Channelinfo.id — Dalam rangka menumbuhkan minat investasi dan mengoptimalkan aset pelabuhan, Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon melalui PT Pelabuhan Cilegon Mandiri (PCM) menjalin kerja sama dengan Krakatau Group tentang Penggunaan Akses Jalan Kawasan Industri Krakatau I Cilegon serta Rencana Pendayagunaan Aset Milik PT PCM dan Jasa Kepelabuhanan lainnya.
Penandatangan kerja sama tersebut berlangsung di Hotel Royale Krakatau, Rabu (25/2/2026) dan dihadiri langsung oleh Wali Kota Cilegon Robinsar, jajaran direksi BUMD, manajemen Krakatau Group, serta para pemangku kepentingan terkait. Kesepakatan Bersama itu meliputi PT PCM dengan PT Krakatau Sarana Properti tentang Penggunaan Akses Jalan Kawasan Industri Krakatau I Cilegon. Kemudian Kesepakatan Bersama antara PT PCM dengan PT Krakatau Bandar Samudera tentang Rencana Pendayagunaan Aset Milik PT PCM dan Jasa Kepelabuhanan lainnya.
Wali Kota Cilegon Robinsar menjelaskan bahwa penandatanganan kesepakatan bersama tersebut merupakan tindak lanjut dari MoU yang sudah disepakati sebelumnya, khususnya untuk mengoptimalkan potensi aset dan lahan yang dimiliki BUMD Kota Cilegon, termasuk kawasan Warnasari.
“Kebutuhan pelabuhan dan kawasan industri akan semakin tinggi, sehingga semua aset harus kita optimalkan. Alhamdulillah, wacana yang sudah bertahun-tahun belum terealisasi, hari ini mulai kita jalankan bersama tanpa mengedepankan ego, demi pengoptimalan aset dan manfaat yang maksimal,” terang Robinsar.
Robinsar juga menegaskan jika kepemilikan aset pelabuhan tetap berada di bawah Pemkot Cilegon. Kerja sama difokuskan pada pemanfaatan agar aset lebih produktif dan memberikan nilai tambah ekonomi.
“Asetnya tetap atas nama pemerintah. Tinggal bagaimana pemanfaatannya kita optimalkan supaya produktif. Daripada aset tersebut tidak bergerak, lebih baik kita kelola bersama dengan skema kerja sama yang tepat,” jelas politisi Partai Golkar ini.
Robinsar juga menjelaskan jika kerja sama tersebut merupakan bagian dari komitmen Pemkot Cilegon untuk bersinergi dan berkolaborasi dengan Krakatau Group serta seluruh pemangku kepentingan lainnya guna mendorong kebangkitan ekonomi daerah.
“Prinsipnya, kami sangat menyambut baik langkah-langkah strategis ini. Kami siap bersinergi dan berkolaborasi agar kerja sama ini memberikan dampak positif, tidak hanya bagi Krakatau Steel dan anak usahanya, tetapi juga bagi Pemkot Cilegon melalui BUMD, serta masyarakat secara luas,” ujarnya.
Melalui penandatanganan kesepakatan bersama itu, Robinsar berharap, terwujud pengelolaan aset dan pengembangan jasa kepelabuhanan yang terintegrasi, berkelanjutan, serta mampu mendorong pertumbuhan investasi dan ekonomi daerah secara signifikan.
Sementara itu, Direktur PT Krakatau Steel Muhammad Akbar Djohan menilai, penandatanganan kesepakatan tersebut menjadi momentum penting dalam proses transformasi Krakatau Steel yang mengusung semangat Krakatau Steel Reborn.
“Penandatanganan ini momen penting yang mungkin belasan tahun tidak terjadi. Transformasi Krakatau Steel bertumpu pada kepercayaan dan kolaborasi. Potensi besar di Cilegon hanya bisa terwujud jika seluruh pihak menghilangkan ego sektoral dan fokus membangun ekosistem industri yang terintegrasi,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama PT Krakatau Bandar Samudera Noor Fuad menambahkan, kerja sama dengan PT PCM menjadi langkah strategis untuk menjawab kebutuhan pengembangan pelabuhan dan meningkatnya minat investor. Melalui kerja sama tersebut, pihaknya membuka peluang besar untuk mendorong pertumbuhan throughput pelabuhan, investasi, serta pertumbuhan ekonomi lokal Kota Cilegon.
“Ini jadi awal yang baik untuk pengelolaan aset dan jasa kepelabuhanan yang lebih produktif dan efektif,” terangnya.
Senada disampaikam Plt Direktur Utama PT Krakatau Sarana Properti Alexander Yahya Datuk yang menegaskan komitmennya untuk bersinergi dan berkolaborasi dengan PT PCM dalam mendukung geliat ekonomi daerah. Menurut Alexander, Cilegon memiliki posisi strategis dengan ekosistem industri yang sangat matang.
“Kami optimistis kerja sama ini akan menjadi awal yang baik untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Kota Cilegon, Banten, dan Indonesia secara umum,” ujarnya. (Ms/Nc)



