Channelinfo.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon mengakui tidak tutup mata terhadap dinamika industri, dimana terjadi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) di beberapa perusahaan yang menyebabkan bertambahnya angka pengangguran di Kota Cilegon. Atas kondisi itu, Pemkot Cilegon memperkuat program pelatihan dengan berbasis kompetensi melalui modernisasi Balai Latihan Kerja (BLK) berstandar nasional yang terintegrasi dengan kebutuhan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI).
Demikian diungkapkan Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Cilegon Panca N Widodo saat mendampingi Wali Kota Cilegon Robinsar meninjau Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Serang, Jumat (9/1/2026).
Panca menegaskan komitmen instansinya untuk mempermudah masyarakat bekerja di sektor industri melalui program modernisasi BLK berstandar nasional yang terintegrasi dengan kebutuhan DUDI. Program, kata Panca, diusung Wali Kota dan Wakil Wali Kota Cilegon Robinsar–Fajar Hadi Prabowo yang menjadi bukti bahwa kebijakan ketenagakerjaan yang dijalankan bukan sekadar wacana, melainkan langkah nyata yang terus diperkuat.
Di tengah dinamika ekonomi dan terjadinya PHK di sejumlah industri, Panca menilai, kondisi itu tidak bersifat linear dengan upaya pemerintah daerah yang membuka dan menyiapkan peluang kerja baru bagi masyarakat. Justru, sambungnya, berbagai langkah konkret terus dilakukan Pemkot Cilegon untuk meningkatkan daya saing tenaga kerja lokal agar tetap relevan dengan kebutuhan industri.
“Jadi, kami pemerintah hadir tidak hanya merespons kondisi, tetapi juga menyiapkan solusi jangka menengah dan panjang bagi masyarakat. Kami tidak menutup mata terhadap dinamika industri, termasuk adanya PHK di beberapa perusahaan,” ujarnya.
Namun, kata Panca, pemerintah tidak boleh berhenti pada situasi tersebut. Oleh karena itu, pihaknya hadir untuk memperkuat pelatihan tenaga kerja dengan program modernisasi BLK dan memastikan pelatihan yang diberikan benar-benar sesuai kebutuhan industri.
“Ini agar warga Cilegon memiliki kesiapan dan peluang kerja yang nyata,” jelas Panca.
Ditegaskan Panca, langkah yang diambil Pemkot Cilegon bersifat terstruktur dan berkelanjutan. Pihaknya memperkuat pelatihan berbasis kompetensi melalui modernisasi BLK dan kemitraan dengan industri agar tenaga kerja lokal memiliki keahlian yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja. Panca menambahkan, modernisasi BLK menjadi instrumen utama dalam menyiapkan sumber daya manusia (SDM) siap kerja. Kurikulum pelatihan disusun berdasarkan kebutuhan riil industri, disertai peningkatan sarana dan prasarana, sertifikasi kompetensi, serta pembukaan akses pemagangan.
Selain itu, lanjut Panca, pihaknya juga menjalin kerja sama dengan BBPVP Serang untuk memperluas akses pelatihan lanjutan dan penyaluran tenaga kerja. Upaya itu diperkuat dengan program pelatihan bahasa asing, seperti bahasa Korea dan Jepang melalui kolaborasi dengan mitra industri strategis. Selain penguatan pelatihan vokasi, pihaknya juga mengintegrasikan kebijakan ketenagakerjaan dengan sektor pendidikan melalui Program Beasiswa Cilegon Juare.
“Program ini dirancang selaras dengan kebutuhan pasar kerja dan peta industri yang berkembang di Kota Cilegon, sehingga lulusan yang dihasilkan memiliki kompetensi yang relevan dan berdaya saing,” tandasnya.
Sementara itu, Wali Kota Cilegon Robinsar menambahkan, pihaknya mempunyai program Beasiswa Cilegon Juare yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan akses pendidikan, melainkan juga diarahkan untuk menjawab kebutuhan dunia kerja. Beasiswa Cilegon Juare didesain agar sejalan dengan kebutuhan industri dan pasar kerja di Cilegon. Tujuannya agar anak-anak Cilegon yang disekolahkan memiliki keahlian yang dibutuhkan dan peluang kerja yang nyata setelah lulus.
Robinsar menambahkan, pihaknya tidak hanya bertumpu pada sektor industri besar, tetapi juga mendorong pemberdayaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) sebagai alternatif penciptaan lapangan kerja. Fasilitasi perizinan usaha, sertifikasi halal, HAKI hingga akses permodalan menjadi bagian dari strategi memperluas kesempatan kerja di tengah fluktuasi industri.
Melalui modernisasi BLK, penguatan kemitraan industri, serta sinergi dengan Program Beasiswa Cilegon Juare, Robinsar menegaskan perannya sebagai fasilitator aktif yang menjembatani kebutuhan industri dengan potensi tenaga kerja lokal.
“Program ini diharapkan mampu menekan angka pengangguran dan memastikan warga Cilegon memiliki akses kerja yang adil, kompetitif, dan berkelanjutan,” harap politisi Partai Golkar ini. (Ms/Nc)



