Channelinfo.id – Sebanyak 27.140 anak berusia 1 sampai 9 tahun di delapan Kelurahan dari empat Kecamatan di Kota Cilegon terdampak penyakit Campak dan Rubela menjadi sasaran program Outbreak Response Immunization (ORI) Campak Rubela Tahun 2025. Meliputi Kecamatan Cibeber, Jombang, Citangkil, dan Kecamatan Pulomerak.
Itu terungkap pada Rapat Koordinasi (Rakor) ORI Campak Rubela Tahun 2025 yang dirangkaikan dengan Penandatanganan Komitmen Bersama Penanggulangan Penyakit yang Dapat Dicegah dengan Imunisasi (PD3I) di Aula Setda Pemkot Cilegon, Rabu (29/10/2025). Acara dibuka Wakil Wali Kota Cilegon Fajar Hadi Prabowo yang menekankan petingnya kolaborasi lintas sektor dalam pelaksanaan ORI Campak Rubela. Jika sudah ada ORI, kata Fajar, artinya daerah itu sedang mengalami outbreak. Untuk itu, pihaknya harus bergerak bersama, tidak hanya reaktif, tetapi juga preventif. Fajar juga mengapresiasi kinerja jajaran Dinas Kesehatan (Dinkes), Puskesmas, dan Kader Posyandu yang menjadi ujung tombak menjaga kesehatan anak-anak Cilegon. Fajar pun mengingatkan pentingnya peran edukasi kepada masyarakat untuk meningkatkan kesadaran imunisasi.
“Sering kali yang takut bukan anaknya, tapi orang tuanya karena kurangnya literasi dan pengaruh informasi yang salah. Maka, pendekatan kita harus lebih aktif dan persuasif,” sarannya.
Fajar pun mendorong seluruh unsur Pentahelix, yakni Pemerintah, Tenaga Kesehatan (Nakes), Kepolisian, dan masyarakat untuk bersinergi menanggulangi penyakit Campak dan Rubela.
“Penanganan juga jangan hanya difokuskan di wilayah yang sudah berstatus KLB, tetapi juga menjaga daerah lain agar tetap waspada,” imbau Fajar.
Sementara itu, Kepala Dinkes Kota Cilegon drg Ratih Purnamasari melaporkan bahwa sejak September 2025 terjadi peningkatan kasus Campak di Kota Cilegon. Tercatat sebanyak 31 kasus tersebar di empat kecamatan, meliputi Kecamatan Cibeber, Jombang, Citangkil, dan Kecamatan Pulomerak. Sebagian besar kasus terjadi pada anak usia 1 hingga 9 tahun. Kondisi itu menunjukkan masih adanya kesenjangan capaian imunisasi yang perlu segera ditangani bersama.
“Sasaran ORI tahun ini ada 27.140 anak berusia 1 sampai 9 tahun yang tersebar di delapan Kelurahan dari Empat Kecamatan terdampak,” ungkapnya.
Kelurahan yang menjadi fokus pelaksanaan ORI, disebutkan Ratih, antara lain Kelurahan Cibeber, Kalitimbang, Karang Asem, Panggung Rawi, Warnasari, Lebak Denok, Samangraya, dan Kelurahan Suralaya. Langkah itu menjadi bagian penting untuk memutus rantai penularan dan memperkuat perlindungan anak-anak Cilegon dari penyakit Campak dan Rubela.
Ratih pun memastikan, jika kegiatan ORI nanti untuk menyampaikan situasi terkini terkait KLB Campak di Kota Cilegon, meningkatkan koordinasi lintas sektor, serta memperkuat komitmen bersama dalam peningkatan cakupan imunisasi.
“Kami berharap seluruh pemangku kepentingan dapat bersatu dalam satu komitmen, karena pengendalian penyakit ini tidak bisa hanya dilakukan oleh tenaga kesehatan saja,” harapnya.(Ms/Nc)


