Channelinfo.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang sedang menyusun strategi terciptanya lingkungan sekolah yang aman, nyaman, serta ramah bagi anak dalam mendukung proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM).
Itu diungkapkan Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan Sekolah Dasar (SD) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Serang, Abidin Nasyar saat ditemui awak media di ruang kerjanya, Senin (28/9/2026).
Abidin mengatakan, pihaknya sudah melakukan sosialisasi terkait rencana terciptanya sekolah aman dan nyaman yang menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas serta mutu pendidikan di Kabupaten Serang. Kata Abidin, sosialisasi sudah dilakukan kepada para kepala sekolah dan guru yang menjadi bagian dari Dindikbud Kabupaten Serang.
“Saat sosialisasi saya mengajak para kepala sekolah dan guru agar bersama-sama menciptakan lingkungan pendidikan yang ramah, aman, nyaman, serta mendukung perkembangan karakter anak,” ujarnya.
Mantan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Serang ini juga menyebutkan, pihaknya sudah melaksanakan bimbingan teknis (bimtek) bagi guru kelas terkait strategi menciptakan sekolah yang aman dan nyaman bagi peserta didik. Pihaknya juga berencana mengundang seluruh kepala sekolah di Kabupaten Serang pada 28 September 2026 ini untuk membahas strategi menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman. Pembentukan karakter anak juga, kata Abidin, berkaitan dengan penerapan tujuh kebiasaan anak yang terus disosialisasikan kepada sekolah. Menurut Abidin, kemajuan teknologi menjadi salah satu tantangan yang perlu mendapat perhatian bersama.
“Anak-anak sekarang mudah sekali membuka berbagai akses melalui teknologi. Karena itu, kami menginstruksikan kepada sekolah agar penggunaan handphone tidak dibawa ke sekolah. Selama proses pembelajaran, handphone tidak boleh digunakan,” ujarnya.
Terkait pengawasan anak di luar lingkungan sekolah, kata Abidin, pendidikan karakter bukan hanya menjadi tanggung jawab sekolah, melainkan orangtua dan lingkungan keluarga juga sangat penting dalam membentuk kebiasaan dan karakter anak.
“Kalau selama di sekolah tentu menjadi tanggung jawab kami. Setelah anak keluar dari sekolah itu menjadi tanggung jawab orangtua atau wali murid,” katanya.
Pihaknyajuga, lanjut Abidin, mendorong komite sekolah untuk menyampaikan kepada orangtua mengenai pentingnya membangun kebiasaan positif anak di lingkungan keluarga. Beberapa kebiasaan yang perlu diterapkan di rumah, disebutkan Abidin, antara lain tidur tepat waktu, beribadah, berolahraga, serta membangun kebiasaan positif lainnya.
“Karakter itu dibangun dari lingkungan dan orangtua. Oleh karena itu, ini menjadi tanggung jawab kita semua. Lingkungan, orangtua, dan sekolah sama-sama memiliki tanggung jawab bagaimana kita membangun dan memperbaiki karakter anak,” ajaknya.
Menurut Abidin, di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat, pendidikan karakter, etika, dan akhlak perlu ditanamkan sejak dini agar anak memiliki kebiasaan dan perilaku yang positif. (Ms/Nc)


