Channelinfo.id- Purbaya Yudhi Sadewa akhirnya dicopot atau dipecat dari jabatannya sebagai Menteri Keuangan (Menkeu) oleh Presiden RI Prabowo Subianto, Senin (14/9/2026) sore. Posisi Purbaya digantikan posisinya oleh Suahasil Nazar yang sebelumnya mengisi posisi jabatan Wakil Menteri Keuangan. Tragisnya, proses pemecatan Purbaya dinilai mendadak karena saat itu Purbaya masih melangsungkan rapat dengan Anggota DPD RI.
Berdasarkan keterangan dari kanal youtube Tribunnews, Purbaya menerima telepon di tengah Rapat bersama Anggota DPD RI dengan agenda Pembahasan Rancangan Undang-undang Tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2027 dan Nota Keuangan pada Senin (14/9/2026). Telepon diterimanya hanya beberapa jam sebelum dirinya dicopot dari posisi Menkeu.
Rapat sendiri berlangsung sekira pukul 10.00 WIB hingga pukul 15.00 WIB. Di tengah rapat tersebut, Purbaya menerima telepon dari seseorang yang dipanggilnya ‘Bapak’. Setelah menerima telepon yang diduga dari Mensesneg Prasetyo Hadi itu, Purbaya kembali ke ruangan rapat dan langsung meninggalkan Gedung DPD RI.
Artinya, Purbaya dicopot dari jabatannya sebagai Menkeu di tengah agenda resmi kenegaraan yang dijalaninya. Pagi sebelum resmi diresuffle, Purbaya diketahui rapat dengan DPD RI pada Senin (14/9/2026). Sidang penting yang digelar sejak siang hari itu turut dihadiri perwakilan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) dan Bank Indonesia (BI).
Dalam laporannya, Purbaya juga merinci dua fokus utama, yakni strategis fiskal 2027 hingga sinergi dan harmonisasi kebijakan pusat dan daerah. Purbaya juga sempat menggarisbawahi beratnya tantangan ekonomi global yang diwarnai persaingan antarnegara, pergeseran teknologi cepat serta ketidakpastian geopolitik. Situasi itu menuntut instrumen keuangan negara bekerja lebih strategis.
Di tengah rapat tepat pukul 14.30 WIB di tengah ruang sidang yang masih berjalan sebuah panggilan penting yang diduga dari Istana diterima Purbaya di tengah isu perombakan kabinet. Tanpa menunggu agenda rampung, Purbaya langsung berpamitan kepada Pimpinan dan Anggota Komisi IV untuk bergegas meninggalkan komplek parlemen. (Nc)

