Channelinfo.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon melalui Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) menyiapkan delapan lokasi pembangunan Gerai dan Pergudangan Koperasi Merah Putih sebagai tindak lanjut Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 17 Tahun 2025 untuk memperkuat ekosistem koperasi melalui penyediaan fasilitas usaha terpadu, dimana pembangunanya didukung pendanaan dari pemerintah pusat.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Cilegon Didin S Maulana mengatakan, Inpres menginstruksikan pemerintah daerah bersama para pemangku kepentingan untuk membangun Gerai dan Gudanh Koperasi. Luas lahannya pun sudah diatur, yakni 1000 meter per segi. Dari luasan tersebut, 600 meter persegi diperuntukan bagi bangunan Gerai dan 400 meter persegi lainnya untuk lahan parkir.
“Di Kota Cilegon alhamdulillah sudah ada delapan lokasi untuk pembangunan Gerai dan Gudang Koperasi Merah Putih yang siap dan memenuhi persyaratan. Salah satunya lebar lahan minimal 10 meter. Gerai tersebar di delapan kelurahan Kota Cilegon,” ungkap Didin saat ditemui awak media di Kantor Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Cilegon, Rabu (21/1/2026).
Dalam satu Gerai Koperasi Merah Putih, kata Didin, akan tersedia berbagai layanan seperti Klinik, Apotik, Gerai Sembako, serta Gudang berkapasitas besar. Gudang dapat dimanfaatkan bersama oleh beberapa Kooerasi, khususnya Koperasi yang belum memiliki lahan sendiri. Untuk unit usaha simpan pinjam di Koperasi Merah Putih, kata Didin, belum direkomendasikan, karena pendiriannya memiliki persyaratan ketat, diantaranya modal disetor minimal Rp500 juta.
“Kalau belum memenuhi, kami khawatir justru menimbulkan persoalan pinjam-meminjam yang tidak sehat,” jelasnya.
Terkait lokasi, diakui Didin, ketersediaan lahan seluas 1000 meter persegi di wilayah perkotaan cukup terbatas, sehingga pihaknya menggunakan lahan dari aset pemerintah daerah atau aset BUMN.
“Ke depan, Koperasi akan mengunakan skema sewa lahan dan sewa bangunan,” ujarnya.
Kata Didin, pihaknya juga mendapat dukungan dari PT Krakatau Sarana Infrastruktur (PT KSI) dalam program pembangunan Gerai dan Gudang Koperasi Merah Putih. Anak perusahaan PT KS itu menyiapkan dua lokasi strategis masing-masing seluas 1000 meter persegi di kawasan Pasar Krenceng, Citangkil, dan Pasar Cigading, Ciwandan. Selain itu, pihaknya juga membuka peluang kerja sama lintas sektoral, termasuk dengan Dinas Kesehatan (Dinkes).
“Fasilitas Klinik dan Apotik di Gerai Koperasi dapat dimanfaatkan untuk pelayanan kesehatan. Misalnya, untuk penanganan penyakit tertentu melalui skema kerja sama,” ujarnya.
Untuk pengisian barang, lanjut Didin, Koperasi Merah Putih direncanakan akan menjalin kemitraan dengan berbagai pemasok kebutuhan pokok seperti perusahan niaga gas, produsen barang konsumsi, hingga BUMN pangan. Diungkapkan Didin, pembangunan Gerai dan Pergudangan Koperasi Merah Putih sepenuhnya menggunakan APBN. Proyek dilaksanakan melalui kerja sama PT Agrinas dengan TNI, dimana TNI bertugas mengawasi pembangunan.
“Daerah bertugas menyiapkan lokasi dari aset pemerintah atau BUMN. Sementara pembangunan dilaksanakan oleh pusat melalui PT Agrinas,” tutupnya. (Ms/Nc)



