Channelinfo.id – Fenomena meningkatnya arus urbanisasi setiap pasca libur Hari Raya Idul Fitri atau Lebaran menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang, terutama Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) untuk mewaspadai lonjakan para pendatang ke Kabupaten Serang yang kerap menjadi daerah tujuan pendatang lantaran merupakan kawasan industri.
Seperti disampaikan Kepala Disdukcapil Kabupaten Serang Warnerry Poetri yang menilai Kabupaten Serang memiliki daya tarik atau magnet kuat bagi para pendatang karena dikenal sebagai kawasan industri yang terus berkembang. Kondisi itu mendorong masuknya penduduk dari berbagai daerah untuk mencari peluang kerja.
“Kemungkinan besar ada peningkatan jumlah penduduk dari luar daerah, namun saat ini kami masih melakukan pendataan untuk mengetahui jumlah pastinya,” ujar pejabat perempuan yang akrab disapa Neri ini saat ditemui awak media di ruang kerjanya, Selasa (31/3/2026).
Kata Neri, pihaknya sudah melakukan antisipasi lonjakan pendatang dengan menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) bersama perusahaan, melibatkan Camat dan Kepala Desa (Kades) untuk memantau keberadaan pendatang baru di wilayah masing-masing. Neri juga mengimbau, pendatang diimbau tidak datang ke Kabupaten Serang hanya sekadar untuk mengadu nasib, melainkan harus memiliki keterampilan (skill) dan tujuan yang jelas agar tidak menambah angka pengangguran di Kabupaten Serang.
“Jangan sampai justru menjadi beban baru sebagai pengangguran,” imbaunya.
Lebih lanjut, Neri memperingatkan kepada para pendatang agar wajib melapor dalam waktu 2×24 jam kepada aparat setempat. Selain itu, bagi warga yang menetap hingga satu tahun juga diwajibkan untuk memindahkan administrasi kependudukan (adminduk) ke Kabupaten Serang.
“Jika belum memiliki pekerjaan atau tujuan yang jelas, sebaiknya kembali ke daerah asal,” saran mantan Camat Waringinkurung ini.
Untuk sebaran pendatang, disebutkan Neri, umumnya terkonsentrasi di kawasan industri seperti di Kecamatan Kopo, Cikande, Kragilan, hingga Kecamatan Bojonegara, selain kawasan wisata seperti di Kecamatan Anyer-Cinangka. Untuk itu, pihaknya akan terus memperkuat koordinasi lintas sektor, termasuk pihak imigrasi dan instansi terkait guna memastikan arus urbanisasi terkendali dan tidak menimbulkan dampak sosial di masyarakat.
“Biasanya para pendatang datang untuk bekerja di pabrik seperti industri sepatu. Namun kami tegaskan, jangan hanya mencoba keberuntungan tanpa tujuan yang jelas,” pesan mantan Plt Camat Tanara ini.
Dengan langkah pengawasan dan koordinasi yang terus diperkuat, Neri berharap, arus urbanisasi memberikan dampak positif bagi pembangunan daerah, tanpa menimbulkan persoalan baru di sektor ketenagakerjaan maupun kependudukan. (Ms/Nc)



