channelinfo.id/– Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon menyebutkan jika Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) minim, sehingga memanfaatkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk memfasilitasi program penekanan angka pengangguran melalui kegiatan pelatihan peningkatan kompetensi masyarakat memasuki dunia kerja bekerja sama dengan Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Serang di BBPVP Serang, Rabu (1/10/2025).
Demikian disampaikan Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Cilegon Panca M Widodo saat mematangkan kerja sama program pelatihan yang ditandai penandatanganan nota kesepahaman (MoU) lanjutan Tripartit bersama BBPVP Serang. Penandatanganan MoU disaksikan langsung Wali Kota Cilegon Robinsar dan Wakil Wali Kota Cilegon Fajar Hadi Prabowo.
Panca mengatakan, penandatanganan MoU dengan BBPVP Serang merupakan tindak lanjut kerja sama Pemkot Cilegon dengan Kepala BBPVP Serang dan Tripartit, yakni dari Pemkot Cilegon melalui Disnaker, Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), dan BBPVP terkait pelaksanaan program pelatihan peningkatan kompetensi masyarakat.
“Banyak progam-program dari Kementerian (menyebut Kementerian Tenaga Kerja-red) yang bisa dimanfaatkan masyarakat Cilegon dalam rangka peningkatan kompetensi,” ujarnya.
Program, kata Panca, akan melibatkan Apindo, baik dalam hal pemagangan maupun penempatan kerja agar bisa link and match terkait kebutuhan tenaga kerja di lapangan.
“Jadi, masukan kita nanti, jika kita tidak ada program bisa memohon bantuan dari BBPVP Serang untuk bisa memfasilitas masyarakat Cilegon agar bisa mengikuti pelatihan yang kita butuhkan,” terangnya.
Menurut Panca, MoU program pelatihan yang memanfaatkan APBN tersebut bisa menjadi jawaban bagi Pemkot Cilegon untuk menekan angka pengangguran.
“Pak Wali dan Pak Wakil sangat antusias dengan kondisi APBD sekarang yang minim bisa memanfaatkan APBN untuk memfasilitasi program pelatihan,” ujarnya.
“Intinya, kita mencoba berkolaborasi dengan baik, baik dari Pemkot Cilegon, BBPVP Serang maupun Apindo sendiri,” imbuhnya.
Sementara itu, Wali Kota Cilegon Robinsar menilai, kerja sama dengan BBPVP Serang merupakan langkah strategis untuk memperkuat link and match antara dunia pendidikan vokasi dengan kebutuhan industri, khususnya di Cilegon yang dikenal sebagai kota industri. Kerja juga dinilai sebagai wujud nyata kehadiran pemerintah dalam memfasilitasi peningkatan keterampilan masyarakat. Menurut Robinsar, program pelatihan merupakan langkah dari kerja sama yang baik antara pemerintah daerah dengan pemerintah pusat melalui Kemenaker di BBPVP.
“Di tengah keterbatasan yang ada, kita butuh support dari pemerintah pusat. Alhamdulillah Kemenaker siap hadir dan mendukung. Namun, kami di daerah juga tidak boleh berdiam diri, harus jemput bola,” tegas Robinsar. (Ms/Nc)


