga salah satu update saya di lapangan sebenarnya tuh bagaimana. Mungkin yang perlu dipahami itu potensi potensi dari tiap desa, dimana sekarang sudah ada Koperasi Desa Merah Putih agar UMKM naik kelas,” ujarnya.
Annisa berharap, inklusi keuangan di masyarakat merata, bukan hanya berjalan tetapi dampaknya juga dapat dirasakan oleh masyarakat.
“Ini juga kan jadi PR Pemerintah, salah satu semangat Presiden,” tandasnya.

Terkait itu, Plt Asda 2 Pemkot Cilegon Ahmad Aziz Setia Ade Putra dalam sambutannya mengatakan, Fin Expo 2025 menjadi wadah bagi masyarakat untuk mengenal lebih dekat berbagai produk dan layanan lembaga keuangan formal. Melalui pameran, kata Aziz, OJK Banten berupaya memperluas literasi dan inklusi keuangan agar masyarakat dapat mengelola keuangan secara cerdas dan berdaya saing.
“Saya berharap kegiatan ini menjadi momentum nyata untuk memperkuat komitmen kita bersama membangun sistem keuangan yang berkeadilan dan berkelanjutan,” harapnya.
Aziz juga berharap, melalui Fin Expo 2025 OJK Banten berharap lembaga keuangan bisa memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan masyarakat untuk mewujudkan akses keuangan yang inklusif, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan. (Nc)




