Channelinfo.id – Warga Baduy Dalam bernama Repan (16) menjadi korban pembegalan di Jalan Pramuka Raya, Kecamatan Cempaka Putih, Jakarta Pusat pada Minggu (26/10/2025) dini hari.
Korban dibegal empat pria tidak dikenal yang mengakibatkan Repan mengalami luka sobek di tangan kirinya. Bahkan, berhasil merampas 10 botol madu dagangan korban, handphone, hingga uang Rp 3 juta.
Atas kejadian itu, Lembaga Bantuan Hukum Barisan Pejuang Demokrasi (LBH Bapeksi) menyatakan kesiapannya untuk memberikan pendampingan hukum kepada warga Baduy yang menjadi korban pembegalan di Jakarta.
Seperti disampaikan Ketua LBH Bapeksi Banten Abdul Malik Fajar yang menegaskan, pihaknya siap mendampingi dan memastikan korban mendapatkan keadilan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
“Kami siap mendampingi korban, karena tidak boleh ada diskriminasi terhadap warga negara, apalagi posisinya menjadi korban tindak pidana,” tegas Fajar, Selasa (5/11/2025).
Apalagi, kata Fajar, sempat terjadi penolakan dari rumah sakit ketika korban memerlukan pertolongan medis. Alasannya, karena korban tidak memiliki kartu identitas penduduk (KTP) jelas alasan yang demikian tidak dibenarkan.
“Pasien ditolak, karena alasan administratif jelas melanggar hukum dan kemanusiaan. Padahal, pada posisi tersebut korban memerlukan pertolongan medis,” tukasnya.
Fajar berharap, Aparat Penegak Hukum (APH) dan pemerintah lebih memerhatikan akses keadilan bagi masyarakat adat.
“Negara harus hadir, bukan hanya ketika hukum ditegakkan, tetapi ketika rakyat membutuhkan perlindungan dasar,” ujarnya.
Senada dengan Ketua Relawan Jaga Banten Bahroji yang meminta Mabes Polri segera menangkap pelaku pembegalan Warga Baduy.
Menurut Bahroji, kecepatan kepolisian dalam bertindak akan menjadi sorotan publik. Apalagi, korbannya Baduy yang merupakan salah satu komunitas yang semestinya mendapatkan perlindungan hukum. Selain itu, tempat kejadian pembegalan bukan di perkampungan, tetapi di ibu kota negara yang semestinya keamanannya lebih terjamin.
“Peristiwa terjadi di ibu kota negara yang semestinya bisa secara cermin keamanan dan ketertiban negara,” ujarnya.(Ms/Nc)



