channelinfo.id/ – Wali Kota Cilegon Robinsar memangkas proyeksi pendapatan dan belanja pada APBD Cilegon 2025 Perubahan sebesar Rp120 miliar yang dinilai tidak rasional. Langkah itu sebagai antisipasi agar APBD tidak kembali mengalami defisit anggaran seperti tahun sebelumnya.
Demikian diungkapkan Robinsar kepada awak media, Jumat (3/10/2025). Kata Robinsar, sebagai kepala daerah memilih lebih rasional dan mengoreksi secara lebih teliti proyeksi pendapatan agar defisit anggaran tidak terulang.
“Kalau terjadi defisit, masyarakat yang jadi korban. Saya tidak mau honor guru ngaji, honor kader, honor Ketua RT/WR dan pembayaran pihak ketiga tidak terbayar dan menjadi hutang,” jelas orang nomor satu di Cilegon kelahiran April 1992 ini.
Menurut Robinsar, proyeksi pendapatan yang kurang rasional tidak perlu menjadi patokan, jika pada akhirnya tidak tercapai dan menjadi beban APBD. Belanja yang tidak menyentuh kebutuhan masyarakat juga, kata Robinsar, dipangkas demi tercapainya keuangan daerah yang sehat. Dengan adanya pemangkasan proyeksi anggaran dan belanja, lanjutnya, akan mengurangi volume kegiatan.
“Tapi itu lebih baik ketimbang memaksakan sesuatu tapi hutang dan beban APBD tahun yang akan datang,” terang politisi Partai Golkar ini.
Diketahui, Rancangan APBD Cilegon 2025 semula sebesar Rp2,282 triliun menjadi Rp2,175 triliun pada APBD Perubahan atau berkurang sebesar Rp107, 6 miliar.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Cilegon Syafrudin menambahkan, dari target rencana pengurangan belanja sekitar Rp124,5 miliar terkoreksi menjadi 107,6 miliar, disebabkan ada beberapa belanja mandatori yang harus dipenuhi. Salah satunya penambahan belanja untuk program Jaminan Kesehatan Universal Health Coverage (UHC). Selain itu, Sektor Pendapatan Pajak Daerah terdapat penambahan potensi BPHTB sebesar Rp17 miliar.
“Ada penambahan potensi itu, maka angka terjadi pengurangan, yang sebelumnya Rp120 miliar menjadi Rp107 miliaran,” ungkapnya.(Ms/Nc)


