Channelinfo.id– Perekonomian Provinsi Banten pada Triwulan III 2025 melanjutkan kinerja positif dengan pertumbuhan 5,29 persen (yoy), lebih tinggi dari capaian nasional sebesar 5,04 persen (yoy).
Demikian disampaikan Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Banten Ameriza M Moesa pada acara Taklimat Media bertajuk ‘Perkembangan Ekonomi Terkini dan Outlook: Peluang dan Tantangan Pendalaman Sektor Ekonomi Unggulan Periode Triwulan III 2025’ di Cafe 1994 Coffee and Creative Space Serang, Cipocokjaya, Kota Serang, Kamis (6/11/2025).
Pada Taklimat Media, Ameriza juga didampingi Deputi Direktur KPw BI Banten Rawindra Ardiansah, Deputi KPw BI Banten Agus Sumirat, serta jajaran pimpinan lainnya di KPw BI Banten.
Ameriza mengatakan, perekonomian dunia saat ini masih tren melambat akibat dampak tarif Amerika Serikat (AS) yang mendorong ketidakpastian tetap tinggi. Di AS, pertumbuhan ekonomi masih lemah sehingga mendorong berlanjutnya kondisi ketenagakerjaan. Ekonomi Jepang, Eropa, dan India belum kuat dipengaruhi oleh konsumsi rumah tangga di tengah stimulus fiskal-moneter yang telah dilakukan. Sementara itu, perekonomian Tiongkok pada triwulan III 2025 meningkat didorong oleh stimulus fiscal.
Untuk Banten sendiri, kata Ameriza, berhasil mempertahankan pertumbuhan ekonomi pada Triwulan III 2025, dimana industri dan perdagangan menjadi motor utamanya pertumbuhan.
“Perekonomian Banten di Triwulan III 2025 ini melanjutkan kinerja positif dengan pertumbuhan 5,29 persen (yoy), lebih tinggi dari capaian nasional sebesar 5,04 persen (yoy),” ungkap Ameriza.
Dari sisi lapangan usaha, kata Ameriza, pertumbuhan terutama ditopang oleh LU Industri Pengolahan, LU Perdagangan, LU Pertanian, LU Real Estate Sementara dari sisi pengeluaran, pertumbuhan didorong oleh Konsumsi Rumah Tangga, Net Ekspor, dan PMTB (Investasi). Dengan capaian itu, Banten masih menjadi salah satu provinsi dengan pertumbuhan tertinggi di Pulau Jawa, berkontribusi 6,93 persen terhadap perekonomian Jawa dan 3,87 persen terhadap nasional.
Dari sisi lapangan usaha, lanjut Ameriza, pertumbuhan ditopang sektor industri pengolahan, perdagangan, pertanian, real estate, serta informasi dan komunikasi. Dari sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga meningkat berkat momentum musiman dan daya beli yang terjaga, sementara ekspor melonjak, seiring pemulihan permintaan global dan peningkatan kapasitas produksi manufaktur. Investasi tetap solid melalui sejumlah proyek strategis nasional dan pengembangan kawasan industri, sedangkan konsumsi pemerintah mulai pulih seiring percepatan realisasi anggaran.
“Jadi, secara keseluruhan perekonomian Banten menunjukkan ketahanan yang baik, didukung stabilitas harga, mobilitas masyarakat yang tinggi, dan iklim investasi yang kondusif menjelang akhir 2025,” tandas Ameriza. (Nc)



