Channelinfo.id- Panderita gagal ginjal di Banten dalam kurun tiga tahun terakhir mulai menyerang usia produktif. Untuk mengantisipasi lonjakan masalah kesehatan tersebut, Rumah Sakit Umum Daerah dr Dradjat Prawiranegara (RSDP) Kabupaten Serang terus melakukan pembenahan dan meningkatkan mutu pelayanan kesehatan, salah satunya menambah alat dan tempat tidur layanan Hemodialisa (HD) atau cuci darah.
Itu terungkap pada momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-88 RSDP yang dirangkaikan dengan Hari Jadi Kabupaten Serang ke-500 di Aula RSDP di Aula Hasanuddin RSDP, Jalan Ki Mas Jong, Kota Serang, Kamis (20/8/2026). Pada kesempatan itu, Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah (Zakiyah) yang hadir membuka acara meluncurkan tambahan alat layanan HD ditandai pengguntingan pita.
Turut hadir Wakil Bupati Serang M Najib Hamas, Ketua DPRD Kabupaten Serang Bahrul Ulum, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Ketua Komisi 3 DPRD Kabupaten Serang Supiyanto, Asda 3 Pemkab Serang Ida Nuraida, sejumlah Kepala OPD, dan tamu undangan lainnya.
Acara bertemakan ‘Melangkah Bersama, Mengabdi untuk Negeri, Meningkatkan Mutu Pelayanan RSDP Menuju Kabupaten Serang Bahagia’ itu diawali dengan menyanyikan langi kebangsaan Indonesia Raya dan Mars RSDP, dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Alquran, sambutan-sambutan, pemberian bantuan dan pemberian penghargaan kepada pegawai teladan, hingga pemotongan tumpeng.
“Alhamdulillah RSDP meluncurkan tambahan 10 unit layanan HD atau alat terapi cuci darah untuk memastikan bahwa setiap warga, khususnya yang membutuhkan terapi cuci darah dapat kita tangani secara cepat, dan terfasilitasi dengan baik,” ungkapnya.
Dengan demikian, disebutkan Zakiyah, saat ini RSDP total memiliki 40 unit alat dan bed layanan HD yang diharapkan bisa mengakomodasi kebutuhan masyarakat, terutama yang membutuhkan terapi gagal ginjal. Atas semakin banyaknya penderita gagal ginjal, Zakiyah mengimbau kepada seluruh masyarakat agar bisa menjaga kesehatan dengan mengonsumsi makanan sehat.
Menurut Zakiyah, faktor penyebab gagal ginjal akibat makanan yang dikonsumsi tidak mengutamakan gizi seimbang. Oleh karena itu, Zakiyah meminta masyarakat untuk menjaga kesehatan, jaga pola makan yang sehat, konsumsi makanan yang sehat, tidak mengonsumsi makanan-makanan yang memicu tingginya gula. Saat ini, disebutkan Zakiyah, terdata di RSDP sebanyak 300 warga yang rutin mencuci darah akibat gagal ginjal.
“Sangat memprihatinkan, ada 300 pasien cuci darah dari kabupaten/kota lain, tidak hanya Kabupaten Serang, ada dari Kota Serang, Pandeglang, Cilegon, dan lainnya. Jadi, kita harus jaga kesehatan sehingga kita sehat terus,” ajaknya.

Di tempat yang sama, Direktur RSDP dr Rahmat Setiadi menegaskan, pihaknya terus melakukan peningkatan mutu pelayanan, salah satunya penambahan 10 alat dan tempat tidur untuk layanan HD. Rahmat pun menyebutkan, jika penderita gagal ginjal di Banten saat ini trendnya meningkat dan menyasar usia muda.
“Jadi, penambahan alat HD ini untuk mengantisipasi terjadinya lonjakan,” terangnya.
Rahmat mengatakan, peningkatan pelayanan tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya mengantisipasi meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan kesehatan, termasuk layanan hemodialisa atau cuci darah.
“Kami terus mengoptimalkan sarana dan prasarana yang tersedia. Yang layanan cuci darah itu ditingkatkan dari 30 alat menjadi 40 alat sampai 40 tempat tidur,” ungkapnya.
Selain itu, pihaknya juga berinovasi membuat buku kendali untuk pasien cuci darah agar selalu terkontrol, dimana saat pasien cuci darah dan selesai cuci darah ada catatannya. Pasien cuci darah, kata Rahmat, trendnya merata di seluruh Indonesia, termasuk di Banten pasien disumbangkan hampir di semua daerah kabupaten kota karena RSDP merupakan rumah sakit rujukan. Pihaknya memberlakukan dua shift untuk layanan pasien HD. Artinya, dalam sehari hanya menerima maksimal 80 pasien. Saat ini, disebutkan Rahmat, pasien cuci darah di rumah sakitnya tercatat mencapai 300 orang.
“Hampir dua tiga tahun ini trennya menengah ke bawah (pasien cuci darah-red). Artinya, umurnya dari 40 tahun ke bawah atau usia produktif. Ini kita sangat sayangkan,” tukasnya.
Rahmat pun mengaku mendapat arahan dari Bupati agar mengadakan edukasi ke sekolah-sekolah, ke masyarakat agar makanan yang dikonsumsi masyarakat lebih terkontrol atau disarankan 4 sehat 5 sempurna atau makanan higienis dan sebagainya. Menurut Rahmat, faktor yang menyebabkan gagal ginjal berasal dari makanan. Masyarakat pun diimbau untuk Berkonsultasi dengan ahli gizi untuk mengontrol konsumsi makanan. Tidak hanya itu, pihaknya juga berinovasi memberikan layanan salon berupa medicure pedicure kepada pasien cuci darah agar lebih rileks selama proses cuci darah yang menghabiskan waktu hingga 4 jam.
“Nah, salon itu adalah supaya pertama buat supaya rileks. Pasien-pasien HD itu maaf, kalau sudah pasien di-HD ada kadang ngelihatin darahnya bagaimana, dia merasa down, mentalnya juga turun. Nah, kita coba bangkitkan dengan cara kita mengedukasi, termasuk terobosan salon untuk membersihkan kuku, kaki, dan kebersihan rambut, gitu,” ungkapnya.
Rahmat memastikan, pasien yang mendapatkan layanan hemodialisa di RSDP tidak hanya berasal dari Kabupaten Serang, melainkan juga dari Kota Serang hingga Pandeglang karena menjadi salah satu rumah sakit rujukan. Namun, jika kapasitas layanan penuh, pihaknya akan mengarahkan pasien ke rumah sakit terdekat sesuai wilayah domisilinya. (Ms/Nc)


