Channelinfo.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon terkendala dalam merealisasikan swasembada pangan lantaran minimnya lahan baku sawah. Saat ini lahan sawah hanya tersisa 1.151 hektare yang dipertahankan melalui kebijakan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B), itu pun sebagian besar lahan tadah hujan.
Itu terungkap pada kegiatan Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan bersama Presiden Republik Indonesia (RI) Prabowo Subianto secara daring melalui Zoom Meeting di Aula Sekretariat Daerah (Setda) Pemkot Cilegon, Rabu (7/1/2026). Hadir Wakil Wali Kota Cilegon Fajar Hadi Prabowo dan Kepala Dinas Pertanian Kota Cilegon Ridwan.
“Kota Cilegon saat ini memiliki lahan baku sawah seluas kurang lebih 1.151 hektare yang terus dipertahankan melalui kebijakan LP2B,” ungkap Ridwan.
Sementara Pemkot Cilegon, kata Ridwan, mendapat target Luas Tambah Tanam (LTT) bulanan dari Kementerian Pertanian (Kementan) sebagai bagian dari program nasional swasembada pangan. Untuk periode berjalan, LTT di Kota Cilegon tercatat mencapai sekitar 500 hektare.
Dari sisi produksi, disebutkan Ridwan, produksi padi di Kota Cilegon mengalami peningkatan signifikan, tercatat dari sekira 10.500 ton pada 2024 meningkat menjadi sekira 13.500 ton pada 2025. Sebagian hasil produksi, kata Ridwan, dimanfaatkan untuk kebutuhan petani, sementara sisanya diserap Bulog dan didukung pasokan dari daerah lain.
“Untuk kendala, lahan pertanian di Cilegon sebagian besar masih bersifat tadah hujan,” tukasnya.
Pihaknya, lanjut Ridwan, sudah melakukan koordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) untuk perbaikan dan peningkatan sistem irigasi yang diharapkan dapat meningkatkan produktivitas pertanian ke depan. Kegiatan nasional Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan bersama Presiden, menurut Ridwan, menjadi momentum penting untuk memperkuat ketahanan pangan, serta menegaskan komitmen Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah dalam mewujudkan swasembada pangan berkelanjutan.
Di tempat yang sama, Wakil Wali Kota Cilegon Fajar Hadi Prabowo mendukung penuh kebijakan dan program Pemerintah Pusat pada bidang ketahanan pangan. Menurut Fajar, sinergi dan kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama keberhasilan pencapaian swasembada pangan nasional.
Politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini juga menyampaikan bahwa Presiden Prabowo dalam arahannya menekankan capaian swasembada pangan nasional 2025 yang berhasil direalisasikan lebih cepat dari target awal. Keberhasilan itu, diklaim, sebagai hasil kerja bersama antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, serta seluruh pemangku kepentingan di sektor pertanian. Fajar menambahkan, pihaknya terus berupaya memperkuat sektor pertanian daerah meskipun berstatus sebagai kota industri. Salah satunya, optimalisasi LTT, dimana pada periode berjalan LTT di Kota Cilegon tercatat mencapai sekira 500 hektar.
“Kita patut bersyukur sebagai kota industri masih memiliki lahan pertanian yang harus dijaga dan dirawat keberlanjutannya. Program LTT menjadi langkah strategis untuk mempertahankan sekaligus meningkatkan produktivitas pertanian di Cilegon,” pungkas pria kelahiran 14 November 1989 ini.
Kegiatan Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan juga turut dihadiri jajaran perangkat daerah terkait, serta para pemangku kepentingan lainnya. Diketahui, Presiden RI Prabowo Subianto memimpin dan menghadiri langsung agenda Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan yang digelar di Cilebar, Karawang, Jawa Barat. (Ms/Nc)



