Channelinfo.id – Pertumbuhan ekonomi Banten pada 2024 mencapai 4,7 persen dan meningkat menjadi 5,37 persen pada 2025. Pada 2026 ekonomi Banten diproyeksikan dapat tumbuh hingga 5,9 persen.
Itu terungkap pada pembukaan event Sharia Festival Jawara (SHAFARA) dan Digital Jawara (DIGIWARA) 2026 yang digelar Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Banten di Bintaro Jaya Xchange Mall 2 Tangerang Selatan (Tangsel), Jumat (22/5/2026).
Event bertema ‘Perluasan Ekosistem Ekonomi Keuangan Syariah dan Digital melalui Akselerasi dan Sinergi untuk Banten Maju dan Sejahtera’ itu dibuka langsung oleh Gubernur Banten Andra Soni, didampingi Kepala KPw BI Banten Ameriza M Moesa. Acara yang berlangsung hingga 24 Mei 2026 itu dihadiri para Kepala Daerah Kabupaten/Kota di Banten, unsur Forkopimda, dari perbankan, penyedia jasa pembayaran, pelaku UMKM, akademisi, pondok pesantren, serta berbagai pemangku kepentingan pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Provinsi Banten.

Dalam sambutannya, Andra mengatakan, ekosistem ekonomi syariah di Banten terus berkembang di berbagai sektor, mulai dari makanan halal, fashion muslim, pesantren, hingga layanan keuangan syariah. Pertumbuhan lembaga keuangan syariah di Banten juga menunjukkan tren positif. Potensi itu didukung meningkatnya literasi masyarakat terhadap produk keuangan syariah, termasuk perbankan, asuransi, fintech syariah, dan koperasi syariah.
Andra juga menilai, momentum event SHAFARA dan DIGIWARA Festival 2026 menjadi langkah strategis untuk memperkuat ekosistem ekonomi dan keuangan syariah berbasis transformasi digital, sekaligus meningkatkan daya saing UMKM dan industri halal di Provinsi Banten. Andra pun mengaku optimistis terhadap pertumbuhan ekonomi Banten.
“Pertumbuhan ekonomi Banten di 2024 mencapai 4,7 persen dan meningkat menjadi 5,37 persen di 2025. Bahkan, akhir tahun 2026 diproyeksikan dapat tumbuh hingga 5,9 persen,” ungkap politisi Partai Gerindra ini.
Target tersebut, menurut Andra, bisa dicapai melalui kolaborasi bersama dan benar-benar bisa memberikan dampak bagi masyarakat. Andra pun mengapresiasi capaian Kota Tangsel dalam pengembangan digitalisasi transaksi pemerintahan dan ekonomi daerah yang dinilai menjadi salah satu yang terbaik di wilayah Jawa dan Bali.
“Kami berharap penguatan ekonomi syariah dan digital tidak hanya terpusat di Tangerang Raya, tetapi juga berkembang di wilayah lain di Banten,” harap mantan Ketua DPRD Banten ini.

Sementara itu, Kepala KPw BI Banten Ameriza M Moesa menjelaskan, kegiatan BI tahun ini menjadi momentum pertama penggabungan festival ekonomi syariah dengan festival ekonomi digital. SHAFARA, dijelaskan Ameriza, bertujuan memperluas ekosistem ekonomi dan keuangan syariah, sementara DIGIWARA fokus pada penguatan ekonomi dan keuangan digital. Penggabungan keduanya memberikan mutual benefit, karena transaksi syariah kini semakin banyak dilakukan secara digital.
Disebutkan Ameriza, Banten, khususnya Tangsel menjadi salah satu daerah dengan tingkat digitalisasi tertinggi di Indonesia, ditunjukkan dengan tingginya penggunaan transaksi non tunai, termasuk pemanfaatan Kartu Kredit Indonesia Daerah (KKID). Menurut Ameriza, pengembangan ekonomi syariah di Banten memiliki potensi besar, terutama di wilayah Tangerang Raya dan Cilegon yang memiliki basis komunitas muslim kuat, serta daya beli masyarakat yang tinggi.

Penyelenggaraan event serupa sebelumnya, diungkapkan Ameriza, berhasil mencatat omzet hingga Rp11 miliar dalam tiga hari pelaksanaan. Tahun ini, event menghadirkan 61 booth yang terdiri atas 18 lembaga keuangan syariah, 35 UMKM, dan delapan tenant kopi. Selain bazar UMKM, festival tahun ini juga menghadirkan berbagai inovasi baru, seperti penguatan wakaf produktif berbasis aplikasi digital, pemberdayaan masjid sebagai pusat ekonomi umat, hingga program ‘1.000 Masjid’ bekerja sama dengan Bank Muamalat. Konsep wakaf produktif diharapkan menjadi alternatif pembiayaan bagi UMKM melalui skema dana bergulir.
“Kami ingin mengubah paradigma bahwa masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat pemberdayaan ekonomi umat,” terangnya.
Menurut Ameriza, edukasi dan sosialisasi menjadi kunci utama dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi syariah di Banten.
“Ekonomi syariah bukan hanya untuk umat Islam, tetapi merupakan konsep ekonomi yang terbuka untuk semua kalangan,” pungkasnya. (Ms/Nc)



