Pernah merasa seperti ini?
Sering bangun tidur masih capek, gampang ngantuk di kelas, lemas, sulit fokus belajar, atau mood gampang turun? Jangan langsung menganggap itu hanya karena tugas sekolah, overthinking, atau begadang, tetapi bisa jadi tubuh sedang memberi tanda anemia. Anemia pada remaja dapat menyebabkan kelelahan, penurunan konsentrasi, serta gangguan aktivitas sehari-hari (Rahman dkk., 2024)
Anemia masih sering terjadi pada remaja, terutama remaja putri, namun sering tidak disadari karena gejalanya dianggap biasa. Padahal, jika dibiarkan, anemia dapat mengganggu kesehatan, konsentrasi belajar, aktivitas, dan kualitas hidup remaja (Sari dkk., 2022)
Sebenarnya, Apa Itu Anemia?
Anemia adalah kondisi ketika kadar hemoglobin (Hb) dalam darah lebih rendah dari normal. Hemoglobin adalah bagian dari sel darah merah yang bertugas membawa oksigen ke seluruh tubuh (Kementerian Kesehatan RI, 2021).
Bayangkan tubuh seperti sekolah yang membutuhkan listrik agar semua ruangan bisa berfungsi. Nah, hemoglobin adalah ‘kurir oksigen’ yang mengantarkan energi ke seluruh tubuh. Kalau jumlahnya kurang, tubuh akan terasa cepat lelah, kurang fokus, mudah pusing, dan tidak bertenaga. Karena itulah anemia sering disebut sebagai kondisi ‘kurang darah’, walaupun sebenarnya yang bermasalah adalah kemampuan darah membawa oksigen.
Kategori Anemia pada Remaja
Seseorang dikatakan mengalami anemia apabila kadar hemoglobin berada di bawah normal, yaituRemaja putri dikatakan anemia jika Hb < 12 g/dL dan Remaja putra dikatakan anemia jika Hb < 13 g/dL. (Kementerian Kesehatan RI, 2021) Pemeriksaan kadar hemoglobin dapat dilakukan melalui tes darah di Puskesmas, Klinik, atau Rumah Sakit.
Kenapa Remaja Rentan Mengalami Anemia?
Masa remaja adalah masa pertumbuhan cepat. Tubuh membutuhkan lebih banyak zat gizi untuk mendukung perkembangan fisik, hormon, dan aktivitas sehari-hari. Jika kebutuhan tersebut tidak terpenuhi, risiko anemia meningkat (Angelia, 2025). Berikut beberapa penyebab anemia yang paling sering terjadi pada remaja (Apriningsih dkk., 2026):
1. Pola Makan ‘Asal Kenyang’
Banyak remaja lebih sering makan mie instan, gorengan, makanan cepat saji, minuman manis atau camilan rendah gizi. Padahal, tubuh membutuhkan zat besi, protein, vitamin B12, dan asam folat untuk membentuk sel darah merah. Makan kenyang belum tentu makan bergizi.
2. Diet Ketat Demi Body Goals
Tidak sedikit remaja yang sengaja melewatkan sarapan, makan sangat sedikit, menghindari nasi atau mengikuti diet viral tanpa pengawasan. Diet yang tidak tepat dapat menyebabkan tubuh kekurangan zat gizi penting dan meningkatkan risiko anemia. Body goals memang penting, tapi kesehatan tetap nomor satu.
3. Menstruasi pada Remaja Putri
Saat menstruasi, tubuh kehilangan darah setiap bulan. Jika asupan zat besi tidak cukup untuk menggantikan darah yang hilang, anemia dapat terjadi. Karena itu, remaja putri memiliki risiko anemia lebih tinggi dibanding remaja putra.
4. Begadang dan Pola Hidup Tidak Sehat
Tidur terlalu malam, kurang istirahat, jarang olahraga, dan terlalu lama bermain gadget dapat membuat tubuh semakin mudah lelah dan memperparah gejala anemia.
5. Jarang Makan Buah dan Sayur
Zat besi tidak bisa bekerja maksimal tanpa bantuan vitamin C. Sayangnya, masih banyak remaja yang kurang mengonsumsi buah dan sayur. Padahal vitamin C membantu penyerapan zat besi agar lebih optimal.

Tanda-Tanda Anemia yang Sering Diabaikan
Anemia sering datang perlahan sehingga banyak remaja tidak menyadarinya. Beberapa gejala yang perlu diperhatikan antara lain:
- Mudah capek walaupun aktivitas ringan
- Sering pusing atau mata berkunang-kunang
- Wajah tampak pucat
- Sulit fokus saat belajar
- Mengantuk di kelas
- Jantung berdebar
- Nafsu makan menurun
- Nafas terasa pendek
- Tangan dan kaki terasa dingin
Kalau gejala ini sering muncul, jangan dianggap sepele. (Safriza dkk., 2025)
Dampak Anemia pada Kehidupan Remaja
Banyak orang mengira anemia hanya menyebabkan lemas. Faktanya, dampaknya bisa jauh lebih besar (Pusparini, 2025), yakni
1. Konsentrasi dan Prestasi Belajar Menurun. Otak membutuhkan oksigen untuk bekerja optimal. Saat tubuh kekurangan hemoglobin, kemampuan fokus dan mengingat ikut menurun, akibatnya sulit memahami pelajaran, mudah lupa, dan tidak maksimal saat belajar.
2. Produktivitas Menurun
Tubuh yang mudah lelah membuat aktivitas sehari-hari menjadi terganggu, mulai dari sekolah, organisasi, olahraga, hingga kegiatan sosial.
3. Mood Mudah Berubah
Kurangnya oksigen dalam tubuh dapat membuat seseorang lebih mudah lelah secara fisik maupun emosional.
4. Daya Tahan Tubuh Menurun
Remaja dengan anemia cenderung lebih mudah sakit karena kondisi tubuh tidak optimal.
5. Risiko Kesehatan di Masa Depan
Pada remaja putri, anemia yang berlangsung lama dapat berdampak pada kesehatan reproduksi dan meningkatkan risiko komplikasi saat hamil di masa depan.
Fakta atau Mitos tentang Anemia?
‘Anemia cuma dialami perempuan’ Salah. Remaja putra juga bisa mengalami anemia, terutama jika pola makannya buruk.
‘Kalau masih kuat sekolah berarti tidak anemia’ Salah. Banyak penderita anemia tetap beraktivitas normal tetapi tubuhnya sebenarnya sudah kekurangan zat besi.
‘Minum tablet tambah darah bikin gemuk’ Mitos. Tablet tambah darah tidak menyebabkan kegemukan.
‘Anemia bisa dicegah’ Benar. Dengan pola makan sehat dan gaya hidup baik, anemia dapat dicegah.
Cara Mencegah Anemia pada Remaja
1. Konsumsi Makanan Kaya Zat Besi. Contohnya: daging merah, hati ayam, ikan, telur, bayam, kacang-kacangan. Zat besi sangat penting untuk pembentukan hemoglobin.
2. Jangan Skip Sarapan
Sarapan membantu memenuhi kebutuhan energi dan zat gizi sebelum beraktivitas.
3. Minum Tablet Tambah Darah
Remaja putri dianjurkan minum tablet tambah darah satu kali seminggu sesuai anjuran tenaga kesehatan. Tablet tambah darah membantu mencegah anemia akibat kekurangan zat besi.
4. Konsumsi Buah Kaya Vitamin C
Vitamin C membantu penyerapan zat besi. Contohnya: jeruk, jambu biji, mangga, pepaya, stroberi.
5. Kurangi Teh dan Kopi Setelah Makan
Teh dan kopi dapat menghambat penyerapan zat besi. Sebaiknya beri jarak sekitar 1–2 jam setelah makan.
6. Tidur yang Cukup
Tubuh membutuhkan istirahat agar metabolisme dan kondisi kesehatan tetap optimal.
7. Aktif Bergerak dan Berolahraga
Olahraga membantu menjaga kebugaran dan meningkatkan kesehatan tubuh secara keseluruhan.
Kapan Harus Periksa ke Tenaga Kesehatan? Segera lakukan pemeriksaan jika sering lemas, pusing berkepanjangan, sulit konsentrasi, atau wajah terlihat sangat pucat. Pemeriksaan hemoglobin (Hb) dapat membantu memastikan apakah seseorang mengalami anemia atau tidak.
Sumber: Angelia, S. (2025). Gambaran Prevalensi Kejadian Anemia pada Remaja dan Faktor Risiko Anemia. Jurnal Surya Medika, 11(1), 105–113.
Apriningsih, A., Rachmawati, N., & Nurjanah, S. (2026). Faktor Risiko Anemia pada Remaja Putri. Holistik Jurnal Kesehatan, 20(1), 54–63
Dianita, E. M., Sari, P. N., Imam, N., & Praningsih, S. (2024). Kenali Lebih Jauh Anemia pada Remaja.Jakarta: Tahta Media Group
Kemenkes RI. (2018). Pedoman dan Penanggulangan Anemia pada Remaja Putri dan Wanita Usia Subur (WUS). Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2021). Buku Pedoman Pencegahan dan Penanggulangan Anemia pada Remaja Putri dan Wanita Usia Subur. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Purnamaningrum, Y., E. Kusmiyati, Y. Pervi, M. S., & Renantya, J. (2025). Buku Saku MERONAA: Menjadi Role Model Nasional Anti Anemia. Yogyakarta: Politeknik Kementerian Kesehatan Yogyakarta.
Pusparini, T. S. (2025). Factors That Cause Anemia in Adolescent Girls. Jurnal Kebidanan Malahayati, 11(2), 287–294.
Rahman, R. A., Putri, N. A., & Suryani, D. (2024). Analisis Faktor Risiko Kejadian Anemia pada Remaja Putri. Jurnal Kesehatan Komunitas, 10(2), 215–223.
Safriza, H. A., Bani, A., & Nalle, Y. (2025). Faktor Risiko Kejadian Anemia pada Remaja Putri di SMK Negeri 1 Kupang. Jurnal Kesehatan Universitas Respati Indonesia, 17(1), 22–30.
Sari, P., Herawati, D., Dhamayanti, M., & Hilmanto, D. (2022). Anemia pada remaja: Prevalensi dan Faktor yang Memengaruhi. Jurnal Kedokteran dan Kesehatan, 9(2), 88–96.
Nama : Putri Amelia Andriani, S.Gz (NIM. 20250312028)
Prodi : Pendidikan Profesi Dietisien
Instansi : Universitas Esa Unggul
Editor: Nc



