channelinfo.id/– Suatu pekerjaan bisa terasa menyenangkan jika menjadi hobi. Itu pula yang dirasakan Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Yuli Saputra.
Saat ditemui di ruang kerjanya pada Senin (15/9/2025), Yuli dengan suasana santai dan bersahabat menceritakan bagaimana kecintaannya pada dunia penelitian sektor pertanian yang mendorongnya juga untuk terus berinovasi memberikan solusi bagi petani untuk meningkatkan hasil pertaniannya.
Bagi Yuli, hobi bukan sekadar aktivitas pengisi waktu luang, melainkan harus menemukan kepuasan. Sama halnya yang dilakukan saat meneliti masalah pertanian dan mencari solusi agar bermanfaat bagi petani.
“Kalau hanya mengkritik, masalah tidak selesai. Dengan penelitian kita bisa menemukan jalan keluarnya,” ujar Yuli yang sebelumnya pernah menjabat Kepala Seksi (Kasi) Lahan dan Air pada Dinas Pertanian Kabupaten Serang tersebut.
Salah satu hasil inovasinya, yakni program Bank Benih Digital (Bank Bengi) yang memudahkan para petani memperoleh benih berkualitas tanpa harus menunggu distribusi yang sering memakan waktu lama. Ide itu lahir dari perhatiannya terhadap keluhan petani yang kerap menerima benih dengan daya tumbuh rendah atau datang terlambat saat lahan sudah siap ditanami.
Di balik kesibukannya, Yuli tak pernah lelah dalam melayani keluhan petani dan berusaha tetap dekat dengan dunia pertanian. Itu dibuktikan, setiap akhir pekan sering dimanfaatkannya untuk turun ke lapangan, berdialog langsung dengan petani, sekaligus melepas penat.
“Saat kita mendengar keluhan mereka, kita tahu masalah di bawah seperti apa. Dari situ muncul gagasan untuk memperbaiki,” katanya.
Bukan hanya itu, pejabat berkumis ini juga gemar berdiskusi dengan kalangan mahasiswa dan akademisi. Menurutnya, dunia pertanian harus terus bergerak mengikuti perkembangan zaman.
“Kita tidak bisa hanya menunggu bantuan. Petani harus diajak berinovasi dan menggali potensi lahan yang ada,” terangnya.
Ayah empat anak ini memang menempuh perjalanan panjang sebelum menduduki jabatan saat ini. Ia memulai karier di Kabupaten Serang pada 2015 sebagai Kepala UPTD Pertanian di Kecamatan Petir sebelum dipercaya menempati beberapa posisi strategis di bidang pertanian.
Tantangan yang dihadapinya pun tidak sedikit, tetapi semangat Yuli untuk menganalisa masalah dan mencarikan solusi membuatnya tetap semangat untuk terus melangkah.
Baginya, keberhasilan bukan hanya diukur dari capaian angka, melainkan juga dari perubahan pola pikir masyarakat tani. Ia berharap, ke depan semakin banyak lahan tidur yang bisa dimanfaatkan agar produktif. Ia mencontohkan lahan yang sudah lama tidak digunakan agar bisa ditanami jagung. Maka, dalam tiga bulan hasilnya bisa terlihat.
“Kalau lahan dibiarkan kosong puluhan tahun, berapa potensi yang hilang!,” ujarnya memberi gambaran.
Prinsip Yuli sederhana, ketika pekerjaan dilakukan dengan rasa cinta, maka hasilnya akan lebih baik.
“Kalau kita memposisikan pekerjaan sebagai hobi, maka kita akan menikmati prosesnya, bukan sekadar mengejar hasil,” tutupnya sambil tersenyum.(Ms/Nc)


