channelinfo.id/– Pemerintah Kota (Pemkot) Serang akan merombak Alun-alun Kota Serang dan direncanakan bakal dibangun dengan rancangan lebih modern serat fungsional. Dengan berbagai sarana dan prasarana yang dirancang lengkap dengan fasilitas olahraga hingga penempatan air mancur untuk mempercantik Ruang Terbuka Hijau (RTH) di lapangan, anggaran yang disiapkan untuk pembangunan mencapai Rp50 miliar.
Anggaran revitalisasi Alum-alun itu tercantum pada program Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Pemkot Serang sudah mengalokasikan anggaran sebesar Rp25 miliar untuk tahap pertama revitalisasi Alun-alun yang akan dimulai pada 2026 mendatang.
Ketua Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Pembangunan dan Investasi Kota Serang Wahyu Nurjamil menjelaskan, sesuai perencanaan dan desain yang dipresentasikan untuk revitalisasi Alun-alun Kota Serang akan dirancang ulang dengan konsep terintegrasi. Mulai dari area pejalan kaki, RTH, jalur lari atau ‘jogging track’ yang akan mengelilingi area utama untuk memudahkan warga berolahraga. Desain juga memadukan unsur estetika dan fungsi.
“Bangunan modern dengan fasad kaca yang akan menjadi fasilitas pendukung, serta fitur air mancur yang disusun rapi juga ditambahkan untuk mempercantik area,” ungkap Wahyu kepada asak media, Kamis (17/9/2025).
Salah satu fokus utama dari program revitalisasi Alun-alun, kata Wahyu, ingin menciptakan area ramah anak dan keluarga, dengan membangun taman bermain anak yang dilengkapi fasilitas serta peralatan yang aman. Bahkan, kata Wahyu, penataan pohon dan bangku taman juga akan dibuat sesuai fungsinya. Pihaknya berusaha mengombinasikan budaya revitalisasi Alun-alun dengan kemodernan tanpa melanggar aturan-aturan yang ada.
“Kalau misalnya ada ruang olahraga yang harus dibongkar, harus ada penggantinya. Sekarang ini baru tahap awal,” terang Wahyu yang juga menjabat Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah Perindustrian dan Perdagangan (Dinkop UKM Perindag) Kota Serang ini.
Pada tahap awal revitaliasi Alun-alun Kota Serang, kata Wahyu, pihaknya akan mengundang berbagai elemen masyarakat, tokoh agama, hingga arsitek untuk menjadi bahan dalam perencanaan. Seluruh aspirasi itu, dijelaskan Wahyu, untuk memperkaya rancangan, sehingga ketika pembangunan dimulai, wajah baru alun-alun benar-benar mencerminkan identitas Kota Serang sebagai Ibu Kota Provinsi Banten.
“Muatan budaya ini memandu wajah alun-alun dan juga kami harus realistis melihat kapasitas keuangan daerah. Jika sesuatu dihilangkan lalu harus dibangun kembali di tempat lain, berarti ada biaya tambahan. Kalau yang sudah ada tetap terpelihara, itu lebih meringankan,” jelasnya.
Konsep revitalisasi Alun-alun nanti juga, kata Wahyu, akan menyambungkan kawasan ‘heritage’ mulai dari jalur masuk kota melalui Tamansari hingga berpusat ke tengah kota. Kemudian, Gedung Juang dan Gedung Negara juga akan dikombinasikan dalam perencanaan konsultan yang akan menonjolkan aspek modern, tetapi unsur ‘heritage’ lebih kuat. Secara keseluruhan luas lahan Alun-alun Barat dan Timur yang akan direvitalisasi, disebutkan Wahyu, mencapai sekira tiga hektare. Untuk area Barat hanya akan direnovasi sebagian, sementara area timur direvisi hingga patung utama. Bahkan, beberapa usulan muncul, seperti mengganti motif golok menjadi motif Kaibon dengan tiga pilar yang merepresentasikan ulama, umara, dan masyarakat.
“Tapi tentu kami akan mengutamakan fungsi serta aspirasi dari masyarakat. Pembangunan ini harus dimulai tahun depan karena merupakan program prioritas Pak Wali dan Pak Wakil Wali Kota agar bisa segera dilaksanakan,” tandasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Serang Farach Richi menambahkan, program revitalisasi Alun-alun Kota Serang dirancang untuk menghadirkan ‘landmark’ atau ikon baru di Kota Serang. Penataan Alun-alun juga akan terintegrasi dengan kawasan sekitarnya, mulai dari Tamansari, kawasan Royal, Kantin hingga Diponegoro. Revitalisasi Alun-alun akan menghadirkan landmark khusus bagi Kota Serang sebagai ibu kota provinsi.
“Alun-alun ini warisan masa kolonial. Jadi, semua masukan akan dikompilasi dan dikaji,” jelasnya.
Revitalisasi, kata Farach, akan dimulai pada 2026 mendatang, dengan alokasi anggaran sebesar Rp25 miliar tahap pertama dari total Rp50 miliar yang sudah tercantum pada dokumen RPJMD. (Nc)


