Channelinfo.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon mengimbau masyarakat mewaspadai potensi cuaca ekstrem yang akan terjadi pada awal Januari 2026 sesuai laporan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Pemkot pun terus menjalin kolaborasi erat dengan para ulama dan tokoh masyarakat untuk mengantisipasi potensi tersebut.
Hal itu disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkot Cilegon Ahmad Aziz Setia Ade Putra saat membuka acara Pengajian Ulama Umaroh tingkat Kota Cilegon Tahun 2025 di Masjid Nurul Iman, Kota Cilegon, Kamis (11/12/2025).
Kegiatan dihadiri puluhan ulama dan umaroh dari seluruh kecamatan di Kota Cilegon. Acara yang bertujuan mempererat silaturahmi antara pemerintah dan tokoh agama itu berjalan khidmat. Turut hadir Kepala Bagian Kesejahteraan (Kabag Kesra) Setda Pemkot Cilegon Rahmatullah.
Dalam sambutannya, Aziz mengharapkan dukungan para ulama dan masyarakat untuk kemajuan Kota Cilegon. Aziz pun mengajak seluruh jamaah untuk terus mendoakan agar program pembangunan yang sedang dan akan dijalankan Pemkot Cilegon agar berjalan lancar. Menurut Azis, keberhasilan pembangunan tidak hanya bergantung pada kerja teknis, tetapi juga memerlukan kekuatan doa.
Pada kesempatan itu, Aziz juga menyampaikan kewaspadaannya terhadap prediksi potensi cuaca ekstrem yang akan terjadi pada awal Januari 2026 mendatang berdasarkan laporan dari BMKG. Menurut Aziz, potensi cuaca ekstrem harus menjadi perhatian serius bagi semua pihak.
“Di awal Januari kita akan menghadapi cuaca ekstrem. Ini bukan perkiraan biasa, tetapi peringatan yang harus kita sikapi dengan kesiapsiagaan,” ujar Aziz.
Kata Aziz, beberapa daerah di Indonesia telah terdampak bencana, sehingga menjadi pelajaran penting agar masyarakat Cilegon dapat memperkuat mitigasi sejak dini. Seperti halnya Sumatera yanh sudah mengalami bencana banjir bandang yang harus menjadi alarm bagi semua agar lebih waspada dan tidak menganggap remeh dengan kondisi cuaca saat ini. Aziz berharap, pengajian ulama dan umaroh dapat terus diselenggarakan secara berkelanjutan agar memberi dampak positif bagi masyarakat. Aziz berjanji, pihaknya akan terus mendukung berbagai kegiatan keagamaan.
“Mudah-mudahan pengajian ini tetap berjalan dan membawa keberkahan bagi kita semua,” harap Aziz.
Sementara itu, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Cilegon Kiai Zubaidi Ahyani menyampaikan dukungannya atas komitmen Pemkot Cilegon membangun sinergi dengan para ulama dan umaroh. Zubaidi menilai, kolaborasi penting untuk mendukung kemajuan Kota Cilegon. Menurut Zubaidi, Ulama dan pemerintah harus berjalan bersama dan doa menjadi kekuatan besar bagi kemajuan Kota Cilegon ke depan. Zubaidi juga mengapresiasi perhatian Pemkot Cilegon yang terus mendukung kegiatan keagamaan dan berharap agar kegiatan pengajian ulama dan umaroh rutin dilaksanakan.
“Pengajian ini bukan hanya menyatukan kita, tetapi juga menjadi ruang untuk saling mengingatkan dalam kebaikan. Semoga kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut dan bisa memberikan manfaat bagi umat,” harapnya. (Ms/Nc)



