Channelinfo.id– Akibat Curah hujan dengan intensitas tinggi, disertai angin kencang di sekitaran wilayah Cinangka, sebanyak 62 rumah di Kampung Kajoroan, Desa Rancasanggal, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang, Banten terendam banjir dengan ketinggian air mencapai 70 sentimeter, Minggu (11/1/2026) pagi sekira pukul 14.00 WIB WIB.
Informasi itu pun dibenarkan Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang Ajat Sudrajat. Berdasarkan informasi yang diterimanya dari Tim Pusat Pengendalian Operasional (Pusdalops) BPBD, banjir melanda wilayah Kampung Kajaroan, tepatnya di RT 001/004 Desa Rancasanggal. Banjir, kata Ajat, disebabkan curah hujan dengan intensitas tinggi yang disertai angin kencang sekira pukul 13:15 WIB mengakibatkan meluapnya saluran drainase yang berdampak ke beberapa pekarangan rumah warga.
Hasil kaji cepat Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD, disebutkan Ajat, warga yang terdampak meliputi 64 Kepala Keluarga (KK) dengan 203 jiwa, dimana di dalamnya meliputi 15 lansia dan 62 anak-anak dan Balita.
“Sementara rumah yang terendam ada 62 unit,” ungkap Ajat.
Pihaknya, kata Ajat, sudah melakukan upaya penanganan dengan berkoordinasi kepada pelapor, memberangkatkan personel ke lokasi banjir, serta melakukan validasi data di lapangan. Hasil assesment, kata Ajat, Tinggi Permukaan Air (TMA) di luar rumah mencapai 70 sentimeter, sementara di dalam rumah mencapai 20 sentimeter. Untuk kebutuhan mendesak, kata Ajat, saat ini warga terdampak membutuhkan makanan siap saji. Ajat tidak menampik, timnya dalam melakukan penanganan di lapangan terkendala hujan dengan intensitas lebat, minim kendaraan operasional, hingga jarak tempuh ke lokasi dari Mako cukup jauh.
“Untuk rekomendasi sementara saat ini yaitu pemenuhan kebutuhan sarana prasarana di lapangan, peyiagaan personil, dan kami akan melakukan rapat koordinasi lintas sektoral kesiapan menghadapi bencana hidrometeorologi, terakhir ada normalisasi perbaikan drainase,” terangnya.
Adapun bantuan di lapangan, diungkapkan Ajat, pihaknya melibatkan personel TNI-Polri, Pemerintah Kecamatan dan Desa, Relawan, dan Masyarakat.
“Kami pastikan tidak ada korban jiwa atas kejadian tersebut,” tegasnya. (Nc)


