Channelinfo.id- Purbaya Yudi Sadewa akhirnya dicopot dari jabatannya sebagai Menteri Keuangan (Menkeu) oleh Presiden RI Prabowo Subianto, Senin (14/9/2026) sore. Posisi Purbaya pun digantikan oleh Suahasil Nazar yang sebelumnya mengisi posisi jabatan Wakil Menteri Keuangan.
Suahasil sendiri mengaku baru diberitahu Istana pada Senin paginya agar bersiap dilantik pada Senin sore. Padahal, Presiden Prabowo sendiri pada Senin pagi sekira pukul 08.00 WIB baru saja mendarat di Bandara Halim Perdana Kusuma setelah menghadiri KTT BRICS 2026 di New Delhi India yang berlangsung dia hari dari 12-13 September 2026. Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan Suahasil dilakukan langsung Prabowo di Istana Negara yang berlangsung khidmat disertai proses penandatangan pelantikan.
Pembacaan Keputusan Presiden RI terkait pelantikan Suahasil tersebut dilakukan oleh Deputi Bidang Administrasi Aparatur Kementerian Sekretariat Negara dengan Keputusan Nomor 97 P Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengukuhan dan Pengangkatan Menteri Keuangan Kabinet Merah Putih dalam sisa masa jabatan periode Tahun 2024-2029 .
Usai dilantik, Suahasil kepada awak media menyampaikan prioritas kerja yang diamanatkan Presiden sebagai bentuk kepercayaan Presiden terhadapnya dan mengucapkan terima kasih untuk kepercayaan tersebut dan berharap ia bisa menjalankan amanah yang diberikan. Disinggung mengenai proses pelantikan oleh awak media, Suahasil mengaku hanya diminta bersiap pada pelantikan yang berlangsung sore hari. Suahasil juga tidak menampik jika dirinya tidak menjalin komunikasi dengan Purbaya terkait pelantikan.
Disinggung soal arahan khusus dari Presiden, diakui Suahasil, ia diminta untuk menjaga keuangan negara. Artinya, menjaga kesehatan dam kredibilitas dari keuangan negara tersebut.
“Jadi, APBN sebagai bagian dari keuangan negara harus bisa menjalankan program prioritas pemerintah, karena itu APBN-nya harus sehat, selain APBN harus sehat, juga harus kredibel, APBN harus dapat dipercaya,” ungkapnya.
Untuk itu, Suahasil berjanji, bersama Kementerian Keuangan yang dinilainya selama ini sudah bekerja keras akan melanjutkan untuk menjaga keuangan tersebut agar dapat menumbuhkan APBN yang bisa betul-betul menstabilkan ekonomi indonesia. Disinggung soal perombakan di Kemenkeu, diakui Suahasil, sudah ada pelantikan pekan lalu dan ke depan menunggu hasil keputusan dan tindaklanjut darinya seperti apa.
“Tentunya pelantikan ini untuk memperkuat keuangan negara, melanjutkan apa yang sudah kita lakukan selama ini dan Kementerian Keuangan sebagai kementerian yang sangat besar, dimana ada 77 ribu pegawai yang bekerja di seluruh Indonesia bisa menumbuhkan ekonomi dan juga menstabilkan ekonomi Indonesia,” ujarnya.
Suahasil juga menargetkan defisit anggaran ke depan tetap dibawah 3 persen. Intinya, Suahasil kembali mengaku jika sebelum proses pelantikannya ia sempat dihubungi pihak Istana dan langsung menghadap Presiden sebelum dilantik. Prioritasnya, ditegaskan Suahasil, ia diminta untuk menjaga APBN agar kredibel dan ia berjanji akan terus menjalankan APBN yang dapat dipercaya, komunikasi publik yang dapat dipercaya, selain memastikan bahwa apa yang akan dilakukan APBN untuk mendukung program prioritas pemerintah.
“Mungkin dalam proses ini temen-temen media mengikuti terus selama ini program kerja prioritas nasional itu, prioritas dari negara kita dan mendapatkan arahan dari Presiden, serta kabinet, dan itu harus kita fokuskan prioritaskan di situ,” tukasnya.
Terkait masa transisi, Suahasil memastikan, pihaknya segera berkoordinasi dengan baik dan setelah pelantikan akan kembali ke Kementerian Keuangan untuk melanjutkan pekerjaan. Disinggung soal efisien, dijelaskam Suahasil, itu menjadi bagian dari gerak APBN dimana ada penerimaan, belanja, dan pembiayaan. Pada porsi belanja, menurut Suahasil, pihaknya akan terus berusaha mencari belanja yang lebih efisiens tapi menghasilkan output yang sesuai direncanakan.
“Jadi, dengan output yang ada dengan belanja yang ada harus menghasilkan output yang maksimal. Ini bentuk efisiensi dari APBN, jadi efisiensi itu bukan sekadar potong belanja, tapi efisiensi itu adalah menggunakan belanja yang ada untuk menghasilkan output yang maksimal, output yang kemudian bermanfaat bagi masyarakat,” terangnya.
Secara umum, disebutkan Suahasil, Presiden memberikan arahan agar pihaknya bisa menjaga keuangan negara, menjaga kesehatan keuangan negara, dan menjaga kredibilitasnya ke depan. Suahasil menilai, pasar ekonomi mempunyai logikanya sendiri. Menurutnya, proses pelantikan bukan perubahan, tapi keberlanjutan.
“Teman-teman kan tahu saya selama ini di dalam Kementerian Keuangan, jadi saya akan terus bekerja melanjutkan menjaga keuangan negara dengan cara yang lebih baik,” tegasnya.
Dengan perubahan itu, Purbaya tercatat hanya menjadi Menkeu selama 1 tahun 6 hari sejak dilantik menggantikan Sri Mulyani pada 8 September 2025. Purbaya juga tercatat sebagai Menkeu tersingkat sepanjang sejarah Orde Baru, sementara Sri Mulyani menjadi Menkeu terlama kedua, yaitu selama 14 tahun secara akumulatif menjadi menteri keuangan di tiga era kepresidenan, yakni era Presiden SBY, Jokowi, dan Presiden Prabowo. Sedangkan Menkeu terlama yaitu Ali Wardhana yang menjabat selama 15 tahun. Ali merupakan alumnus Fakultas Ekonomi UI yang lebih dikenal sebagai arsitek keuangan pada masa Orde Baru yang juga disebut sebagai Mafia Berkeley karena merupakan lulusan University California.
Atas dilantiknya Suahasil, maka jabatan Menkeu kembali kepada lulusan UI setelah diselang Purbaya yang merupakan lulusan ITB. Diketahui, Suahasil menyelesaikan pendidikan sarjananya di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia pada 1994, sementara gelar Master of Sains-nya atau S2 diperoleh dari Cornell University pada 1997, kemudian mendapatkan gelar S3-nya dari University of Illinois at Urbanna Campaign pada 2003, lalu dikukuhkan sebagai Guru Besar Ilmu Ekonomi di Fakultas Ekonomi dan Bisnis di UI pada 2009.
Sama halnya dengan Sri Mulyani, Suahasil memulai karir akademiknya sebagai dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis di UI sejak 1999 dan memegang berbagai jabatan penting, di antaranya diketahui sebagai Kepala Lembaga Demografi, Ketua Departemen Ilmu Ekonomi, kemudian beralih ke pemerintahan setelah menduduki posisi strategis sebagai Koordinator Pokja Kebijalan TP2K periode 2010-2015.
Selanjutnya, Suahasil dilantik menjadi Kepala Badan Kebijalan Fiskal Kementerian Keuangan periode 2016-2019, sebelum akhirnya pada era Jokowi Suahasil dilantik menjadi Wakil Menteri Keuangan dari 2019 sampai 2026 hingga akhirnya diangkat sebagai Menkeu RI. Diketahui, Suahasil merupakan salah putra Nias kelahiran Jakarta 23 November 1970, dimana ayahnya bernama Hanati Nazara yang pernah menjabat sebagai Bupati Nias pada 1981-1985.
Informasi yang beredar, sebelum akhirnya bener-bener dicopot, Purbaya pada Juni lalu sudah dikabarkan akan diganti dan penggantinya disebutkan adalah mantan Mankeu Muhammad Chatib Basri yang saat ini tercatat sebagai Anggota Dewan Ekonomi Nasional yang dipimpin Luhut Pandjaitan. Chating Basri menjabat Menkeu pada era Presiden SBY. Suahasil yang bawaannya kalem atau tak banyak bicara merupakan figur yang sangat bertolak belakang dengan Purbaya yang outspoken. (Nc)


