Channelinfo.id– Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Serang tahun ini menargetkan penghimpunan zakat mencapai Rp28 miliar. Wakil Bupati (Wabup) Serang Muhammad Najib Hamas pun mendorong Baznas untuk terus berinovasi dalam pendistribusian Zakat, Infaq, Sedekah, dan Wakaf (ZISWAF) melalui program-program berbasis pemberdayaan ekonomi, sehingga para penerima manfaat (mustahik) dapat bertransformasi menjadi pemberi zakat (muzaki).
Hal tersebut terungkap pada Rapat Kerja Daerah (Rakerda) ke-23 Baznas Kabupaten Serang di Aula TB Suwandi Pemerintahan Kabupaten Serang, beberapa waktu lalu. Rakerda yang mengusung tema ‘Optimalisasi Pengumpulan dan Pendayagunaan Zakat, Infak, Shodaqoh (ZIS) yang Berdampak Menuju Kabupaten Serang Bahagia’ itu diikuti 128 Unit Pengumpul Zakat (UPZ) se-Kabupaten Serang dan dibuka oleh Wakil Bupati Serang M Najib Hamas. Turut hadir jajaran Pimpinan Baznas Kabupaten Serang, pimpinan bank mitra Baznas, sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta para pengurus Unit Pengelola Zakat (UPZ) se-Kabupaten Serang.
Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penyaluran bantuan sosial secara simbolis melalui sejumlah program Baznas Kabupaten Serang, antara lain Program Jaga Kiyai, beasiswa bagi siswa SD, MI, SMP, serta santri pondok pesantren salafiyah, bantuan untuk marbot masjid, pemandi jenazah, hingga bantuan rumah tidak layak huni (Rutilahu).
“Tahun ini kita menargetkan penghimpunan zakat sebesar Rp28 miliar sesuai target yang ditetapkan pada masa kepengurusan saat ini, naik dari target sebelumnya Rp16 miliar,” ungkapnya.
Untuk itu, kata Hasanuddin, pihaknya membutuhkan penguatan sinergi bersama seluruh UPZ di Kabupaten Serang. Untuk mencapainya, menurut Hasanuddin, diperlukan inovasi serta penguatan sinergi dengan seluruh UPZ agar penghimpunan zakat semakin optimal. Hasanuddin pun menyebutkan jika rangkaian Rakerda diisi dengan workshop yang menghadirkan Pimpinan Baznas RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Idy Muzayyad sebagai narasumber.
Melalui workshop, diharapkan Hasanuddin, seluruh pengurus Baznas dan UPZ di Kabupaten Serang memperoleh penguatan kapasitas dalam pengelolaan penghimpunan, pendistribusian, dan pendayagunaan zakat sehingga mampu menghadirkan program-program yang lebih produktif dan memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Rapat kerja ke-23 Baznas Kabupaten Serang kali ini jadi momentum memperkuat kolaborasi antara Baznas, Instansi pemerintahan, UPZ, lembaga perbankan, dan seluruh pemangku kepentingan dalam mengoptimalkan potensi zakat sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi umat menuju terwujudnya Kabupaten Serang yang lebih sejahtera dan bahagia,” tandasnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Serang M Najib Hamas mendorong Baznas Kabupaten Serang untuk terus berinovasi dalam pendistribusian ZISWAF. Menurutnya, pola pendistribusian zakat ke depan tidak lagi cukup hanya bersifat konsumtif yang manfaatnya habis dalam waktu singkat, melainkan harus diarahkan menjadi program produktif yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
“Jadi ke depan Baznas Kabupaten Serang harus memiliki inovasi dalam pendistribusian ZISWAF yang berbasis pemberdayaan agar para mustahik suatu saat bisa menjadi muzaki melalui skema distribusi zakat yang lebih produktif,” terangnya.
Najib pun mencontohkan pendayagunaan zakat produktif seperti filosofi memancing, dimana ada peribahasa lebih baik memberikan umpan dibandingkan memberikan ikan. Jika hanya memberikan ikan, menurut Najib, manfaatnya hanya sesaat.
“Tetapi kalau kita memberikan umpannya, maka manfaatnya akan terus berkelanjutan karena mereka mampu menghasilkan sendiri,” jelas Politisi PKS ini.
Selain mendorong inovasi pendistribusian zakat, Najib juga menghitung potensi zakat di Kabupaten Serang yang diperkirakan mencapai sekitar Rp900 miliar setiap tahun. Potensi tersebut berasal dari aparatur pemerintah, perusahaan, dunia usaha, hingga masyarakat secara umum. Meski demikian, diakui dia, potensi tersebut tidak seluruhnya dapat dihimpun Baznas, karena terdapat berbagai lembaga amil zakat (LAZ) serta lembaga sosial kemanusiaan lain yang juga melakukan penghimpunan dana zakat, infak, dan sedekah.
“Potensi zakat Kabupaten Serang sangat besar. Namun penghimpunannya juga dilakukan oleh berbagai lembaga amil zakat lainnya. Karena itu, yang terpenting membangun sinergi antarlembaga agar pemberdayaan masyarakat dapat berjalan lebih optimal,” pungkasnya. (Nc)


