Channelinfo.id – Satuan Tugas (Satgas) Penanggulangan Bencana Banjir Kota Cilegon melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah lokasi pertambangan di Kota Cilegon dan langsung melakukan penertiban. Salah satunya di wilayah Kelurahan Bagendung, Kecamatan/Kota Cilegon, Selasa (20/1/2026) yang masih ditemukan adanya aktivitas penambangan.
Sidak dipimpin langsung Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkot Cilegon Ahmad Aziz Setia Ade Putra bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Cilegon, di antaranya Kapolres Cilegon, Dandim 0623/Cilegon, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari), dan Danlanal Banten.
Aziz mengatakan, upaya penertiban tambang merupakan tindak lanjut atas instruksi Wali Kota Cilegon Robinsar untuk meminimalisasi risiko bencana banjir yang kerap dipicu oleh kerusakan lingkungan akibat aktivitas pertambangan. Aziz pun memastikan, berdasarkan laporan timnya bahwa aktivitas pertambangan yang berada di wilayah administratif Kota Cilegon sudah sepenuhnya berhenti.
“Tapi, tim kami juga menemukan adanya aktivitas pertambangan yang masih berlangsung di wilayah Kabupaten Serang yang berbatasan langsung dengan Kota Cilegon,” ungkap Aziz.
Pihaknya juga, kata Aziz, menyoroti penggunaan jalur lalu lintas kota oleh kendaraan pengangkut hasil tambang dari luar wilayah yang berpotensi merusak infrastruktur jalan. Sebagai solusi, kata Aziz, pihaknya akan melakukan relokasi titik penimbunan (stockpile) sementara dari Jalan Lingkar Selatan (JLS) ke area dekat pintu Tol Cilegon Timur untuk menghindari perlintasan kendaraan berat di jalan kota. Satgas Penanggulangan Bencana Banjir Kota Cilegon mencatat, terdapat 32 lokasi tambang di Kota Cilegon, di mana 8 lokasi di antaranya teridentifikasi memiliki potensi tinggi penyebab banjir di wilayah Kecamatan Cilegon, Citangkil, dan Kecamatan Ciwandan.
“Terkait aktivitas tambang di perbatasan, kami akan terus berkoordinasi dengan Pemkab Serang melalui Forkopimda,” tegasnya.
Aziz ingin para pengelola tambang di wilayah tetangga bertanggung jawab atas pemeliharaan lingkungan dan menggunakan jalur distribusi di wilayah masing-masing. Apalagi, sambung Aziz, fokus utama Pemkot Cilegon saat ini adalah menjaga kelestarian lingkungan dan melindungi infrastruktur yang telah dibangun.
“Pengawasan ketat akan terus kami lakukan demi kenyamanan dan keamanan masyarakat Kota Cilegon,” tegasnya. (Ms/Nc)


