Channelinfo.id- Sekolah Dasar Negeri (SDN) Pasauran 1 Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang mendapatkan bantuan hibah berupa alat Early Warning System (EWS) atau Sistem Peringatan Dini Gempa Bumi dari Mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Indonesia (UI) bekerja sama dengan PT TOA melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat Indonesia, kemarin. Bantuan hibah merupakan program Corporate Social Responsibility (CSR) PT TOA Indonesia yang dikoordinasikan dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang.
Bantuan secara simbolis diserahkan oleh Brand & Community Manager TOA Indonesia Clara Dinny, didampingi Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Serang Ajat Sudrajat, dan Kepala SDN Pasauran 1 Gun Gun Guntara. Selain penyerahan hibah, juga dilakukan Sosialisasi Siaga Bencana sebagai upaya meningkatkan pengetahuan, kesiapsiagaan, dan budaya sadar bencana bagi warga sekolah dalam menghadapi potensi bencana, khususnya gempa bumi.
Salah satu Pengajar Geologi FMIPA UI Twin Hosea Widodo Kristyanto mengatakan, latar belakang dipilihnya SDN Pasauran 1 sebagai tindak lanjut kegiatan serupa untuk guru-guru SD, SMP, dan juga Pramuka pada 2024 di Desa Umbul Tanjung, Kecamatan Cinangka agar kegiatan tersebut ada nilai keberlanjutannya. Tahun ini, FMIPA UI dan PT TOA Indonesia berkolaborasi untuk memberikan sistem gawat darurat dan juga early warning system.
“Hasil diskusi yang kami lakukan, akhirnya memutuskan untuk memilih SDN Pasauran 1 di wilayah Desa Umbul Tanjung lagi supaya ada kesinambungan,” ujarnya.
Berdasarkan hasil pretest atau tes awal, kata Twin, para siswa belum paham tentang gempa bumi. Namun demikian, saat dimulai pembelajaran siswa tampak semangat dan memahami terjadinya gempa bumi.
“Mereka jadi tahu, karena kami juga ada sesi simulasi gempa juga dan mereka terlihat semangat dan antusias,” tandasnya.

Brand & Community Manager TOA Indonesia Clara Dinny mengatakan, penyaluran bantuan hibah alat Early Warning System (EWS) sebagai bentuk kepedulian perusahaannya kepada masyarakat. Pihaknya tidak hanya berjualan, tetapi juga ingin bermanfaat untuk masyarakat melalui program CSR.
Sementara itu, Kalaksa BPBD Kabupaten Serang Ajat Sudrajat menjelaskan, jika sosialisasi bencana sebagai salah satu bentuk aksi atau partisipasi, baik dari PT TOA Indonesia lewat CSR-nya yang dikolaborasikan dengan Pengabdian Masyarakat Fakultas MIPA UI terhadap kepedulian bencana yang ada di wilayah Kabupaten Serang. EWS gempa bumi itu juga ada untuk peringatan tsunami dan bencana banjir. Salah satu bentuknya, disebutkan Ajat, mereka menghibahkan alat Early Warning System Gempa yang penempatannya khusus di sekolah. Selain memberikan alat EWS, PT TOA Indonesia juga memberikan sosialisasi untuk penggunaan EWS, serta memberikan sosialisasi untuk pemahaman terhadap kegunaan EWS.
“Jadi, ini bagian dari kegiatan pencegahan, khawatir kalau tidak dipersiapkan. Walaupun kita tidak mengharapkan terjadi yang namanya bencana, mereka belum siap untuk menghadapi itu. Maka dari itu, dilakukanlah sosialisasi untuk penggunaan EWS ini untuk mengurangi dampak terhadap bencana gempa bumi,” terang mantan Camat Waringinkurung ini.
Ajat berharap, sosialisasi yang dilakukannya kepada siswa SDN Pasauran 1 dapat diinformasikan kepada keluarganya.
“Diharapkan juga, kolaborasi FMIPA UI dan PT TOA Indonesia ini tidak berhenti di sini, tapi terus berkelanjutan,” harapnya. (Nc)


