Channelinfo.id– DPRD Kabuapaten Serang bekerja sama dengan jajaran Pemkab Serang sumbangan untuk membantu warga yang terdampak banjir di Kabupaten Serang berupa beras. Bantuan disalurkan Anggota DPRD Kabupaten Serang Fraksi Nasional Demokrat (NasDem) Ahmadi yang mengaku sering mengingatkan agar Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) dan Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau Ciujung Cidurian (BBWSCCC) segera menormalisasi sungai yang diduga menjadi penyebab banjir karena sudah mengalami pendangkalan.
Ahmadi mengatakan, pihaknya berkolaborasi dengan Pemkab Serang untuk membantu meringankan beban warga terdampak banjir sebagai bagian dari komitmen. Bantuan yang disalurkan, kata Ahmadi, berupa beras sebanyak 14 ton kepada 1.400 Kepala Keluarga (KK) di Desa Ranjeng Kecamatan Ciruas. Disebutkan Ahmadi, bantuan berasal sari Pemkab Serang sebanyak 10 ton dan sisanya 4 ton berasal dari donasi Anggota DPRD, Camat Ciruas Yuli Saputra, Ketua Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Ranjeng Cahyadi, Kades Ranjeng Sapta Maulana beserta jajaran, serta para pendonasi lain.
Sebelumnya, kata Ahmadi, Pemkab Serang juga sudah memberikan bantuan beras ke desa-desa di Kecamatan Pontang, Carenang, Binuang, Lebakwangi, Kragilan, Kibin, Cikande, Kopo, dan Kecamatan lain yang terdampak musibah banjir.
“Sekarang giliran di Desa Ranjeng. Saya selaku anggota DPRD dan Wakil Ketua Komisi 2 selalu berkomunikasi, bersinergi dengan eksekutif, dalam hal ini Bupati dan OPD terkait seperti Dinas Sosial dan Dinas Pertanian untuk konsen membantu warga masyarakat yang terdampak banjir,” ungkap Ahmadi di lokasi penyalurna bantuan, Minggu (1/2/2026).
Meski dengan keterbatasan anggaran, ditegaskan Ahmadi, tetapi kerja kemanusiaan jangan sampai pupus. Ia berharap, tidak terjadi lagi musibah di wilayahnya agar pemerintah daerah bisa lebih konsen pada pembangunan Kabupaten Serang yang lebih baik.
“Periode lalu saat duduk di Komisi 4 saya sudah sering ingatkan Dinas PUPR dan BBWSCCC supaya membantu menormalisasi sungai, karena ada ratusan sungai di Kabupaten Serang mengalami pendangkalan sangat parah, tapi mereka lebih konsen ke pembangunan drainase dan TPT (Tembok Penahan Tanah),” tukasnya.
Ahmadi berharap, semoga ini musibah yang terjadi ada hikmahnya dan menjadi pelajaran bagi semua agar lebih peka dan sigap dalam penanganan masalah di Kabupaten Serang. (Ms/Nc)


