Channelinfo.id – Penerima Bantuan Iuran (PBI) program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) melalui Badan Penyelenggaran Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan di Kabupaten Serang menjangkau 717.147 jiwa, baik melalui Anggaran pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten, APBD Provinsi hingga Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dari Pemerintah Pusat.
Demikin diungkapkan Kepala Dinkes Kabupaten Serang dr Efrizal melalui keterangan tertulis yang disampaikan melalui Dinas Komunikasi Informatika Persandian dan Statistik (Diskominfosatik) Kabupaten Serang, kemarin.
Efrizal mengatakan, peningkatan kualitas kesehatan masyarakat tidak cukup hanya dengan program kuratif, melainkan juga harus dimulai dari pembenahan layanan primer yang nyaman, mudah diakses, dan berkualitas. Pihaknya terus melakukan optimalisasi pelayanan kesehatan melalui peningkatan kualitas Puskesmas. Tahun ini, disebutkan Efrizal, ada empat Puskesmas yang direhabilitasi dan satu Puskesmas baru dibangun sebagai bagian dari pemerataan akses layanan kesehatan. Rehabilitasi ini bukan sekadar memperbaiki bangunan, tetapi memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan yang lebih nyaman, aman, dan manusiawi.
Dijelaskan Efrizal, rehabilitasi dan pembangunan fasilitas kesehatan menjadi bagian dari strategi besar Pemkab Serang dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan dasar. Dengan fasilitas yang lebih baik, tenaga kesehatan juga dapat bekerja lebih optimal dalam memberikan pelayanan promotif, preventif, kuratif, hingga rehabilitatif.
Puskesmas juga dinilai sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan masyarakat. Karena itu, kualitas sarana dan prasarannya harus terus ditingkatkan. Pihaknya ingin masyarakat datang ke Puskesmas dengan rasa nyaman, tidak khawatir terhadap fasilitas, dan mendapatkan pelayanan terbaik.
Selain pembenahan infrastruktur, pihaknya juga fokus pada isu kesehatan strategis, termasuk penurunan stunting, penurunan angka kematian ibu (AKI), dan angka kematian bayi (AKB). Pihaknya juga terus memperkuat pendampingan terhadap ibu hamil, balita, serta keluarga berisiko stunting melalui kolaborasi lintas sektor. Program kesehatan juga tidak berhenti pada pengobatan, melainkan juga menyasar pencegahan sejak dini. Pendampingan ibu hamil terus diperkuat untuk menekan angka kematian ibu dan bayi. Begitu juga intervensi terhadap anak-anak stunting dilakukan secara berkelanjutan melalui penguatan gizi, edukasi keluarga, dan monitoring intensif. Ini adalah investasi besar untuk masa depan generasi Kabupaten Serang.
Salah satu langkah paling signifikan di Kabupaten Serang, kata Efrizal, yakni memastikan masyarakat kurang mampu tetap memiliki akses terhadap layanan kesehatan melalui pembiayaan BPJS Kesehatan. Pihaknya hadir agar faktor ekonomi tidak menjadi penghalang masyarakat untuk mendapatkan layanan medis.
“Berdasarkan data yang dihimpun, total warga kurang mampu yang mendapatkan fasilitasi jaminan kesehatan mencapai 717.417, dengan rincian PBI APBN sebanyak 373.865 jiwa, PBPU (Pekerja Bukan Penerima Upah) Pemkab Serang melalui APBD Kabupaten sebanyak 161.797 jiwa, dan PBPU Pemda Provinsi melalui APBD Provinsi sebanyak 181.485 jiwa,” ungkapnya.
Program tersebut, kata Efrizal, menjadi bentuk nyata keberpihakan pemerintah terhadap masyarakat rentan, sekaligus memastikan perlindungan kesehatan berjalan lebih inklusif. Menurut Efrizal, jaminan kesehatan merupakan hak dasar masyarakat. Oleh karena itu, pihaknya berkomitmen memastikan warga kurang mampu tetap terlindungi.
“Dengan dukungan pembiayaan dari pusat, provinsi, dan daerah, kami ingin masyarakat fokus pada kesembuhan tanpa dibebani kekhawatiran biaya,” jelasnya.
Terkait itu, Warga Kecamatan Petir Sarinah mengaku bersyukur dan sangat terbantu dengan kepesertaan BPJS PBI yang difasilitasi pemerintah.
“Terima kasih Ibu Bupati dan Pemkab Serang. BPJS ini sangat membantu keluarga kami. Saat kami butuh berobat, kami tidak lagi terlalu khawatir soal biaya. Bagi warga kecil seperti kami, bantuan ini benar-benar sangat berarti,” ucapnya.
Sarinah berharap, program tersebut terus berlanjut agar semakin banyak masyarakat kecil yang merasakan manfaatnya.
“Semoga pemerintah daerah terus peduli dengan rakyat kecil. Kami merasakan langsung bahwa pemerintah hadir membantu masyarakat,” ujarnya. (Ms/Nc)



