channelinfo.id
  • Bisnis
  • Nasional
  • Internasional
  • Hukrim
  • Inspirasi
  • Pemerintah
  • Wanita
  • Cilegon
  • Kabupaten Serang
  • Banten
  • Pemkot Cilegon
  • Banjir
  • Robinsar
  • Bupati Serang
  • Wali Kota
  • Pemkab Serang
channelinfo.idchannelinfo.id
Font ResizerAa
  • Bisnis
  • Nasional
  • Internasional
  • Hukrim
  • Inspirasi
  • Pemerintah
  • Wanita
Search
  • Rubrik
    • Bisnis
    • Nasional
    • Internasional
    • Hukrim
    • Inspirasi
    • Pemerintah
    • Wanita
  • Redaksi
    • Tentang Kami
    • Disclaimer
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Iklan & Partnership
    • Syarat dan Ketentuan
Punya akun? Sign In
Follow US
© 2026 ChannelInfo.ID | Designed with ❤️ by Setiawan Chogah
Pemerintah

Petani di Banten Diklaim Cukup Sejahtera

Oleh: Redaksi
Terbit: 28 September 2025 - 07.37 WIB
Share
4 Min Read
Gubernur Banten Andra Soni meninjau alat teknologi Pertanin pada acara Pameran PEDA KTNA 2025 di Alun-alun Cilegon, Sabtu (27/9/2025).
channelinfo.id/– Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten mengklaim kesejahteraan petani di Banten cukup baik, diukur dari Nilai Tukar Petani (NTP) dalam dua tahun terakhir yang disebut cukup tinggi.
Itu diungkapkan Kepala Dinas Pertanian Provinsi Banten Agus M Tauchid saat menghadiri acara Pekan Daerah Kelompok Tani Nelayan Andalan (PEDA KTNA) 2025 di Alun-alun Cilegon, Sabtu (27/9/2025). Acara yang berlangsung pada 26-30 September dan bertemakan ‘Mewujudkan Petani dan Nelayan Banten yang Maju, Mandiri dan Modern Menuju Swasembada Pangan Berkelanjutan’ itu dibuka Gubernur Banten Andra Soni. Turut hadir Ketua DPRD Banten Fahmi Hakim, Wali Kota Cilegon Robinsar, Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah, Ketua Kelompok Tani dan Nelayan Andalan (KTNA) Banten Oong Sahroni, pejabat TNI-Polri, serta pejabat tinggi lainnya.
Agus mengatakan, kontribusi petani terhadap produksi beras nasional di Banten pada 2024 ada pada peringkat ke-9. Pada 2025 naik ke peringat 8 besar nasional sebagai provinsi penghasil beras ke-8 secara nasional. Kondisi itu, kata Agus, sejalan dengan pencapaian indikator makro, yakni pencapaian Indeks Ketahanan Pangan (IKP) Banten selama enam tahun berturut-turut yang memasukan Provinsi Banten sebagai kategori daerah sangat tahan pangan.
“Begitu juga tingkat kesejahteraan petani Banten cukup baik yang diukur dengan NTP dalam dua tahun terakhir ini cukup tinggi,” klaimnya.
Gubernur Banten Andra Soni dan para pejabat lainnya mengetuk pentungan menandai di bukannya Pameran PEDA KTNA 2025 di Alun-alum Cilegon, Sabtu (27/9/2025).
Sementara itu, Gubernur Andra Soni mendorong seluruh peserta kontingen PEDA KTNA Banten 2025 bisa mengelaborasi perkembangan teknologi untuk memajukan sektor pertanian. Menurut Andra, penggunaan teknologi pada sektor pertanian akan berdampak positif terhadap peningkatan hasil produksi pada pasca panen. Oleh karena itu, penggunaan teknologi yang sudah dilakukan harus terus ditingkatkan. PEDA KTNA 2025, dijelaskan Andra, merupakan forum interaksi bagi petani, nelayan, petani hutan, penyuluh pertanian, pengusaha dan pemerintah daerah untuk saling bertukar informasi, inovasi teknologi. Termasuk saling bertukar pengalaman dalam memberikan peran terhadap pembangunan pertanian, perikanan, dan kehutanan. Untuk itu, kegiatan diharapkan berkontribusi terhadap peningkatan produktivitas pertanian mewujudkan ketahanan pangan dan pertumbuhan ekonomi di Provinsi Banten.
Peningkatan produktivitas pertanian, kata Andra, menjadi salah satu Program Hasil Terbaik Cepat Presiden Prabowo Subianto. Untuk mencapai itu, menurut Andra, dibutuhkan sinergi dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan sektor pertanian untuk meningkatkan perekonomian daerah. Pada 2024, disebutkan Andra, kontribusi sektor pertanian mencapai 5,72 persen dari total PDRB menurut lapangan usaha di Provinsi Banten. Karena itu, sinergi dengan lintas sektor antara pemerintah daerah, KTNA, pelaku usaha agrobisnis, kelompok tani, penyuluh, lembaga keuangan mikro, dan retail modern bersama-sama mengembangkan mewujudkan produktivitas sektor pertanian untuk ketahanan pangan.
“Termasuk, meningkatkan kontribusi sektor pertanian terhadap pertumbuhan ekonomi daerah,” jelas politisi Partai Gerindra ini.
Terkait itu, Ketua KTNA Banten Oong Sahroni mengatakan, ada banyak rangkaian pada event PEDA KTNA 2025, mulai dari inovasi teknologi, pertemuan petani sukses, studi banding dan lainnya. Melalui kolaborasi dan pertemuan itu diharapkan bisa terjalin komunikasi antar petani dan pelaku usaha tani. Ditegaskan Oong, KTNA banyak memberikan kontribusi pembangunan pada sektor pertanian dan bersama Gubernur ke depan akan terus bersama-sama mendorong sektor pertanian menjadi program luar unggulan di Banten. Dengan RPJMD yang sudah disahkan, maka sektor pertanian mendapatkan perhatian lebih.
“Maka dari itu, para petani jangan putus asa, jangan lelah untuk terus berjuang demi kesejahteraan diri, keluarga, masyarakat, dan Banten,” pesannya.
PEDA KTNA tahun ini, diungkapkan Oong, diikuti 426 peserta dari seluruh daerah di Banten, dimana masing-masing membawa inovasinya dalam pengembangan sektor pertanian.
“Ini yang akan kita bahas bersama, bagaimana inovasi-inovasi yang ada bisa dikembangkan lebih luas untuk peningkatan produksi di Banten,” pungkasnya. (Nc)
TAGGED:Andra SoniBantenGubernurPEDA KTNA 2025PertanianPetanisejahterateknologi
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Copy Link
Previous Article Jaga Keseimbangan Pangan, Dimyati: Jangan Semua Lahan Pertanian Dialihfungsikan
Next Article Zakiyah Targetkan Kontingen Kabupaten Serang Tembus PENAS KTNA 2025 di Gorontalo
- Advertisement -
Ad imageAd image
FacebookLike
XFollow
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
WhatsAppFollow
Terkini

Reuni Alumni Angkatan 2000 SMA Mekar Arum, Ajang Silaturahmi dan Mengenang Masa Indah

POPDA XII Banten 2026 di Cilegon Siap Memberikan Kesan Bagi Atlet, Venuenya Unik!

Sumbangan Bantu Korban Banjir, Anggota DPRD Fraksi NasDem Ingatkan BBWSCCC

Tak Hanya Logistik, Pemkab Serang Bantu Pemulihan Trauma Warga Terdampak Bencana

Perkuat Ketahanan Pangan, Desa Talagawarna Pabuaran Kembangkan Ayam Petelur

Kantor Pertanahan Kabupaten Serang Targetkan PTSL 9.031 Bidang Tanah di 2026

Antisipasi Kenaikan Harga Bahan Pokok Jelang Ramadan, TPID Cilegon Gelar HLM

Pengangguran di Cilegon Didominasi Lulusan SMK, Ini Reaksi Wakil Wali Kota!

DKBP3A, Klinik Ambon Era Medika, Muslimat NU, dan LPNU Bantu Korban Banjir di Cikande

Antisipasi Banjir Susulan, Pemkab Serang Bangun Kolam Retensi di Bumi Ketos Kibin

- Advertisement -
Ad imageAd image
Related News
Pemerintah

Hadiri Rakornis TMMD ke-127/2026, Najib: Ini Momentum Kuatkan Kewaspadaan Ketahanan

Olahraga Pemerintah

Sambut Atlet Paralympic Cilegon Peraih Emas ASEAN Paragames 2026 Thailand, Ini Pesan Robinsar!

Pemerintah

Longsor Akibat Hujan Deras, TPT di Kantor Kecamatan Ciomas Diperbaiki

Pemerintah

Banjir Carenang Hingga 2,5 Meter, Zakiyah Tinjau Pengungsi dan Beri Bantuan

Bisnis Pemerintah

2026 Pemerintah Alokasikan Kuota 350.000 Rusun Bagi MBR Program KPR FLPP

  • Quick Links:
  • Pemerintah
  • Cilegon
  • Kabupaten Serang
  • Bisnis
  • Banten
  • Pemkot Cilegon
  • Banjir
  • Robinsar
  • Bupati Serang
  • Wali Kota
  • Pemkab Serang
  • Ratu Rachmatuzakiyah
  • Bantuan
  • program
  • Pendidikan
channelinfo.id
Faktual, Terkini: Tetap terhubung dengan kabar terkini dan pembaruan langsung. Dari politik, teknologi, hiburan, hingga topik lainnya—kami hadir dengan liputan real-time yang bisa Anda andalkan, 24/7.
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Iklan & Partnership
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

2025 © ChannelInfo.ID | Designed with ❤️ by Setiawan Chogah